Modest Style

Mendayung Menuju Emas

,

Muslimah inspiratif yang menghadiahi Singapura medali emas pertama mereka dalam cabang olahraga dayung di Southeast Asian Games (SEA Games) berbicara pada Najwa Abdullah. Ia menceritakan bahwa ia juga berjuang memaksakan diri untuk memulai berlatih serta tentang pentingnya ketekunan dan komitmen kuat.

[Not a valid template]

Setelah memperoleh medali emas pertamanya dalam cabang olahraga dayung baru-baru ini di SEA Games Myanmar, Saiyidah Aisyah Mohamed Rafa’ee telah mencuri perhatian lagi. Kali ini ia menjadi tamu kehormatan di acara Aquila Style – WOW Run 14 pada hari Minggu ini di Singapura.

Sebagai satu-satunya perwakilan Singapura di SEA Games Myanmar, kemenangan sulit namun membanggakan yang Aisyah dapatkan dalam perlombaan di kelas 2 km pedayung tunggal ringan merupakan langkah besar dalam sejarah olahraga Singapura. Tidak mengherankan ia mejadi tokoh lokal yang penting dan inspiratif.

Kesuksesan yang Aisyah dapatkan dalam cabang olahraga dayung dibangun dengan perjuangan yang tidak kenal lelah, ketekunan, dan kerja keras. Ia percaya setiap hal kecil yang ia lakukan sehari-hari sangat mempengaruhi performanya selama pertandingan.

Dikelilingi oleh teman dan keluarga yang hobi makan, tantangan yang dihadapi Aisyah dimulai dengan menjaga pola makan dengan ketat. Ia harus memiliki berat badan 59kg atau kurang meski berat badan idealnya adalah antara 61 sampai 62kg. Namun pada waktu yang bersamaan, sebagai pedayung ia harus makan banyak untuk mengganti 1000kkal yang hilang setiap berlatih.

“Sederhananya, saya harus makan banyak, tapi saya harus mengendalikan apa yang saya makan. Ini masalah yang saya hadapi setiap hari,” tuturnya.

“Jika Anda kehilangan motivasi dalam berjuang mencapai tujuan, ingatlah mengapa Anda memulainya.”

Mendekati waktu perlombaan, tantangan yang dihadapi bertambah: selalu ada godaan untuk makan-makan dengan teman-teman, padahal sisa-sisa kelebihan berat badanlah yang paling sulit dihilangkan. Namun sejauh ini Aisyah selalu berhasil menjaga berat badannya.

Semalam sebelum perlombaan penting, Aisyah akan memakan daging sebanyak-banyaknya bila berat badannya tidak melampaui batas. “Saya yakin daging memperkuat saya!”

Baginya, bagian yang paling sulit adalah menahan keinginan untuk makan cokelat. Untuk mengakali hal ini, Aisyah memilih memakan cokelat hitam yang lebih sehat namun juga enak. “Siapa bilang yang sehat-sehat itu tidak enak?” ungkapnya.

Selain menjaga asupan makanannya, olahragawati profesional ini juga meluangkan setidaknya 5 jam sehari untuk berlatih. Ia berlatih dengan pedayung lelaki karena hal ini meningkatkan rasa persaingannya. Ia memaksakan dirinya untuk mengalahkan pedayung lain setiap hari dan ia percaya itulah yang menjadikannya atlet bertekad besar di hari perlombaan. “Saya tidak akan pernah menyerah sebelum bertarung,” perempuan 25 tahun penuh semangat ini menekankan.

Komitmen dan dedikasi yang ia berikan untuk berlatih setiap hari dan memberikan usaha terbaiknya adalah hal yang menjadikan Aisyah atlet yang hebat. Ia menjelaskan bahwa pencapaian besar tidak didapatkan dengan sekadar mengikuti latihan. “Anda harus benar-benar ingin berlatih dan tahu persis apa yang Anda inginkan. Anda harus berlatih dengan jiwa dan raga Anda dan percaya bahwa setiap sesi latihan membuat Anda semakin kuat, cepat, dan baik,” terangnya.

Meski begitu, ia menyadari bahwa setiap atlet memiliki masa naik dan turun, di situlah terlihat perbedaan atlet dengan orang lain: cara mereka menghadapi kesulitan dan kembali berjuang.

“Jika Anda kehilangan motivasi dalam berjuang mencapai tujuan, ingatlah mengapa Anda memulainya. Ingatkan seberapa jauh Anda sudah melangkah dan tidak ada salahnya mencoba melakukan lebih. Hasil tidak dicapai dengan mudah. Kadang butuh waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Bersabarlah,” jelasnya.

Selain mendayung, Aisyah yakin bahwa jogging dan lari adalah olahraga yang paling menyehatkan. “Olahraga tersbebut adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Jika Anda tidak bisa berlari karena lutut Anda bermasalah, cobalah bersepeda dengan sepeda statis, berolahraga dengan menggunakan mesin elips, atau berenang. Di mana ada kemauan, pasti ada jalan!”

Ia menyarankan olahraga kardio selama 30 menit setiap hari. Saat Anda mulai terbiasa, tambahkan durasi, frekuensi, dan intensitasnya. Idealnya, Anda melakukan paling tidak 30 menit kardio lima kali seminggu.

Baginya, hal tersulit adalah memulai. Namun ia yakin, bila kita menginginkan sesuatu, kita harus berusaha mendapatkannya karena tidak ada yang akan melakukannya untuk kita.

Ia menyebutkan, “Salah satu nasihat terbaik yang pernah ia dapatkan tentang berlari adalah kenakan saja sepatu larimu, pasang iPodmu, dan mulailah berlari – tidak peduli berapa lama atau berapa jauh – larilah saja.”

Olahragawati muda ini juga sangat menyukai travelling. Hal menyenangkan yang ia dapatkan dari mendayung adalah berkesempatan mengunjungi berbagai tempat di dunia. Saat berada di luar negeri untuk berlatih atau bertanding, ia akan menjelajah tempat itu sendiri, dengan rekan satu tim, maupun dengan teman baru yang ia dapatkan dari negara tersebut.

Saat ditanya apa yang ia lakukan untuk bersenang-senang, Aisyah menyatakan bahwa menjadi atlet dan karyawan purna waktu tidak menyisakannya waktu untuk melakukan hal lain. Ia akan beristirahat di waktu senggang yang ia dapatkan. Meski begitu, hal tersebut juga dilakukan demi olahraga dayung. “Pemulihan adalah bagian dari latihan, kata pelatih saya!”

Leave a Reply
<Modest Style