Modest Style

Supshot: Karena Foto Lebih Berharga dari Seribu Kata

,

Aplikasi baru ponsel ini memberi lebih banyak alasan untuk bermain dengan kamera smartphone Anda, Afia R Fitriati melaporkan.

[Not a valid template]

Jika Anda mengira jepretan foto makan malam Anda bernilai seribu dolar, Anda mungkin benar.

Supshot adalah aplikasi smartphone yang memungkinkan Anda mewujudkannya.

Aplikasi baru di ponsel ini sekarang hanya tersedia untuk perangkat Apple yang memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan dan menjual foto dari smartphone mereka. Trio pendiri Supshot – Azeem Khan, Neal Gardner dan Logan Spence – berharap Supshot akan ‘menjadi platform rujukan bagi siapa saja di seluruh dunia yang mengabadikan konten yang berharga, dan merasa bahwa foto itu harus dimasukkan ke ranah publik.’

‘Sekarang tidak ada wadah sederhana untuk melakukannya, dan bahkan wadah yang ada seperti CNN iReport tidak benar-benar menawarkan insentif bagi orang untuk melakukannya,’ kata Azeem dalam sebuah wawancara dengan Aquila Style.

Lebih dari sekadar aplikasi untuk transaksi legal konten, Azeem juga meyakini Supshot dapat menjadi alat untuk memberdayakan individu.

‘Bayangkan seorang anak di Suriah atau Mesir mampu berbagi foto dan video dari hal-hal  mencengangkan yang terjadi di sekitar mereka. Ini membuat  orang yang memiliki smartphone mampu mengubah aktivitas ini menjadi peluang bisnis yang menguntungkan (30 dolar – sekitar  Rp 300.000 – adalah jumlah yang banyak bagi penduduk di negara berkembang), dan yang lebih penting, memberi mereka suara untuk mengabarkan kepada orang lain mengenai apa yang terjadi di dalam kehidupan mereka sehari-hari,’ papar Azeem.

Azeem, yang lulus dari Boston University dengan gelar master dalam Ilmu Kedokteran sebelum bertemu Neal, sangat yakin dengan potensi Supshot sampai-sampai ia membatalkan rencananya untuk melanjutkan sekolah kedokteran demi mengembangkan perusahaan rintisan untuk aplikasi ini. Pencerahannya datang setelah peristiwa Badai Sandy dan pengeboman tahun ini di maraton Boston, di mana ia berpartisipasi.

‘Saya mulai memikirkan konteks pentingnya aplikasi seperti ini seandainya dulu sudah ada, dan betapa penting bisa bergerak cepat untuk peristiwa yang terjadi di Amerika maupun di seluruh dunia,’ kenang Azeem. ‘Saya membuat keputusan yang sulit memberitahu ibu saya yang asal Pakistan bahwa alih-alih meneruskan bekerja bersama sekelompok orang dari Harvard… saya justru berhenti untuk bekerja pada perusahaan ini. Anda bisa membayangkan seperti apa situasinya,’ katanya sambil tertawa lepas.

Waktulah yang akan membuktikan apakah Supshot akan sepopuler aplikasi foto lain seperti Instagram atau Flickr. Tapi siapa yang tidak menyukai gagasan memungut dolar untuk setiap foto diri?

Leave a Reply
<Modest Style