Modest Style

Tetap sehat pasca Ramadhan dengan menjaga kebiasaan

,

Fatimah Jackson-Best menimbang beberapa kebiasaan yang sebaiknya kita hentikan atau justru diteruskan setelah berakhirnya bulan suci Ramadhan.

2503-WP-Fast-by-Sya-Fotolia-02-sm
“Minta satu kurma Medjool dan segelas air ya.” (Gambar: Fotolia)

Ramadhan telah berakhir, namun bukan berarti kita harus melupakan segala sesuatu tentang bulan suci tersebut. Berdasarkan cara melewatinya, Anda mungkin telah terbiasa melakukan beberapa kebiasaan sehat, atau sebaliknya. Dari makan saat larut malam hingga mencoba-coba makanan baru, berikut adalah beberapa kebiasaan yang dapat Anda teruskan atau hentikan.

1. Sarapan. Orangtua Anda benar: sarapan adalah makanan terpenting dalam sehari. Bangun lebih awal untuk sahur (semoga) memaksa Anda memilih makanan yang lebih bergizi dan mengenyangkan untuk membantu Anda melaksanakan puasa. Memakan bubur gandum, gandum utuh, dan karbohidrat kompleks merupakan cara terbaik untuk menahan lapar.

Teruskan: Sempatkan mendapat asupan yang baik di pagi hari. Orang yang sarapan memiliki kemungkinan lebih kecil untuk makan berlebih maupun memilih makanan tidak sehat di sisa hari.

2. Berhenti berolahraga. Memang sulit berolahraga sambil berpuasa (meski masih ada yang melakukannya), dan bahkan lebih sulit untuk berkeringat sebelum pukul 3 pagi dan setelah 8 malam. Namun tubuh kita butuh olahraga; yang dapat membantu melawan depresi, kegemukan, dan tubuh kendur.

Hentikan: Jika Anda berhenti berolahraga saat Ramadhan, kembali biasakan diri Anda berolahraga secepat mungkin. Mulailah berolahraga dua atau tiga kali setiap pekannya selama 30 menitdan kemudian tingkatkan frekuensinya untuk kesehatan optimal.

3. Mengudap kurma sebelum makan. Kita semua tahu nikmatnya rasa kurma setelah seharian berpuasa. Namun tahukah Anda bahwa memakan buah-buahan seperti ini juga dapat membantu memulai proses pencernaan dan membatasi banyaknya makanan yang kita makan?

Teruskan: Kurma selalu enak sepanjang tahun! Ganti kurma dengan variasi buah segar lain untuk vitamin dan mineral lebih.

4. Makan larut malam. Di beberapa bagian dunia, umat Muslim harus berpuasa hingga pukul 9 malam atau lebih, yang artinya makan larut malam menjadi bagian gaya hidup. Belum lagi cemilan tarawih. Makan larut malam mengganggu sistem pencernaan dan dapat berujung pada makan berlebih, yang tidak baik bagi tubuh.

Hentikan: Karena kini Anda dapat makan tiga kali sehari, kembalilah makan malam lebih cepat. Beri lambung waktu dua jam untuk menurunkan makanan sebelum Anda pergi tidur.

5. Makan bersama. Entah mengadakan atau mengikuti buka bersama bulan lalu, kebanyakan dari kita setuju bahwa bagian terindah dari makan bersama adalah adanya teman makan dan pembicaraan yang berlangsung. Makan bersama keluarga dan teman adalah cara yang baik untuk berbagi makanan dan kembali terhubung dengan satu sama lain.

Teruskan: Cobalah lebih sering makan bersama dengan keluarga Anda. Mulailah lebih rutin mengundang orang ke rumah untuk makan bersama. Saling mendekatkan diri melalui makanan merupakan bentuk seni klasik yang tidak pernah ketinggalan zaman.

6. Mencoba makanan baru. Salah satu bagian terbaik dari Ramadhan adalah mendapat variasi menu dengan cara mempelajari budaya lain melalui makanan. Tahun ini saya berkreasi dengan kulit roti beku di supermarket dan masala India yang mudah dibuat. Hasilnya sangat nikmat.

Teruskan: Rutin mengubah berbagai hal menghindarkan dari kebosanan dan memberikan tantangan dapur bagi kita, jadi teruslah jelajahi dunia makanan yang sangat luas!

7. Minum banyak air. Selama berpekan-pekan kita berusaha menjaga hidrasi tubuh sepanjang hari-hari berpuasa yang panas. Minum bergelas-gelas air saat sahur dan berbuka tidak pernah cukup bagi saya, dan saya menyadari bahwa saya lebih memilih segelas air dingin daripada cairan apapun.

Teruskan: Air tidak hanya menghindarkan tubuh dari dehidrasi, namun juga membuat kulit menjadi cerah, melancarkan pencernaan, dan secara umum merupakan cairan paling sehat yang dapat dikonsumsi. Kini setelah memiliki kesempatan untuk minum seharian, pergunakan dengan baik dan isi terus gelas Anda.

8. Rutin berpuasa. Berhenti makan dan minum merupakan kekhasan Ramadhan. Namun terdapat sunnah untuk berpuasa setidaknya sehari dalam sepekan di luar bulan tersebut. Selain itu berpuasa terbukti menyehatkan: studi kesehatan baru-baru ini menunjukkan bahwa berpuasa dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kadar kolesterol.

Teruskan: Cobalah berpuasa pada hari Senin beberapa kali dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan spiritual – keuntungan ganda yang dapat Anda raih dengan berpuasa.

Memang selalu sulit berpisah dengan Ramadhan. Namun, bercermin dari kebiasaan baik dan buruk yang kita lakukan dapat membantu kita hidup lebih baik dan lebih sehat. Ingatlah bahwa tubuh kita memiliki hak untuk diperhatikan. Salah satu haknya terpenting sebenarnya sangat sederhana: rawatlah tubuh kita dengan baik.

Leave a Reply
<Modest Style