Modest Style

Tips Menulis Resume yang Memikat Perusahaan

,

Kehabisan ide ketika menulis resume terbaikmu di depan komputer? Entah Anda baru saja lulus, atau sedang melamar untuk pekerjaan lain, inilah beberapa ide tentang bagaimana memulainya. Oleh Shea Rasol.

Kuncinya ada di ujung jari Anda. (Gambar: SXC)
Kuncinya ada di ujung jari Anda. (Gambar: SXC)

Sesuaikan resume Anda dengan pekerjaan yang Anda inginkan
Perusahaan menerima cukup banyak lamaran kerja dalam satu tahun, dan membuat resume Anda hilang dalam tumpukan resume yang serupa bisa saja mengurangi kesempatan Anda mendapatkan pekerjaan di masa depan. Fokuslah ke departemen yang Anda lamar, dan buatlah layout atau tema yang sesuai. Contohnya, jika Anda melamar untuk posisi desainer junior, mengapa tidak mengirimkan serangkaian resume dan portfolio yang cerdas untuk menunjukkan sisi kreatif Anda dengan efek yang dahsyat? Senior saya membuat resume dalam bentuk video karena dia melamar untuk sebuah posisi di perusahaan animasi; ternyata perusahaan tersebut menyukainya.

Fokus pada pekerjaan yang telah Anda lakukan, bukan gelar
Jika Anda memiliki beberapa pengalaman kerja, tuliskanlah. Memiliki pengalaman kerja adalah nilai tambah yang sangat besar ketika melamar kerja (maaf ya, para lulusan baru). Ketimbang menonjolkan posisi yang pernah Anda pegang, tulislah pekerjaan yang telah Anda lakukan ketika berada di posisi tersebut – jika Anda secara tidak resmi pernah menjadi pembawa acara hampir di setiap acara yang diselenggarakan perusahaan Anda, jangan ragu-ragu untuk menulisnya. Tunjukkan kepada perusahaan potensial tipe pekerjaan yang bisa Anda lakuan, serta bagaimana Anda bisa berkontribusi; sebaliknya, proses evaluasi akan jauh lebih mudah bagi perusahaan.

Tuliskan aktivitas ekstrakurikuler yang relevan
Bagi yang baru saja lulus sekolah, percayalah ketika kami mengatakan nilai semasa perkuliahan tidak begitu berpengaruh terhadap keputusan akhir perusahaan apakah akan mempekerjakan Anda atau tidak, kecuali Anda menekuni bidang kedokteran atau teknik. Ya, mereka ingin tahu bagaimana Anda menyelesaikan sekolah Anda secara keseluruhan, namun bukan hanya itu. Apa yang benar-benar mereka tertarik untuk ketahui adalah apa yang Anda lakukan di luar kelas. Dengan kata lain, perusahaan ingin mengetahui bagaimana kepribadian Anda secara ringkas. Apakah Anda terlibat dalam pekerjaan sukarela, apakah Anda suka olahraga, atau apakah Anda punya ketertarikan khusus dengan seni atau alam? Mulailah mencatat daftar aktivitas ekstrakurikuler yang pernah Anda kerjakan yang relevan dengan posisi yang Anda lamar.

Tekankan pencapaian pribadi Anda
Setiap perusahaan menyukai seorang pemenang, khususnya ketika mereka mempertimbangkan untuk mempekerjakannya. Anda mungkin pernah mengikuti kompetisi, memenangkan penghargaan, atau pernah diliput dalam koran lokal untuk sesuatu yang dulu Anda capai – tulislah pencapaian-pencapaian tersebut. Perusahaan mencari karyawan yang proaktif untuk bergabung bersama mereka, dan hal terakhir yang mereka butuhkan adalah pekerja yang pasif yang wajahnya menempel pada layar komputer sepanjang hari. Tapi tolong tinggalkan bagian tentang Anda memenangkan lomba karaoke walaupun suara Anda lebih bagus dari Mariah Carey.

Tetaplah singkat dan padat
Bagi yang sudah menyelesaikan pendidikan tinggi, disarankan untuk menghapus semua yang pernah Anda lakukan di jenjang pendidikan sebelumnya. Perusahaan akan melewatkan bagian itu dan membaca ijazah terbaru Anda (dalam hal ini, berarti mulai dari jenjang universitas). Peringatan: jika Anda meraih sesuatu dalam tingkat nasional, maka masukkan saja. Tapi sekali lagi, jadikanlah CV Anda pendek dan manis untuk menyediakan ruang pertanyaan bagi perusahaan ketika proses wawancara. Dengan begini, Anda bisa menjelaskan pengalaman dan pencapaian secara verbal dan lebih baik.

Memiliki perujuk
Ini bukanlah hal yang wajib; namun memiliki satu orang perujuk yang bisa dihubungi untuk pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut akan memperkuat bahwa fakta-fakta yang Anda sebutkan di resume adalah benar adanya. Perusahaan tidak biasanya menghubungi perujuk, namun berikan saja kesempatan tersebut jika mereka menginginkannya.

Leave a Reply
<Modest Style