Modest Style

Uang: Bisakah Kita Mengelolanya?

,

Baru saja selamat dari “hubungan disfungsional” dengan uang, Fatimah Jackson-Best mulai mengembangkan ketertarikan dalam hal manajemen uang. Ia membagikan tiga cara sederhana mengatur keuangan secara bijaksana.

WP-Money-Sxc

Saya pernah menjadi seseorang yang setiap kali akan menggesek kartu kredit atau debit selalu berdoa agar kartu saya tidak ditolak. Tingkat kecemasan yang saya rasakan setiap kali hal tersebut terjadi seharusnya sudah cukup untuk mengingatkan saya bahwa saya memiliki hubungan yang disfungsional dengan uang. Namun saya malah terus menggesek kartu-kartu tersebut dan berdoa dan kemudian menggesek lagi sampai akhirnya saya sadar bahwa saya tidak tahu apa-apa soal uang. Saya tidak memiliki tabungan. Yang saya miliki hanyalah kartu-kartu kredit over limit dan hutang pinjaman pendidikan.

Setelah berhasil menghadapi rasa takut saya, saya mengatur dan memulai langkah pengamanan masa depan keuangan saya. Sekarang, saya bisa dengan bangga menceritakan kepada orang-orang bahwa saya sudah membayar seluruh tagihan kartu kredit saya dan hutang pinjaman pendidikan saya, memiliki tabungan, dan secara umum memiliki lebih banyak pengetahuan tentang uang daripada sebelumnya.

Pengalaman pribadi menumbuhkan ketertarikan saya terhadap manajemen uang dan untuk tetap terbebas dari hutang. Kemampuan mengatur keuangan sangat penting dipelajari oleh baik orang dewasa maupun anak-anak. Anda tidak harus menjadi ahli matematika ataupun milyarder untuk peduli dengan masa depan keuangan Anda. Akan tiba masa di mana kita mendapat uang dari hasil kerja kita atau dari manapun, dan kita harus belajar membangun hubungan yang sehat dengan uang. Jika Anda ingin mengendalikan kehidupan finansial Anda, berikut adalah beberapa tips yang telah membantu saya:

Bayar Hutang Anda

Bedakan hutang “baik” dari hutang “buruk”: hutang baik adalah pinjaman dalam bentuk apapun yang memberi Anda kesempatan mendapat balik modal yang lebih besar, misalnya pinjaman untuk rumah. Pinjaman pendidikan juga termasuk hutang baik karena intinya Anda berinvestasi pada diri Anda dan masa depan Anda. Contoh hutang buruk adalah hutang kartu kredit dan hutang lainnya dengan bunga tinggi yang dipergunakan untuk mendapatkan barang yang nilainya berkurang dari waktu ke waktu.

Saat menangani hutang saya, saya memulai dengan hutang kartu kredit. Jika Anda seperti saya, maka Anda hanya akan membayar tagihan minimal perbulannya, yang artinya Anda akan berhubungan lama dengan perusahaan penyedia kartu Anda.

Meningkatkan jumlah uang yang Anda bayarkan tiap bulan untuk menutupi bunga dan nilai pokok hutang Anda adalah cara yang ideal. Hal ini memerlukan pengorbanan, namun jika tidak begitu, Anda akan harus membayar selama 15 tahun atau lebih. Saat Anda sudah melunasi hutang kartu kredit Anda, mulailah kebiasan membayar tagihan kartu kredit secara penuh setiap bulannya sehingga Anda tidak perlu membayar bunga lagi.

Pinjaman pendidikan adalah salah satu pinjaman paling pertama yang diambil orang-orang dengan pemahaman yang tidak memadai tentang prosesnya dan tanpa rencana konkret tentang cara pembayarannya. Jika Anda memerlukan pinjaman uang untuk pendidikan, pastikan Anda memahami persyaratan yang berlaku. Di kebanyakan negara, Anda tidak diharuskan membayar sebelum lulus, namun seringkali tidak tercantum poin yang menyebutkan bahwa Anda tidak dapat membayar saat masih bersekolah.

Jika Anda mendapat pinjaman dalam jumlah besar, bayar iuran sekolah Anda, beli buku-buku yang Anda butuhkan, dan kembalikan sisanya kepada pemberi pinjaman. Anda mungkin tergoda untuk membelanjakan sisa uang pinjaman tersebut, namun, sungguh, Anda tidak harus melakukannya. Mengembalikan sisa uang tersebut akan mengurangi jumlah hutang Anda di akhir masa studi – berpikirlah jauh ke depan.

Tabung, Tabung, Tabung

Menabung membutuhkan komitmen dan pengendalian diri, namun saat Anda sudah menemukan cara yang cocok, menabung jadi lebih mudah. Saya penganut paham “bayar diri Anda lebih dulu”: saat Anda menerima bayaran, simpan sebagian di rekening yang tidak boleh Anda utak-atik. Tentukan sendiri jumlah uang yang ingin Anda setorkan, namun umumnya 10 sampai 20 persen dari angka awal adalah jumlah yang baik.

Rekening darurat merupakan ide bagus. Rekening ini harus terpisah dengan rekening tabungan utama Anda. Berapa banyak yang Anda setorkan juga terserah Anda. Intinya adalah untuk berjaga-jaga menghadapi situasi darurat, seperti perbaikan mobil atau pengeluaran rumah sakit mendadak. Seperti halnya peribahasa “sedia payung sebelum hujan”, mengetahui bahwa Anda memiliki simpanan yang dapat digunakan kalau terjadi hal yang tidak diinginkan membuat Anda tenang.

Susun Anggaran

Saya akui bahwa menyusun anggaran termasuk hal yang paling saya tidak sukai, namun melakukannya membuat saya tahu ke mana saja uang saya akan saya belanjakan. Triknya adalah hitung pendapatan total dan seluruh pengeluaran Anda seperti makanan, sewa rumah, dan pakaian. Anda juga harus memasukkan jumlah uang untuk tabungan dalam sebagai pengeluaran. Jika jumlah yang Anda keluarkan lebih besar daripada pemasukan, maka Anda harus menyesuaikan anggaran tersebut sampai jumlahnya seimbang. Catat pengeluaran Anda dan selalu cocokkan dengan anggaran Anda sepanjang bulan agar untuk memastikan Anda tetap memegang kendali.

Ada perangkat online yang dapat Anda gunakan untuk menyusun anggaran, menghitung hutang Anda, dan membantu Anda mencapai kebebasan finansial.

Kalkulator Hutang Online:
Bankrate
YouCanDealWithIt

Perangkat Anggaran Online:
Mint
BudgetSimple

Kesehatan finansial dapat Anda raih. Dan dengan sedikit usaha, setiap orang dapat mempelajari bagaimana membuat uang bekerja untuk mereka, dan bukan sebaliknya.

Leave a Reply
<Modest Style