Modest Style

Sudahkah Anda Mengenal Calon Pasangan Anda?

,

Tidak ada salahnya berhati-hati dalam mengenal calon pendamping dan tidak begitu saja terbawa emosi, ujar Mariam Sobh.

(Gambar: SXC)
(Gambar: SXC)

Semakin banyak orang yang mencari cinta melalui internet, terutama saat cara-cara yang lebih konvensional tidak berhasil.

Situs perjodohan Muslim semakin berkembang seiring berjalannya waktu; saya yakin hal ini terjadi karena besarnya permintaan.

Perjodohan online adalah alat yang hebat bila dipergunakan dengan benar dan dengan tujuan yang baik pula. Saya memiliki beberapa teman yang berhasil mendapatkan pasangan secara online. Namun hal ini dapat juga disalahgunakan oleh orang-orang yang memang bertujuan menyalahartikan keberadaannya dan menyakiti orang lain.

Dulu, mengenal seseorang melibatkan korespondensi melalui surat, iklan terbuka di majalah, atau referensi teman-teman di luar negeri:

Anda akan menjadi pasangan sempurna bagi seorang lelaki kenalan saya; saya akan menyuruhnya mengirimkan foto dan surat untuk memperkenalkan diri.

Saya tumbuh dengan mendengar kisah-kisah semacam ini. Terkadang kisah tersebut tidak berakhir baik. Hal ini, sayangnya, terjadi pada beberapa mualaf perempuan baru yang, setelah berkorespondensi dengan seseorang yang tidak dikenal, memutuskan menikah di hari mereka bertemu.

Seringkali, saya kira, mereka dibuat percaya bahwa menikah adalah sebuah kewajiban dalam Islam, dan para perempuan ini sangat berniat melakukan “hal yang benar”.

Yang menyedihkan dari kisah-kisah yang gagal adalah bahwa ternyata para lelaki tersebut tidak seperti yang diceritakan di surat-surat mereka. Mungkin teman yang memberikan referensi tidak benar-benar mengenalnya dengan baik (contohnya, ia direkomendasikan oleh teman dari teman lain yang juga mendapat cerita dari teman lain lagi… Anda mengertilah).

Keadaan macam ini berakhir dengan patah hati, kekerasan rumah tangga, perempuan yang meninggalkan Islam karena pengalaman buruk, atau bahkan penemuan bahwa lelaki tersebut telah menikah sebelumnya. Saya yakin sebagian dari Anda mengenal orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa. Dan tentu kejadian ini dapat juga terjadi pada lelaki yang menikahi seorang perempuan lalu menyadari bahwa perempuan tersebut tidak seperti yang diceritakan.

Saya mendorong semua orang yang ingin memilih cara virtual atau menerima referensi dari orang lain bersikap cerdas dalam mencari tahu tentang orang yang akan dijodohkan serta bagaimana mereka sebenarnya.

Misalnya, selalu temui orang tersebut dengan didampingi orang lain, jangan pernah lakukan ini sendiri. Anda dapat berbincang secara pribadi, namun pastikan Anda berada di tempat umum seperti café, dan teman Anda berada dekat-dekat Anda.

Jika teman Anda merekomendasikan orang ini, ada baiknya bertemu mereka secara langsung pula. Ini mungkin tidak mudah dilakukan dalam hubungan jarak jauh, namun saya akan merasa ragu menikahi siapapun jika saya tidak bertemu dengan setidaknya beberapa sanak saudara mereka.

Bahkan sebelum saya bertunangan, saya menyatakan pada suami bahwa saya harus bertemu dengan anggota keluarganya yang tinggal di AS, karena ibunya tinggal di luar negeri. Saya bertemu dengan saudara laki-laki serta saudari iparnya. Saya juga berbincang dengan beberapa anggota keluarganya melalui telepon sebelum kami menikah hingga saya yakin saya memahami keputusan apa yang saya buat.

Dan saya menawarkan padanya untuk berkenalan dengan teman-teman saya dan bertanya tentang saya pada mereka jika ia mau.

Ia mengunjungi saya dan keluarga saya tiap akhir pekan, dan belakangan kami mulai makan malam bersama dan saling mengenal tanpa ada orang yang mendengarkan pembicaraan kami.

Saya juga akan mengajak seorang teman jika kami akan berwisata ke suatu tempat seharian, hanya agar saya merasa nyaman, karena secara teknis ia masih orang asing.

Tentu saja, cerdas tidak selalu berarti Anda tahu apa yang Anda lakukan. Anda bisa saja tumbuh dengan seseorang yang tinggal di ujung jalan dan telah Anda kenal seumur hidup Anda, namun ketika menikah menyadari bahwa Anda tidak memiliki kecocokan, atau bahwa mereka memiliki kehidupan rahasia.

Hal terpenting adalah mengenal seseorang dengan mata terbuka dan jangan mudah terbawa emosi. “Jangan membuat keputusan seumur hidup berdasarkan emosi sesaat” adalah peraturan utama.

Jadilah sosok yang kuat dan percaya diri, dan pahami keinginan Anda saat mencari sosok istimewa teman berbagi hidup. Jangan termakan mimpi dan pastikan Anda memiliki pendukung di sekitar Anda.

Saat Anda tahu Anda merasa nyaman dengan seseorang setelah meluangkan waktu mengenal kepribadian, tingkah laku, dan pilihan hidup mereka, saat itulah Anda boleh terbawa suasana.

Pekan depan, saya akan membahas masalah kencan online dan menjamurnya identitas palsu – mengapa orang-orang melakukannya dan adakah hasilnya. Simak terus.

Leave a Reply
<Modest Style