Modest Style

Kraviti: Memberdayakan napi perempuan melalui kain perca

,

Sebuah usaha kerajinan tangan memberi kesempatan para narapidana perempuan untuk merajut masa depan yang lebih cerah. Selengkapnya oleh Najwa Abdullah.

[Not a valid template]

Menghirup kembali udara bebas setelah sekian lama menjalani masa hukuman dan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) adalah tantangan yang tak mudah bagi seorang bekas narapidana, khususnya narapidana perempuan. Harapan untuk meniti hidup yang lebih baik kadang terkikis oleh citra negatif yang melekat sebagai eks-napi. Ketika kembali ke masyarakat, eks-narapidana cenderung jauh lebih sulit untuk mendapatkan pekerjaan karena rekam jejak masa lalunya, terlebih lagi jika ia tidak memiliki keterampilan.

Titin Agustina, pengusaha muda pendiri Kraviti
Titin Agustina, pengusaha muda pendiri Kraviti

Hal inilah yang menjadi perhatian seorang pengusaha muda asal Bandung, Titin Agustina. Titin adalah pendiri dan direktur perusahaan berbasis sosial, Kraviti. Melalui usaha kerajinan kain percanya tersebut, ia mempekerjakan sejumlah narapidana wanita sekaligus mempromosikan karya-karya mereka kepada masyarakat Bandung.

Semenjak masih kuliah, lulusan sarjana Teknik Industri ITENAS dan Magister Manajemen dari Institut Manajemen Telkom ini pernah bekerja di sebuah perusahaan manufaktur dan di sebuah konsultan manajemen sebelum akhirnya pada tahun 2009, Tina memutuskan untuk mendalami bidang kerajinan tangan.

“Ketertarikan saya pada kerajinan dimulai dengan sangat sederhana, ketika saya banyak menemukan kain perca dan sisa kain batik, lalu ingin mensosialisasikan kain tradisional Indonesia dalam bentuk lain yang lebih kreatif,” jelas Tina.

Kraviti pun berdiri di tahun yang sama, berlokasi di studio kecil di kawasan Bandung dengan label yang awalnya bernama “perca perca”, terinspirasi dari desain selimut perca batik yang dibuat di Yogyakarta ketika batik mulai popular kembali. Menurut Tina, desain selimut perca ini menunjukkan banyaknya limbah kain batik yang dihasilkan. Ide mendaur ulang sisa kain yang tidak terpakai menjadi produk kreatif dan berguna pun menjadi komitmen usaha Tina, yang kemudian dinamai Kraviti.

Hingga kini, Kraviti telah mendapatkan sambutan baik dari masyarakat. Hal ini karena selain Kraviti menggagas konsep kepedulian lingkungan dalam bentuk daur ulang limbah batik, desain Kraviti berbeda dari produk-produk serupa.

Sejak tahun 2012, Tina membuat terobosan baru, yaitu melibatkan Warga Binaan Lapas Wanita Kelas II A Bandung dalam proses produksi Kraviti. Hal ini didasari keprihatinan Tina akan meningginya angka kriminalitas di Bandung. Ia mendengar bahwa banyak tahanan yang sudah menyelesaikan masa tahanan kemudian masuk penjara lagi karena tidak memiliki keterampilan dan penghasilan.

Tina yang dibesarkan dalam keluarga yang menanamkan kepedulian sosial sejak kecil tergerak hatinya dan tertantang untuk memberikan solusi yang berkelanjutan terhadap masalah ini. Ia meyakini bahwa pembekalan keahlian yang mampu membuat para napi perempuan mandiri dan produktif setelah selesai menjalani masa tahanan adalah hal yang penting bagi kelangsungan hidup mereka.

Lewat pelatihan keterampilan merajut dan menjahit kain perca yang dibina Kraviti, Tina berharap dapat memantik semangat dan harapan hidup narapidana perempuan ketika kembali bergabung dengan masyarakat.

“Pengharapan itu tidak hanya berhenti dengan pemberian keterampilan saja. Kraviti juga berkomitmen untuk memasarkan hasil karya mereka secara berkelanjutan,” jelas Tina.

Upaya melestarikan warisan bangsa dengan inovasi batik serta konsistensi dalam usaha pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan membuat Kraviti meraih penghargaan Mandiri Bersama Mandiri Challenge Awards di tahun 2012 untuk kategori industri kreatif.

Tina pun optimis untuk terus mengembangkan diri di dunia kewirausahaan sosial. Ia juga berharap Kraviti akan terus meluaskan pemasaran produk-produknya hingga ke mancanegara.

“Saya ingin Kraviti ini menjadi salah satu brand ambassador dari olahan kain perca dan kain tradisional Indonesia… tidak hanya untuk produk home textile saja tapi juga untuk produk fesyen dan aksesoris. Ke depannya, saya juga ingin brand Kraviti dikenal dimata dunia,” tutur Tina.

Kunjungi situs Kraviti untuk informasi lebih lanjut.

Leave a Reply
<Modest Style