Modest Style

Ramadhan dalam Perjalanan

,

Meski musafir diperbolehkan tidak berpuasa, sebagian memilih untuk tetap melakukannya, tulis Alayna Ahmad.

1002-WP-Alayna-en-route-SXC-smBanyak orang di seluruh dunia tahun ini akan mengalami Ramadhan sambil bepergian – baik untuk bekerja, belajar, atau berwisata. Meskipun puasa tidak wajib bagi musafir, memilih untuk berpuasa saat dalam perjalanan terserah pada kita, meskipun kita bisa mengganti puasa di lain waktu. [i]

Beberapa tahun yang lalu, saya bepergian dari London ke Lahore dengan keluarga saya selama beberapa hari terakhir bulan Ramadhan untuk melewatkan Idul Fitri bersama saudara-saudara kami di Pakistan. Perjalanan saya membawa saya dari London ke Bangkok dan kemudian dari Bangkok ke Lahore. Meskipun saya berhasil tiba di Pakistan sehari sebelum Lebaran, perjalanan itu amat melelahkan.

Pada hari perjalanan kami, orangtua saya memutuskan untuk berpuasa. Mereka bangun untuk sahur dan makan seperti biasa. Saudara-saudara saya dan saya, sebaliknya, memutuskan untuk tidak berpuasa. Perjalanan pesawat membuat saya mual jadi saya pikir lebih baik makan sesuatu untuk menjaga kekuatan saya.

Saya ingat hari itu hujan membasahi London ketika kami berangkat ke Bandara Heathrow. Saya senang akan terbang ke langit biru cerah. Orangtua saya telah menghitung waktunya dengan cermat. Kami akan tiba di Lahore beberapa hari sebelum Idul Fitri dan saya akan dapat berbelanja kebutuhan Idul Fitri dengan keluarga saya. Namun, nasib memiliki rencana sendiri dan perjalanan kami tertunda.

Ketika kami tiba di bandara, kami mendapati British Airways kekurangan staf dan tidak mampu melayani check-in penumpang tepat waktu untuk penerbangan mereka. Saya dan keluarga termasuk orang-orang tak beruntung yang ketinggalan pesawat dan harus dialihkan pada hari berikutnya melalui Bangkok, karena tidak ada penerbangan langsung ke Pakistan yang lowong.

Malam itu, maskapai membayari hotel dan makanan kami. Orangtua saya kelelahan menunggu di bandara dan berbicara kepada staf bandara.

Ketika kami duduk di meja makan hotel untuk berbuka puasa, orangtua saya mengatakan kepada kami bahwa Allah tidak pernah menolak puasa dan doa orang yang bepergian. Mereka menganjurkan kami untuk berdoa dengan niat murni dengan harapan bahwa apa pun yang kami minta akan dikabulkan di dunia ini atau di akhirat kelak.

Nabi Muhammad diriwayatkan bersabda, ‘Tiga doa yang terkabul tanpa keraguan. Doa orang yang dizalimi, doa para musafir, dan doa orangtua untuk anaknya.’ [ii]

Hari berikutnya kami datang lagi ke bandara untuk mengejar penerbangan kami ke Bangkok. