Modest Style

Seniwati Mengembangkan Tema “Ciptakan dan Sebarkan”

,

Hasta karya adalah spesialisasinya, namun kita akan terhanyut dalam obrolan bersama desainer Khadija Annette tentang bagaimana keindahan mengubah karya seninya.

[Not a valid template]

Moto hidupnya adalah “Cintai apa yang kau miliki”, dan moto ini sesuai untuk seseorang yang menanamkan kecintaan akan keindahan sederhana dalam setiap desainnya. Desainer asal AS, Khadija Anette, pertama kali mencuri perhatian saya saat saya menulis artikel tentang desain berorientasi Islami. Ia sangat layak direkomendasikan, dan saat saya melihat hasil karyanya yang kebanyakan adalah hasil kerajinan tangan berbahan kertas, kain dan bunga-bunga, saya memahami sensasinya.

Namun mari kita kembali ke motonya.

“Ide ini tentang bagaimana seseorang tak membutuhkan banyak benda, namun mereka harus mencintai apa yang mereka miliki,” ujar Khadija, yang kini berkreasi dengan tekstil dari penjuru dunia untuk menciptakan beragam jenis bantal dan hiasan-gantung dinding. Ia juga mengerjakan dekorasi dan desain acara.

Khadija, yang memeluk Islam di tahun 1982 setelah mendalami ilmu sistem politik dan agama saat di bangku kuliah, memang selalu kreatif. Mulai dari menjadi penyelenggara drama-drama di kawasan sekitarnya dan menjahit kostum untuk boneka-boneka saat masih kecil, ia percaya apa yang ia lakukan sekarang adalah variasi bentuk dari tema “ciptakan dan sebarkan”.

“Saya telah terlibat dalam beragam proyek kreatif, termasuk mendekor acara, desain interior, dan mengajar di workshop seni,” ceritanya kepada saya.

Di tahun 2009, Khadija ikut mendirikan Creativity and the Spiritual Path, sebuah program serial yang masih berlangsung, yang mengumpulkan para pekerja kreatif untuk berdiskusi dan saling terhubung. Dan kini ia telah melakukannya secara profesional sejak tahun 1980-an, diawali dengan pekerjaan hasta karya yang terutama berkaitan dengan tekstil dan tanaman.

“Saya melakukan penjahitan khusus dan juga mengkreasikan pernik-pernik dekor dengan rerumputan liar dan tanaman yang dikeringkan sebagai materialnya. Yang saya sukai dari proses pencarian tanaman liar adalah terbukanya wawasan saya akan aneka jenis tanaman liar yang hidup di sekeliling kita yang sebelumnya luput dari perhatian.”

Karya-karya Khadija diinspirasi oleh keindahan, sesuatu yang ia pandang terkait dengan spiritualitasnya.

“Saya meyakini bahwa menghadirkan keindahan ke dunia adalah prinsip dari keyakinan saya yang didasari atas tradisi kenabian: ‘Tuhan Mahaindah dan Ia mencintai keindahan’,” paparnya dengan bersemangat.

“Keindahan bukan sekadar kualitas fisikal yang kasat mata namun juga sesuatu yang terpancar dari tempat lain.”

Walaupun ia mengakui bahwa pendekatannya terhadap kreativitas mendapat pengaruh dari keyakinannya, Khadija tak berminat membahas dengan terlalu mendetail perihal bagaimana Islam secara spesifik mempengaruhi karya-karyanya. Namun, ia tak ragu untuk berbagi pengaruhnya secara lebih umum.

Dan ini termasuk perihal bepergian: “… menemui perbedaan yang ada pada orang-orang, tempat dan cara hidup di seluruh dunia. Semua hal itu selalu membuat saya sangat reflektif.”

Juga perihal alam dan aktivitas menjelajahinya: “Menyatukan diri dengan alam memiliki manfaat membersihkan pikiran dan mengisi jiwa. Kombinasi antara alam dan aktivitas menyusurinya bermanfaat bagi saya dan dari sanalah sebagian besar ide kreatif saya datang. Saya membawa buku catatan kecil dan pena dalam saku sehingga saat inspirasi itu datang saya akan menuliskannya sehingga saya bisa membebaskan pikiran saya lagi untuk kemungkinan datangnya ide-ide lain.”

