Modest Style

Lagi, Perempuan Arab Saudi Gelar Aksi Menyetir Mobil

,
Berkas foto: Aktivis Arab Saudi, Manal Al Sharif, yang kini bermukim di Dubai, mengemudikan mobilnya di kota Teluk Emirat itu, 22 Oktober 2013. Saat itu dia sedang menggalang aksi solidaritas dengan para perempuan Saudi yang siap mengendarai mobil pada 26 Oktober. Para aktivis telah mengumumkan 28 Desember untuk kembali menggelar unjuk rasa. AFP Photo / Marwan Naamani
Berkas foto: Aktivis Arab Saudi, Manal Al Sharif, yang kini bermukim di Dubai, mengemudikan mobilnya di kota Teluk Emirat itu, 22 Oktober 2013. Saat itu dia sedang menggalang aksi solidaritas dengan para perempuan Saudi yang siap mengendarai mobil pada 26 Oktober. Para aktivis telah mengumumkan 28 Desember untuk kembali menggelar unjuk rasa. AFP Photo / Marwan Naamani

RIYADH, 4 Desember 2013 (AFP) – Para aktivis perempuan Arab Saudi kembali mengadakan demonstrasi untuk memperoleh hak menyetir di negara yang sangat konservatif itu. Mereka mendesak para perempuan untuk mengemudikan mobil pada 28 Desember.

Seruan berunjuk rasa itu bertujuan untuk “mengingatkan hak tersebut supaya tidak dilupakan” ujar aktivis Nasima al-Sada kepada AFP, seraya menambahkan bahwa kaum perempuan di negara itu sudah diminta untuk menyetir pada hari tersebut.

Monarki absolut ini adalah satu-satunya negara di dunia di mana kaum perempuannya dilarang menyetir. Peraturan ini telah menimbulkan kecaman internasional.

“Kami akan terus berjuang sampai kami memperoleh hak kami,” tegas Sada, menyebut gerakan terkini itu sebagai lanjutan dari kampanye yang dilaksanakan 26 Oktober lalu. Pada saat itu, 16 aktivis diberhentikan polisi karena melanggar larangan mengemudi.

Jumat lalu, polisi juga telah menghentikan dua aktivis, Aziza al-Yousef dan Eman al-Najfan, di dalam satu mobil di Riyadh.

Seminggu yang lalu, setelah berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Pangeran Mohammed bin Nayef, Yousef mengatakan para pejabat berwenang sedang menilai kembali larangan kontroversial tersebut.

“Yakinlah bahwa isu ini sedang dibahas, dan mudah-mudahan hasilnya menggembirakan,” kata Yousef mengutip ucapan sang menteri dalam pertemuan dengan dirinya dan sesama aktivis, Hala al-Dosari.

Dituturkan Yousef, rapat tersebut diadakan di kantor menteri, tetapi melalui konferensi video supaya sesuai dengan peraturan tegas perihal pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

Selain tidak diperbolehkan menyetir, perempuan Saudi juga wajib menutupi tubuh mereka dari kepala hingga kaki serta meminta izin wali laki-laki untuk bepergian, bekerja dan menikah.

Leave a Reply
<Modest Style