Modest Style

Sebuah Kidung untuk Banjir Jakarta

,

Setiap tahun, ibu kota Indonesia berubah menjadi kolam renang raksasa, menampilkan daya tahan dan semangat luar biasa dari warganya. Oleh Afia R Fitriati.

Seorang perempuan menggendong anak lelakinya di bahu ketika melewati banjir di sebuah kampung di Jakarta Selatan pada banjir tahun lalu, 5 Maret 2013. AFP Photo/Bay Ismoyo
Seorang perempuan menggendong anak lelakinya di bahu ketika melewati banjir di sebuah kampung di Jakarta Selatan pada banjir tahun lalu, 5 Maret 2013. AFP Photo/Bay Ismoyo

Apa yang tidak disukai dari Jakarta? Penduduk kota ini sangat mencintai kotanya hingga mereka rela terjebak macet berjam-jam setiap hari saat pergi bekerja, sekolah, atau pergi ke salah satu pusat perbelanjaan yang terlalu banyak di kota megapolitan ini.

Ah ya, mal-mal itu. Kita mengutuk mereka sebagai simbol konsumerisme tapi tetap saja kita sering mengunjungi mereka. Bagaimanapun, di mana lagi kita bisa memamerkan tas Birkin imitasi kita yang terbaru? Tentu saja kita tidak bisa berharap para pedagang daging di pasar becek menghargai bagaimana susah payahnya kita menata kerudung motif houndstooth agar selaras dengan tas kita bukan?

Kita juga senang menyalahkan pusat perbelanjaan karena banjir tahunan yang kita alami. Mereka mengambil banyak sekali ruang publik sehingga bahkan air hujan pun tidak bisa mengalir, sehingga air terakumulasi di jalanan. Ketika datang musim hujan di Januari dan Februari, ibu kota tercinta kita pun berubah menjadi kolam dangkal raksasa — jika kita beruntung. Kadang-kadang, seperti tahun ini dan tahun lalu, ia menjadi menjadi kolam renang malapetaka yang meminta korban jiwa.

Wisatawan pencinta air wajib mengunjungi Jakarta sekitar saat-saat ini. Di mana lagi di dunia Anda disambut dengan begitu banyak air dari sejak Anda mendarat di bandara? Pastikan Anda membawa sepasang sandal jepit, karena bahkan presiden pun mengenakannya selama masa sukacita ini. Jika Anda beruntung, Anda bahkan bisa berenang atau mengapung di perahu penyelamat sepanjang jalan dari bandara ke hotel Anda. Siapa yang butuh taksi?

Tetapi hal yang paling mengagumkan dari banjir tahunan Jakarta — dan saya benar-benar serius kali ini — adalah semangat warga Jakarta. Tidak hanya kita menghadapi bencana alam ini setiap tahun dengan kekuatan dan daya tahan yang mengagumkan, kita juga tidak pernah gagal untuk mengulurkan kebaikan bagi mereka yang rumahnya terendam banjir. Saya menundukkan kepala dengan kekaguman dan rasa hormat pada pekerja sosial, anak sekolah, ibu rumah tangga, dan juga para profesional yang — dengan segala keterbatasan — menyisihkan waktu, uang dan tenaga mereka untuk membantu mereka yang membutuhkan selama masa darurat ini. Sebagai orang yang telah melihat dan menjalani kerasnya hidup di Jakarta selama tujuh tahun terakhir, saya mengerti apa arti pengorbanan Anda.

Setelah banjir surut, warga Jakarta pun kembali ke kehidupan mereka dan memulai segalanya dari awal kembali. Maka kehidupan ibu kota pun bergerak kembali dengan tas Birkin imitasi, pusat perbelanjaan, kemacetan yang mengerikan dan berton-ton sampah yang dibuang setiap hari ke Sungai Ciliwung. Seolah-olah setiap orang telah lupa bahwa banjir pernah terjadi! Sampai tahun baru tiba dan siklus ini pun berputar kembali.

Mengingat semangat pemaaf dan murah hati yang dimiliki warga Jakarta, apa yang tidak dicintai dari Jakarta?

Leave a Reply
<Modest Style