Modest Style

Saat budaya hip-hop dan kaligrafi Arab beradu

,

Temukan subbudaya global pencampuran Muslim dan ekspresi kreatif yang seru dan terus berkembang. Jonathan Wilson membahas apa yang disebutnya “calligraff bléd’ art: wildstyle hip-hop Arabesque Franglais fusion-chic”.

0402-WP-Calligraff-Bledart-by-Jonathan

Pekan lalu saya mengunjungi kota Perancis Marseilles di pesisir Mediterania. Saya ditemui oleh Ezzedine Ghlamallah, sahabat sehati baru sejak pertemuan kami di World Islamic Economic Forum ke-9 di London tahun lalu. Saya ingin mengambil foto kampung halamannya yang indah, menyantap makanan enak, dan melahap pengetahuan seputar keuangan, kesenian, sepak bola, pétanque, dan hip-hop Islami.

Marseilles merupakan kota Perancis terbesar kedua, dan riset menunjukkan bahwa lebih kurang sepertiga penduduknya adalah Muslim. Pada 2012 BBC dan National Geographic melaporkan bahwa Marseilles dapat menjadi kota dengan mayoritas Muslim pertama di Eropa Barat. Marseilles juga merupakan penggerak dan asal fenomena hip-hop Perancis.

Benteng Saint-Jean, satu dari banyak situs bersejarah di Marseilles.
Benteng Saint-Jean, satu dari banyak situs bersejarah di Marseilles.
GlosariumArabesque: Desain ornamental yang terdiri dari alur garis simpul, pertama kali ditemukan dalam dekorasi Arab atau MoorArgot: Kata yang berasal dari bahasa Perancis yang mengacu pada sejenis istilah pergaulan yang digunakan oleh “anggota kelompok” sebagai semacam bahasa rahasia untuk mengasingkan orang luarBilad: Bahasa Arab untuk tanah kelahiran, atau negara asalBlédard: Istilah pergaulan bahasa Perancis Afrika Utara yang berasal dari kata Arab bilad. Merupakan istilah peyoratif yang dipergunakan seperti FOB (fresh off the boat = baru turun kapal) atau “Freshie (masih segar)”, mengacu pada imigran yang terlihat berbeda karena belum menyelaraskan diri dengan baik ke dalam praktek budaya atau pola pikir negara atau tempat tinggal barunya

Bléd’art: permainan dari istilah blédard yang mengacu pada karya seni yang merayakan pencampuran budaya Afrika Utara dan Muslim dengan budaya hip-hop populer.

Bom: membom, atau memukul, merupakan istilah grafiti untuk melukisi sebanyak mungkin permukaan di sebuah wilayah.

Kaligraf / kaligrafiti: kata portmanteau yang menggabungkan kaligrafi dan grafiti. Istilah untuk kaligrafi Islam yang ditulis dengan gaya grafiti hip-hop.

Franglais: Jenis bahasa Perancis yang menggunakan banyak kata dan idiom pinjaman dari bahasa Inggris

Hip-hop: Lebih dari sekadar genre musik, hip-hop merupakan bentuk artistik dari ekspresi diri, kritik sosial, filosofi, dan gaya hidup yang berasal dari subbudaya urban marjinal di antara Amerika Afrika dan Latin di Bronx Selatan, Harlem, dan New York City pada masa 1970an. Dasar budaya hip-hop tradisional terletak pada empat elemen: deejaying (mixing, sampling, dan scratching rekaman), emceeing (nge-rap), breaking atau B-boying (breakdance), dan bombing (seni grafiti). (Lebih lanjut di salah satu tulisan riset saya.)

Wildstyle: bentuk grafiti yang sangat bergaya, rumit, dan membingungkan yang berciri khas huruf dan bentuk yang saling mengait dan menimpa, yang seringkali sulit dibaca.

Perancis merupakan salah satu tempat yang misterius bagi saya, sebagai seorang lelaki Muslim Skotlandia dari Manchester. Ya, Perancis adalah tetangga kami; saya menghabiskan waktu bertahun-tahun mempelajari bahasanya; saya dikelilingi teman-teman Perancis dan Afrika Utara di London. Meski begitu, saya teringat ada banyak hal yang sangat berbeda antara negara-negara kami. Berikut tiga diantaranya:

Pengalaman Muslim etnis: Di Inggris, kebanyakan Muslim berasal dari subbenua India. Muslim Perancis seringkali berasal dari Afrika Utara, dan mereka membawa sendiri praktek kebudayaan dan pemaknaan Islam mereka, yang dapat dilihat di keseharian mereka. (Penjelasan lengkap tentang hal ini akan membutuhkan artikel tersendiri!)

Pengalaman gaya hidup Muslim: Pemaknaan dan pola pikir masyarakat yang lebih luas tentang perdebatan integrasi, pluralisme, dan multikulturalisme di Inggris dan Perancis sangat berbeda. Di Inggris, halal digunakan sebagai cara bagi Muslim Inggris tidak hanya untuk urusan pribadi namun juga untuk berhubungan dengan masyarakat yang lebih luas dan menyelaraskan diri. Sebaliknya di Perancis, halal dianggap sebagai penghalang bagi Muslim untuk menyelaraskan diri dan, bahkan lebih parahnya, dicurigai oleh sebagian orang – sebagai taktik hegemoni dan dakwah. Selain itu, mengenakan hijab di Perancis itu sulit, terutama jika penggunanya ingin mendapat pendidikan atau memiliki karir. Di Inggris, keadaannya sama sekali tidak seperti itu. Di universitas saya di London, misalnya, terdapat sangat banyak hijabi dan terkadang juga niqabi (perempuan bercadar).

