Modest Style

Wawasan Bisnis dari Seorang Lady Boss

,

Tertarik untuk memulai bisnis Anda sendiri pada tahun 2014? Berikut adalah beberapa inspirasi menarik dari seorang “mum-preneur” sukses, seperti disampaikan kepada Afia R Fitriati.

Foto dari laman Facebook Leza Parker Network
Foto dari laman Facebook Leza Parker Network

Leza Parker adalah ibu dari tiga anak berusia di bawah 10 tahun, pendiri empat bisnis yang sedang berkembang – Bebebows.com, Spendless Cosmetics, The Leza Parker Network and The Baking Studio – selain juga seorang pengajar bisnis yang secara rutin memberikan program pelatihan.

Tanpa perlu banyak kata-kata, sibuk adalah kata yang terlalu sempit untuk menggambarkan  pengusaha sekaligus ibu berparas baby face ini.

“Jadwal yang sangat padat dan penerbangan terkadang mengambil banyak waktu saya dan saya tidak punya banyak waktu untuk melakukan hal yang lain,” kata Leza dalam wawancara saya dengannya, seraya menambahkan bahwa dia membawa pisang di dalam tasnya untuk mengganti makan siang atau makan malam yang sering kali terlewatkan.

“Tetapi karena bisnis tidak hanya soal kerja melainkan juga tentang hasrat yang kuat, sangat menyenangkan menghabiskan lebih banyak waktu mengerjakan apa yang saya sukai – di dalam pekerjaan saya sendiri dan dalam melatih usaha kecil”.

Usaha pertama Leza dimulai dengan langkah bayi – secara harfiah. Bebebows.com dimulai pada suatu hari ketika anak kedua Leza berusia tiga bulan dan ibu muda ini bertekad untuk membuat bisnis rumahan yang memungkinkan dia untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya.

Ketika Leza datang dengan sebuah ide untuk menjual aksesoris untuk anak perempuan secara online, keluarganya skeptis. “Mereka mengatakan kepada saya bahwa ini hanyalah mimpi dan tak seorang pun akan mempertimbangkan untuk membeli aksesoris rambut saya,” tulisnya dalam salah satu tulisan di blognya. “Cina bisa meniru produk yang saya buat, dan perusahaan-perusahaan raksasa memiliki jauh lebih banyak dana daripada saya sehingga lebih masuk akal untuk membeli langsung.”

Bagaimana pun, Leza tetap memulai bisnisnya. Dalam hitungan bulan, perusahaan kecil “tanpa masa depan” itu memasok pengecer besar di Singapura dan Malaysia, termasuk Toys ‘R’ Us. Tidak puas sampai di situ, Leza membuka bisnis kedua, ketiga, dan keempatnya.

“Saya tetap fokus pada apa yang saya ingin capai, saya membuat arah yang jelas dan saya bertekad untuk tidak menyerah,” kisah Leza.

Perusahaannya yang terbaru, The Leza Parker Network, bertujuan untuk mempersiapkan pemilik usaha kecil dengan keterampilan dan alat-alat yang mereka butuhkan agar  tumbuh dan sejahtera. Bisnis ini lahir dari keyakinan Leza bahwa sistem dukungan yang kuat dan mentor yang baik sangat penting bagi pertumbuhan bisnis.

“Sebuah ide seperti benih. Ia butuh air dan nutrisi untuk  tumbuh dan punya kesempatan untuk berkembang,” katanya. Leza juga membagi tips bisnis dan wawasannya di dalam blognya.

Namun, Leza menggarisbawahi bahwa ketika memilih jalur kewirausahaan, seseorang harus siap untuk “mengarungi jalan dengan banyak rintangan, tikungan dan gundukan”.

“Tapi tantangan ini tidak dimaksudkan untuk menghancurkan Anda, mereka dimaksudkan untuk mempersiapkan Anda,” Leza mengingatkan. “Yang paling penting adalah untuk percaya pada diri sendiri.”

Perjalanan bisnis Leza  baru-baru ini didokumentasikan dalam buku The Lady Boss, yang menampilkan kisah sukses dari 30 pemilik usaha perempuan dari Singapura dan wilayah sekitarnya. Tetapi ketika saya bertanya kepada Leza apa arti sukses baginya, dia menjawab, “Sukses tidak diukur dengan prestasi yang Anda dicapai, tetapi oleh berapa kali Anda jatuh dan bangkit lagi.”

Pada akhirnya, gambaran Leza tentang keberhasilan dan pencapaian bagi bisnis dan kehidupan pribadinya melibatkan orang-orang yang telah mendukungnya selama ini.

“Saya berharap untuk mencapai kesuksesan dengan mengelola bisnis saya dengan baik, membantu orang lain mengembangkan bisnis mereka dan melibatkan anak-anak saya dalam pekerjaan yang saya lakukan di beberapa titik.”

Dia menambahkan, “Saya ingin melihat anak-anak saya berhasil melakukan apa yang mereka sukai, bahkan jika itu tidak menjadi wiraswasta.”

“Saya ingin memberitahu mereka untuk berani bermimpi, karena mimpi benar-benar dapat menjadi kenyataan.”

Leave a Reply
<Modest Style