Modest Style

Persiapan Ria Miranda menyambut Ramadhan

,

Desainer berbakat kebanggaan ranah Minang menceritakan persiapan pribadi dan bisnisnya dalam menyambut bulan suci kepada Najwa Abdullah

[Not a valid template]

Menyambut bulan puasa yang tinggal satu bulan lagi, berbagai rencana keluarga dan bisnis telah tersusun rapi oleh desainer cantik asal Minang, Ria Miranda. Perempuan yang terkenal dengan rancangannya yang didominasi warna-warna pastel dan nuansa feminin ini mengaku bahwa bulan puasa tahun ini akan sangat spesial dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Ria – begitu ia kerap disapa – mengatakan bahwa putrinya, Katya, kini telah berusia dua tahun, sehingga suasana sahur di rumah akan lebih berwarna dengan celotehnya. “Insya Allah saya juga sudah bisa puasa; tahun lalu tidak bisa karena saya masih menyusui,” tuturnya kepada Aquila Style.

Ria juga sudah mempersiapkan berbagai menu sahur dan berbuka puasa untuk keluarganya. “Saya sudah mulai cari resep menu kesukaan suami dan belajar juga dari ibu mertua. Alhamdulillah, suami nggak ribet untuk urusan makanan.” Desainer berusia 28 tahun yang juga merupakan duta label salah satu label kosmetik lokal ini mengatakan makanan Padang adalah menu wajib keluarga di bulan puasa, terutama saat sahur. Untuk berbuka, tentu yang manis-manis menjadi favorit, seperti cincau hijau, nata de coco dan teh manis hangat.

Momen-momen yang selalu dirindukan Ria di bulan suci sangatlah sederhana, yaitu berkumpul dengan keluarga dan melaksanakan solat tarawih bersama.

“Selain masakan yang justru lebih beragam ketika buka puasa, silaturahmi dengan teman dan keluarga juga rasanya jadi lebih erat,” ungkap Ria. Sepanjang bulan Ramadhan nanti, Ria sudah berencana akan membuat suasana kantornya lebih relijius dengan memanggil ustadz untuk pengajian bersama dan memutar lagu-lagu reliji untuk memberi suasana yang lebih rileks.

Sebagai seorang desainer busana Muslim, Ria memiliki karakter yang kuat dan khas dalam setiap rancangannya. Tampil beda dari desainer yang lain, Ria memilih konsep yang lebih kasual dan simpel tanpa mengurangi sisi elegan dan girly. Dengan tangan dingin dan ketelitiannya terhadap detail, rancangan desainer lulusan sekolah mode ESMOD ini telah menjadi favorit wanita Muslim muda perkotaan dan tengah merambah ke pasar internasional. Kelihaiannya dalam memadu-madankan warisan dan tradisi Minangnya dengan sentuhan modern juga menjadi kelebihan Ria.

Baru-baru ini, di Jakarta Food and Fashion Festival (JFFF) 2014, berkolaborasi dengan beberapa anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia APPMI, Ria menggelar fashion show busana Muslim yang bertema “My Faith and I”. Dalam pertunjukannya tersebut, Ria meluncurkan koleksi terbaru-nya, Gadih, yang merupakan koleksi penutup dari rangkaian kampanye “Minang Trilogy” yang sebelumnya sudah sukses diawali dengan koleksi Minang Heritage dan Beatnik.

“Gadih artinya adalah gadis dalam bahasa Minang dan inspirasinya pun datang dari sosok wanita Minang yang santun, mandiri, berbakat (dalam menenun, menjahit, berdagang), cantik dan pekerja keras,” jelas Ria.

Koleksi terbaru ini hadir dengan perpaduan warna songket tradisional dan warna pastel yang lebih variatif dengan penggunaan bahan yang ringan seperti organza, sifon, sutra dan satin. Teknik yang digunakan pun sedikit lebih menantang karena melibatkan bordir dan sulaman Padang nan indah dan memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Dalam fashion show tersebut, Ria juga menyebutkan bahwa ia juga didukung oleh pemerintah setempat. “Karena saya membawakan motif minang, akhirnya saya disponsori oleh dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Sumatera Barat.”

Rencananya, koleksi inilah yang akan ia lepas ke pasar saat bulan Ramadan dan Lebaran nanti bersama dengan koleksi bernuansa Jepang yang diluncurkan di ajang Fashion Nation 2014 lalu, Haru. Ia mengatakan bahwa kenyamanan merupakan prioritas utamanya dalam mendesain baju-baju untuk Lebaran kali ini. “Tren baju Lebaran nanti akan saya buat yang simpel, siap pakai dan lebih kasual, walau akan ada beberapa koleksi cantik dengan detail payet. Saya juga akan lebih banyak membuat dress daripada kaftan, supaya [koleksi ini] masih bisa dipakai setelah Ramadhan,” ujarnya di akhir perbincangan.

Leave a Reply
<Modest Style