Sangat mudah untuk menyimpulkan bahwa ia adalah seorang penyendiri, namun Khadija juga memaparkan relevansinya dalam memiliki teman-teman yang kreatif.

“Sangat membantu bagi saya untuk melihat bagaimana rekan-rekan kreatif saya merangkai kreativitas mereka dalam pekerjaan dan kehidupan mereka. Saya belajar dan terinspirasi oleh mereka.”

Khadija mengakui bahwa ia tertarik pada orang-orang yang berkecimpung di dunia hasta karya dan seni praktis – penganyam, seniman keramik, penyulam, seniman pahat, seniman kain perca.

“Saya mengagumi waktu yang mereka berikan untuk menjadi ahli dan dedikasi yang dipersembahkan. Hal lain yang saya hargai adalah bahwa dalam seni praktis tidak dibutuhkan pemahaman, sehingga setiap orang bisa memasukinya.”

Ketakjubannya terhadap bidang seni kemudian menjelaskan ketertarikannya kepada situs-jejaring media sosial yang semakin populer, Pinterest, papan pajang virtual di mana para pekerja kreatif bisa tenggelam menikmatinya. Dia tak berpanjang-kata saat menjelaskan kecintaannya kepada Pinterest, cukup berujar bahwa situs itu adalah “tempat yang sempurna bagi orang-orang visual”.

Saat ini, Khadija juga berbagi cinta secara online lewat dua blognya: Ramadan Joy dan A Beautiful Bridge.

Yang disebutkan terakhir adalah blog terbarunya dan dimaksudkan untuk mengumpulkan orang-orang dari berbagai latar belakang minat dan tempat terkait dengan keindahan dalam kehidupan. Ramadan Joy berfokus mencipta dan berbagi proyek, ujar Khadija, menambahkan bahwa situs itu adalah “sebuah jembatan kreatif untuk menghimpun mereka yang datang dari berbagai negara, budaya dan tradisi menjadi satu kesatuan.”

“Awal mula saya memulai situs tersebut karena hanya sedikit proyek yang indah dan berkualitas untuk Ramadhan. Selama bertahun-tahun cakupan konsumennya meluas, bukan hanya keluarga muslim namun juga keluarga dengan latar belakang keyakinan-campur, keluarga yang menginginkan untuk memberikan pengalaman multikulural dalam kehidupan putra-putri mereka dan orang-orang yang sekadar mencintai ketrampilan hasta karya.”

Lebih jauh tentang menjadi kreatif:

Apa yang menurut Anda paling menantang dalam proses kreatif?

Waktu. Memberikan apa yang dibutuhkan bagi setiap proyek dan setiap langkah-langkahnya serta tidak melakukannya dengan terburu-buru.

 Apa yang menjadi bagian terbaiknya?

Apa yang saya sukai adalah proses mengolah konsep dari sebuah proyek. Inspirasi dan visi awal, kemudian memperkayanya dengan detail di atas kertas sebelum memulainya.

Apakah menurut Anda visi asli Anda telah banyak berubah saat berkreasi, atau sengaja membiarkannya mengalir saja?

Visi awal bisa berubah seiring proses yang berjalan. Saya biasanya benar-benar menyiapkan apa yang saya inginkan sebelum saya memulai kerja riilnya, namun dengan sedikit perubahan di awal sehingga saya tidak perlu untuk berpegang pada ide aslinya, dan saya bebaskan ide itu mengalir dan mewujud menjadi sebuah karya.

Apakah Anda memiliki sebuah karya favorit dari keseluruhan koleksi yang ada?

Menurut saya hasil karya yang paling saya sukai adalah yang saya ciptakan bagi anak-anak saya saat mereka masih kanak-kanak. Karya-karya itu dipenuhi rasa cinta dan makna yang dalam dan memberikan saya kebahagiaan.

Kunjungi situs-jejaring Khadija untuk mengetahui lebih jauh tentang karya-karya seninya

Leave a Reply
<Modest Style