Modest Style

Tujuh Nasihat untuk Versi Muda Diri Saya

,

Jika Anda dapat menasihati diri sendiri di masa lalu, apa yang akan Anda katakan? Fatimah Jackson-Best memberikan beberapa pedoman hidup untuk versi muda dirinya.

Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Masa muda memang sangat menyenangkan. Kita mengemban lebih sedikit tanggung jawab dan lebih banyak kebebasan—kombinasi menarik yang membuat kita merasa beberapa hal sepertinya tidak akan berubah. Saya selalu mengatakan tidak akan mengubah pengalaman hidup saya demi apa pun juga. Akan tetapi, jika punya mesin waktu, saya pasti akan menyampaikan beberapa hal kepada versi muda diri saya supaya hidup menjadi sedikit lebih mudah.

1. Teman dan sahabat akan datang dan pergi

Bertemu orang baru dan mendapat teman memang mengasyikkan. Namun, kehilangan teman, yang bisa terasa menyakitkan dan tiba-tiba, juga bagian dari proses tersebut. Butuh beberapa waktu bagi saya untuk menerima bahwa sebagian orang yang dekat dengan saya selama masa remaja dan awal 20-an bukan lagi bagian dari lingkaran pergaulan saya. Memahami bahwa manusia berubah, begitu pula sebuah hubungan, dapat membantu kita menyadari bahwa tidak ada persahabatan yang abadi. Hargailah setiap waktu yang Anda habiskan bersama teman Anda, dan apabila mereka pergi dari kehidupan Anda, simpan segala kenangan dan manfaatkan sebagai pelajaran.

2. Jangan mudah tersinggung

Sulit memang mendengar pendapat orang lain tentang Anda dan meyakini bahwa hal itu bukanlah urusan Anda tapi urusan mereka. Gunakan kalimat ini sebagai mantra dan ulangi setiap hari. Mudah tersinggung terhadap pendapat, ide dan keyakinan orang lain terhadap Anda akan membuat Anda meragukan diri sendiri dan mengikis kepercayaan diri. Belajarlah untuk bersikap santai dalam menanggapi beberapa hal dan jangan biarkan pendapat negatif orang lain memengaruhi Anda.

3. Pilih apa yang Anda inginkan, bukan yang orang lain harapkan

Hal ini berlaku untuk sekolah, pekerjaan, memilih pasangan dan lain-lain. Terjebak dalam harapan orang lain berbahaya karena hampir tidak mungkin untuk memenuhi segala sesuatu yang mereka inginkan. Cobalah membuat keputusan yang mencerminkan hasrat sejati Anda dan usahakan untuk mencapainya dengan penuh percaya diri. Pilihan Anda akan membantu Anda tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat dengan visi yang lebih jernih tentang diri sendiri dan posisi Anda di dunia ini.

4. Pernikahan pasti akan datang

Bagi para perempuan yang menyaksikan teman dan rekan-rekan kerja di sekitar mereka menikah dan bertanya-tanya “kapankah tiba giliran saya?”, yakinlah bahwa Anda akan bertemu orang yang tepat di saat yang tepat, bukan sebelumnya. Ini bukanlah sesuatu yang ingin Anda buru-buru, atau yang Anda lihat sebagai solusi untuk isu lebih besar dalam kehidupan Anda. Bersabar dan yakinlah bahwa jodoh Anda ada di luar sana. Sementara itu, temukan jati diri Anda sehingga saat Anda bertemu si dia, Anda tidak akan mengharapkannya melengkapi Anda, karena bukan begitu cara kerja pernikahan.

5. Belajar membuat pos pengeluaran dan mengatur keuangan

Saya tidak pernah berpikir untuk membuat pos pengeluaran atau menginvestasikan sejumlah gaji saya untuk masa depan sampai pertengahan usia 20-an, dan saya tidak tahu bagaimana saya bisa bertahan hidup sebelumnya. Belajar menggunakan uang adalah keterampilan yang perlu dikuasai lebih banyak perempuan di usia muda supaya kita dapat mengembangkan dan memahami cara kerja uang.

6. Mengembangkan gaya hidup sehat dan menerapkannya

Seorang pelatih kebugaran pernah berkata kepada saya bahwa masa muda kita sebaiknya digunakan untuk mengembangkan gaya hidup sehat yang akan menjadi kebiasaan saat kita beranjak dewasa. Saran ini benar sekali, terutama saat Anda memperhitungkan perubahan alami yang akan dialami tubuh seiring dengan bertambahnya usia. Metabolisme Anda di usia 18 tahun tidak akan sama di usia 38. Jadi, mari pelajari pola makan yang tepat dan masukkan olahraga teratur ke dalam gaya hidup Anda.

7. Pelihara sisi spiritual Anda

Apa jadinya hidup tanpa hubungan dengan Sang Pencipta yang dibangun atas dasar cinta? Terjebak dalam rutinitas sehari-hari merupakan keniscayaan, namun kita juga harus mengembangkan relasi dengan Allah—yang melibatkan shalat, zikir, puasa, dan pencarian pengetahuan. Semua ini merupakan jalan menuju Tuhan, dan melaluinya kita dapat mencapai dan mempertahankan ketenangan batin.

Jika bisa, apa yang akan Anda katakan kepada versi muda diri Anda?

Leave a Reply
<Modest Style