Tim Sepak Bola Sekolah Amerika Berkerudung untuk Dukung Pemain

,

Tim sepak bola perempuan sebuah sekolah menengah dari Denver, Colorado memperlihatkan pada dunia makna semangat tim. Afia R Fitriati menceritakan kisah mereka.

17-WP-Football-by-Afia

Terkadang perbuatan baik yang kecil memiliki dampak besar.

Samah Aidah adalah atlet sepak bola di Sekolah Menengah Overland di Denver, Colorado. Tim sekolahnya berada dalam kondisi kurang baik belakangan ini karena mengalami banyak kekalahan melawan tim sekolah lokal lain.

Namun ketika Samah tidak diperbolehkan bermain karena hijabnya, teman-teman satu tim menunjukkan padanya – dan pada dunia – makna semangat tim yang sebenarnya.

Pada 14 Maret, Divine Davis, salah seorang teman setim Samah, mengunggah foto tim sepak bola perempuan Overland ke Twitter. Semua perempuan di foto tersebut tersenyum dalam seragam biru tua mereka. Namun ada sesuatu yang sangat berbeda dari penampilan mereka: semua anggota tim mengenakan kerudung di kepala mereka, serupa Samah yang berdiri di tengah. Kicauan yang muncul bersama foto tersebut berbunyi:

Para wasit tidak mengizinkan Samah bermain mengenakan hijab jadi hari ini kami semua mengenakannya untuk bertanding #lovemyteam #letsamahplay.

Divine dikagetkan oleh ramainya perbincangan dan tanggapan positif yang muncul dari seluruh penjuru dunia karena kicauannya tersebut. Komentar positif di media sosial memuji aksi solidaritas Divine dan timnya. Pengguna Twitter @KiranMK0822 berkicau, “Terima kasih karena membela kebenaran! Dan terima kasih dari pengguna hijab yang bermain bulu tangkis mengenakan hijab!”

Divine, melalui Twitter, menjelaskan kisah di balik foto tersebut. “Rabu, 12 Maret adalah pertandingan pertama kami. Saat itulah wasit mengatakan [Samah] tidak boleh bertanding karena hijabnya, yang menurut mereka berbahaya.”

Samah dilarang bertanding meski badan pengatur sepak bola FIFA telah mengeluarkan peraturan yang mengizinkan penggunaan penutup kepala atas alasan keagamaan saat bertanding.

“Hari berikutnya, kami semua mengenakan kerudung. Kami berfoto sebelum pertandingan dan Samah diizinkan bermain,” ujar Divine. Ia kemudian memutuskan mengunggah foto tersebut ke Twitter karena ingin “memperlihatkan pada teman-teman Twitter apa yang [mereka] lakukan.”

Ia menambahkan, “Menurut saya, tidak masalah perempuan berolahraga mengenakan hijab dan mereka tidak boleh dipertanyakan maupun dilarang. Olahraga apapun itu.”

Meski Overland Trailblazers pada akhirnya tidak memenangkan pertandingan di atas, mereka memenangkan hati banyak orang. Pengguna Twitter @GaelynCrowder, anggota tim lawan yang baru-baru ini mengalahkan tim Overland berkicau, “Kami melawan @DivineDavis (Overland) pekan lalu, wasit tidak mengizinkan seorang anggota mereka bermain karena mengenakan hijab, dan [sekarang] kicauannya tentang kesetaraan ada di mana-mana.”

“Sekolah Menengah Fairview menyampaikan rasa hormat mendalam pada kalian. Kalian sangat berkelas dan berkarakter besar. Cara yang hebat untuk membela kebenaran.”

Sementara itu, Divine justru merasa sangat terkejut dengan begitu banyak respon yang ditujukan pada kicauannya. “Saya pikir gila sekali kicauan saya bisa meledak seperti ini,” ujarnya. “Saya tidak menyangka akan dibaca oleh orang sebanyak ini.”

Leave a Reply
Aquila Klasik