Hubungan dengan Arab: Muslim Afrika Utara di Perancis berbahasa Arab, sedangkan Muslim di Inggris seringkali tidak. Ini artinya, di Perancis, bahasa Arab tidak hanya sebatas untuk ibadah sebagaimana adanya di Inggris, namun juga digunakan sebagai bahasa tidak resmi sehari-hari, misalnya dalam argot atau musik.

Ketiga hal di atas, bagi saya, merupakan alasan mengapa hip-hop menjadi zeitgeist bagi pemuda Muslim – terutama di Perancis dan Afrika Utara. Pengalaman urban, tekanan sosial, dan pengasingan, dan tentunya juga keindahan, rima, dan ritme artistik sama-sama hadir baik dalam budaya Islam dan hip-hop.

Menelusuri kota Marseilles, Anda dapat melihat grafiti di mana-mana – di gedung, papan petunjuk, dan bahkan permukaan batu. (Lihat galeri di bawah untuk beberapa contoh grafiti di Perancis). Ekspresi ini merupakan sebuah indikasi kondisi kaum etnis Perancis dan minoritas Muslim. Mengingatkan saya pada New York tahun 1980an. Jika Anda ingin merasakan sentuhan masa lalu, tonton kedua film ini: Wild Style and The Warriors.

[Not a valid template]

Dengan penerimaan halal di Inggris, di mana restoran, gerai makanan cepat saji dunia, dan supermarket melihat peluang mendapat keuntungan di masa resesi, saya bertanya-tanya: apakah semua Muslim Inggris telah menjadi eksekutif? Kami memiliki pengusaha yang telah mengambil alih pab dan mengubahnya menjadi bar shisha dan jus bebas alkohol dengan panggung untuk emcee dan pujangga, seperti D’Gaf. Kami memiliki Halal Food Festival yang sangat populer yang turut menampilkan chef selebriti TV. Kaligrafiti muncul di atas kanvas berpigura, yang disimpan di dalam rumah Muslim muda berpendidikan. Apakah hal tersebut mengubah makna karya seniman seperti eL Seed dan lain sebagainya?

Dalam masyarakat AS, hip-hop telah menjadi bagian arus utama, bahkan menjadi bagian dari pembangunan di beberapa tempat. Anda dapat melihat seniman rap sebagai dosen tamu di kelas-kelas universitas, sebagai pengusaha yang diwawancarai oleh berita bisnis, dan bahkan sebagai pendukung politik untuk Obama.

Sedangkan di Perancis dan Afrika Utara, hip-hop masih berada di bawah tanah, berani, dan nyata – seperti halnya hip-hop pesisir timur Amerika tahun 90an, sebelum dijadikan alat pemasaran untuk penjualan film (dengan lebih banyak musik yang terjual daripada film).

Jadi bagi saya, dalam berbagai hal, dunia musik Perancis dan Magribi terasa seakan berada dalam selubung waktu. Saya merasakan semangat yang sama seperti yang saya rasakan saat bersekolah dan berkuliah di tahun 90an. Musiknya merupakan ekspresi mentah  yang mencerminkan ketidakadilan berkelanjutan tentang bagaimana minoritas etnik dan Muslim diperlakukan dan dipandang di wilayah tersebut.

Namun begitu, kaligrafiti merupakan wildstyle yang dibawa ke tingkat selanjutnya. Kaligrafiti bersifat tradisional, modern, dan bahkan sekaligus lebih tua dari tradisi, karena bertujuan melestarikan tradisi dan aturan kaligrafi Islami tradisional. Dan itulah mengapa seniman Muslim mendapat undangan untuk menguasai dunia, dengan bentuk lain pengeboman pasifis di mana kaleng cat semprot menjadi senjata yang lebih kuat.

Seniman kaligrafiti eL Seed menunjukkan kebolehannya di sebuah terowongan di Doha.
Seniman kaligrafiti eL Seed menunjukkan kebolehannya di sebuah terowongan di Doha.

eL Seed, seorang seniman Perancis yang saya wawancarai baru-baru ini, contohnya. Ia dan karyanya mewakili bléd’art, semangat ekspresi hip-hop yang lahir dari perjuangan. Hal ini menggambarkan bagaimana menjadi blédard dapat dipergunakan dalam cara yang gaul dan jauh lebih santai. Dalam banyak hal kita melihat sebuah kisah tentang dua pengalaman urban yang berbeda: semangat eL Seed berbeda dengan jiwa bebas Amenakin, memajukan pergerakan fesyen halal yang sedang populer dan perdagangan, di mana ia juga telah menjadikan chic sebuah blédard.

Keduanya telah dengan sedemikian rupa membuat dunia arus utama tidak memandang hanya karena didorong rasa penasaran karena karya mereka dianggap aneh atau bahkan eksotis. Karya mereka juga merupakan pencampuran gaya yang liar, dengan dua kekerenan yang menyatukan hal-hal terbaik dari Timur dan Barat, atau apa yang saya lebih suka sebut dengan Barat dan sekitarnya, agar kita tidak melupakan pentingnya Afrika dalam hal ini.

Pernyataan: Terima kasih kepada Ezzedine Ghlamallah yang telah memperlihatkan Marseilles pada saya, memperkenalkan saya pada istilah gaul Magribi, dan mengambil bagian dalam rangkaian wawancara dalam perjalanan dan dalam restoran khas Perancis. Juga terima kasih kepada Mohammed AliQasim ArifRuh Al-Alam, dan Weeno.

 

Leave a Reply
<Modest Style