Modest Style

Sehari Bersama Pendiri Label I.K.Y.K

,

Zinah Nur Sharif berbincang dengan Anandia Harahap dari Jakarta, desainer muda di balik label fashion I.K.Y.K, di suatu sore yang cerah di London.

Sewaktu kecil, Anandia Harahap sering menemani ibunya berbelanja bahan kain. Di sanalah dia berkesempatan untuk melihat proses desain secara keseluruhan, mulai dari memilih bahan yang tepat hingga mengubahnya menjadi pakaian jadi nan menawan. Pengalaman masa kecil ini, menurutnya, telah menanamkan sense of fashion dalam dirinya, mengajarkan dia beragam jenis bahan kain serta mengembangkan pemahaman yang intuitif terhadap jiwa desain. Ia mengungkapan bahwa orang yang paling banyak memengaruhi dan menginspirasinya sepanjang waktu adalah sang ibu, orang yang senantiasa mendampinginya — bertindak sebagai penyemangat, teman sekaligus ilhamnya.

Mimpi Anandia adalah menciptakan koleksi busana nan cantik yang mengekspresikan gaya eksentriknya: tidak terlalu feminin maupun maskulin, melainkan sedikit boyish. Dia ingin baju-bajunya dapat menyampaikan kegandrungannya akan mode serta  mewujudkan gairahnya untuk mendandani orang lain dengan rancangannya. Bisa mengenakan busana dari labelnya dan mengelola bisnis sendiri — yang terinspirasi dari berbagai hal yang sangat disukainya — hanya merupakan bonus baginya.

Walaupun ikut memengaruhi masa kecilnya, pada awalnya Anandia tidak mengejar gelar di bidang fashion. Kariernya malah dimulai di dunia periklanan. Setelah memperoleh gelar di bidang desain grafis, dia mulai bekerja di biro periklanan LOWE sebagai art director. Akan tetapi, dia langsung sadar sedang menuju arah yang salah, lalu berhenti untuk fokus terhadap apa yang benar-benar diinginkannya: fashion. Tak lama setelah itu, koleksi pertama I.K.Y.K (I Know You Know), dengan judul I.K.Y.K Secret Revealed, dirilis pada tahun 2011.

Anandia menciptakan berbagai busana yang merefleksikan identitas gayanya dengan menggunakan desain yang tidak umum serta siluet nan unik yang sangat nyaman. Inspirasi untuk setiap koleksinya berasal dari perpaduan suasana hati dan intuisinya. Anandia tidak peduli terhadap apa yang sedang menjadi mode atau tidak, tidak pula mencoba untuk meramalkan tren. Dia percaya bahwa kunci dan pedoman desain yang baik berasal dari pemahaman fundamental terhadap fashion.

[Not a valid template]

Diakui Anandia, keinginannya untuk memiliki label fashion sendiri mungkin memang bermula dari angan-angan yang naïf.  Walau demikian, untungnya, dia memiliki cukup keyakinan terhadap diri sendiri untuk mewujudkan impiannya. Meskipun baju-baju I.K.Y.K untuk saat ini baru bisa dibeli melalui toko online resminya, tapi koleksinya sudah mencapai sejumlah toko online internasional. termasuk monoco.jp yang terkenal.

Tentu saja, perjalanan yang harus ditempuh Anandia tidak selalu mulus, menyenangkan, berhiaskan pelangi dan matahari. Dia seketika mengakui, seperti profesi lainnya, memulai bisnis sendiri penuh dengan kerja keras dan kesulitan, tapi juga kebanggaan dan prestasi. Bagaimanapun juga, apa yang lebih memuaskan dari menyaksikan cita-cita yang terwujud?

Berkat dedikasi dan dukungan keluarga, Anandia mungkin telah mencapai apa yang awalnya ditetapkannya untuk dilakukan, tapi dia masih mempunyai banyak keinginan. Harapannya adalah menjadikan I.K.Y.K label yang lebih terkenal dan lebih baik. Saat diminta untuk membayangkan keberadaan brand-nya lima tahun dari sekarang, Anandia pun menyebutkan toko online besar dan terkemuka: Urban Outfitters. Kami mendoakan kesuksesannya!

Semua foto oleh Zinah, kecuali dinyatakan lain.

Leave a Reply
<Modest Style