Modest Style

Malala Dinominasikan untuk Meraih ‘Nobel Anak’

,
Malala Yousafzai, pelajar Pakistan yang ditembak di kepala oleh Taliban menunjukkan ekspresinya setelah dianugerahi  penghargaan Sakharov Prize for Freedom of Thought, pada 20 November 2013 di Parlemen Eropa di Strasbourg, timur Perancis. The Sakharov Prize, diberi nama seperti ilmuwan dan penentang Uni Soviet Andrei Sakharov, didirikan oleh Parlemen Eropa sebagai sarana untuk menghormati individu atau organisasi yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk membela hak asasi manusia dan kebebasan berpikir. AFP Photo/Patrick Herzog
Malala Yousafzai, pelajar Pakistan yang ditembak di kepala oleh Taliban menunjukkan ekspresinya setelah dianugerahi penghargaan Sakharov Prize for Freedom of Thought, pada 20 November 2013 di Parlemen Eropa di Strasbourg, timur Perancis. The Sakharov Prize, diberi nama seperti ilmuwan dan penentang Uni Soviet Andrei Sakharov, didirikan oleh Parlemen Eropa sebagai sarana untuk menghormati individu atau organisasi yang telah mendedikasikan hidup mereka untuk membela hak asasi manusia dan kebebasan berpikir. AFP Photo/Patrick Herzog

STOCKHOLM, 5 Februari 2014- Malala Yousafzai, gadis sekolah asal Pakistan yang selamat dari tembakan di kepala oleh pria Taliban, dinominasikan untuk menerima Nobel Anak Dunia di Swedia, pada hari Rabu, atas perjuangannya dalam hak pendidikan anak perempuan.

“Dia masih anak-anak dan dia berjuang untuk hak-hak pendidikan perempuan di Pakistan, juga di dunia secara keseluruhan,” kata salah seorang juri penghargaan internasional itu, Liv Kjellberg  (15) kepada AFP.

Tahun lalu, Malala dinominasikan untuk meraih Nobel Perdamaian dan memenangkan penghargaan HAM Uni Eropa Sakharov untuk kampanye giatnya memperjuangkan hak semua anak atas pendidikan.

Gadis 16 tahun itu kini tinggal di Inggris, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis akibat tembakan seorang anggota Taliban ke kepalanya pada tahun 2012 akibat pandangan blak-blakannya tentang pendidikan di wilayah rumahnya di barat laut Pakistan.

The World Children’s Prize — atau dikenal sebagai “Hadiah Nobel untuk Anak” — didirikan pada tahun 2000 dengan tujuan meningkatkan kesadaran hak-hak anak di 60 ribu sekolah di 110 negara melalui program-program pendidikan yang termasuk mempelajari perjuangan hak asasi manusia dan hak-hak memilih untuk pemenangnya.

Dua nominator lainnya untuk penghargaan yang sama tahun ini diraih John Wood, pendiri badan amal berbasis pendidikan dari Amerika Serikat, Room to Read, dan Indira Ramanagar, aktivis Nepal yang membantu tahanan anak-anak.

Ketiga nominator masing-masing akan mendapat hadiah uang senilai 100 ribu dolar Amerika Serikat  (74 ribu euro atau sekitar Rp 1,2 miliar) yang ditujukan untuk melanjutkan aksi mereka pada pemberian penghargaan yang dilakukan di pinggiran Stockholm pada bulan Oktober 2014.

Leave a Reply
<Modest Style