Modest Style

Editor Perempuan Pertama Saudi Ingin Perempuan Lain Ikuti Jejaknya

,

[ Gambar fail ] Seorang jurnalis berhijab tak dikenal menghadiri konferensi pers di Riyadh. AFP Photo / Hassan Ammar
[ Gambar fail ] Seorang jurnalis berhijab tak dikenal menghadiri konferensi pers di Riyadh. AFP Photo / Hassan Ammar
RIYADH, 17 Februari 2014 – Soumayya Jabarti, editor perempuan pertama sebuah harian nasional Arab Saudi, ingin melihat lebih banyak perempuan menduduki posisi atas media-media di negara Muslim ultra konservatif tersebut.

Ia diangkat sebagai kepala editor Saudi Gazette, satu dari dua harian berbahasa Inggris utama di kerajaan Teluk, akhir pekan kemarin.

“Kesuksesan ini tidak akan lengkap sebelum saya melihat teman jurnalis sesama kaum perempuan Arab Saudi di media menduduki posisi pembuat keputusan,” ungkap Jabarti dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh situs Al-Arabiya News.

“Telah terjadi retakan di langit-langit kaca yang saya harapkan akan menjadi pintu,” ujar Jabarti, yang bekerja sebagai wakil editor sejak 2011.

“Menjadi perempuan Arab Saudi pertama (yang menjadi editor surat kabar) akan memunculkan kewajiban ganda… Perbuatan saya akan berdampak kepada teman-teman sesama perempuan Arab Saudi,” sebutnya.

Arab Saudi memberlakukan aturan Islam secara ketat, khususnya segregasi antar jenis kelamin, dan tidak mengizinkan perempuan untuk bekerja atau bepergian tanpa seizin anggota keluarga laki-laki.

Arab Saudi juga merupakan satu-satunya negara yang melarang perempuan mengemudi.

Leave a Reply
<Modest Style