Semarak Hari Raya bersama Embellish

,

Sepulang dari sebuah liburan yang begitu berkesan, kecintaan perempuan ini pada kerajinan tangan dan hari raya mendorongnya merintis perusahaan dekorasi Islami. Oleh Fatimah Jackson-Best.

[Not a valid template]

Thailand, Turki, dan kedua anaknya adalah inspirasi di balik usaha kerajinan tangan Nada Hasanee-Eisa. Pendiri bisnis dekorasi online Embellish ini baru saja memasuki pasar dengan koleksi Ramadhan dan Ied, yang memadukan kecintaannya akan desain dan latar belakang keagamaan untuk memamerkan sisi kreatifnya sekaligus membantu umat Muslim untuk lebih terlibat dalam hari raya keagamaan.

Hasil dari perpaduan ini adalah tiga lini koleksi pertamanya: Lanterns and Lace, Rustic Chic, dan Colour me Confetti.

“Inspirasi pertama saya berawal di Turki untuk Lanterns and Lace. Saya terkesan dengan penggunaan pola geometris dalam kesenian Islami Turki. Rustic Chic terinspirasi dari kunjungan saya ke sebuah pasar Thailand bernama Chatuchak. Ada banyak sekali bahan-bahan alami seperti tali rami, anyaman, daun kelapa, rotan, daun pisang, dan kelapa. Dan putri saya Hana memberitahu bahwa semua anak menyukai warna pelangi, hingga muncullah lini Colour me Confetti.”

Koleksi ini juga hasil dari didikan yang diterima Nada. Sebagai satu-satunya anak perempuan dari keluarga imigran Thailand di Kanada, ia juga terdaftar di sekolah dasar Islam, yang memperkenalkannya ke kebudayaan berbeda. Latar belakang multibudaya ini memberinya kesempatan untuk menyaksikan bagaimana umat Muslim yang begitu beragam memperingati hari raya.

“Saya mendengarkan kisah tentang negara-negara Timur seperti Mesir, Pakistan, dan Malaysia merayakan Ramadhan dan Ied dengan cara-cara yang indah. Ketika memiliki anak, barulah saya menyadari bahwa kami bisa saja ikut merayakan hari raya ini namun dengan sedikit sentuhan Barat.”

Ia mulai membuat kerajinan tangan untuk mendekorasi rumahnya sendiri, yang menghasilkan kalender bergaya penyambutan Ied dan dekorasi Ied yang terinspirasi dari musim gugur. Hal ini mencuri perhatian teman dan keluarga di jejaring media sosialnya; mereka bersemangat menantikan apa lagi yang akan ia hasilkan.

“Tahun demi tahun, saya merasa diri saya, anak-anak, dan bahkan orangtua saya mulai merasa gembira mendekati Ied. Ide Embellish muncul ketika saya berada di Turki, dan sedang menikmati keramik-keramik yang disusun sedemikian rupa membentuk ayat Qur’an dalam desain bunga. Saya juga ingin mengekspresikan cinta saya untuk agama dan hari raya pada anak-anak dan orang-orang yang merayakan bersama saya.”

Liburan yang berkesan ini mengingatkannya bahwa seni dan keindahan itu penting dalam tradisi Islam dan dapat membantu kita mengingat Tuhan. Saat Ramadhan, ketika umat Muslim melalui siang hari tanpa makan dan minum, hikmah di balik perbuatan kita dapat diperoleh dari berbagai sumber termasuk lingkungan sekitar – kalau begitu mengapa tidak menyemarakkannya?

Meski begitu, bahkan dengan niat terbaik di hati pun, akan ada saja di antara kita yang menganggap dekorasi Ramadhan dan Ied tidak dapat diterima atau tidak Islami. Cara pandang Nada terhadap masalah ini merujuk pada contoh-contoh kasus bersejarah dan kontemporer yang menunjukkan sebaliknya

“Tidak ada yang tidak Islami dari dekorasi yang membangkitkan semangat keagamaan di rumah kita. Dalam sejarahnya, kaum Ottoman akan menghiasi masjid mereka dengan keramik yang dicat tangan dan mengeksplorasi cara-cara baru untuk meningkatkan keindahan dan fungsi arsitektur mereka. Bahkan di Mekkah kini, Masjidil Haram terus diperindah. Para seniman mengekspresikan kecintaan mereka pada Islam melalui seni.”

Ia juga percaya tugas orangtua Muslim-lah untuk memberikan pilihan bagi anak-anak mereka, yang jika tidak begitu justru hanya akan dihalang-halangi untuk berpartisipasi dalam perayaan semacam Natal atau Halloween.

“Kita tidak dapat melarang mereka mengambil bagian dalam perayaan ‘lain’ begitu saja. Kita tidak seharusnya menjadi masyarakat yang sekadar menunjuk apa-apa saja yang tidak dapat dilakukan anak-anak kita, namun tidak memberi mereka pilihan. Saya ingin anak-anak dan keluarga saya bersemangat menyambut Ied dan Ramadhan, dan saya yakin ada orang-orang yang berpikiran sama.”

Sebagai seorang pengusaha baru, Nada telah meluangkan banyak waktunya mempelajari seluk beluk industri ini dan merangkai produknya untuk memenuhi keinginan pembeli.

“Dengan seizin Allah SWT, saya berencana menyiapkan beberapa ide baru untuk Idul Adha mendatang. Saya sudah memiliki bayangan untuk salah satu lini dekorasi dan mencari-cari bahan serta sumber. Saya ingin menciptakan lebih banyak dekorasi untuk hari raya dan mulai mengembangkan kreasi untuk anak.”

Sedikit demi sedikit, Nada telah menghiasi hidup kita dengan warna dan tekstur dan mengingatkan kita bahwa ibadah dapat dilakukan dalam berbagai bentuk. Sementara itu, Nada terus berkreasi untuk menghias rumah kita, untuk merepresentasikan beragam kebudayaan yang membentuk masyarakat Muslim dunia.

Leave a Reply
Aquila Klasik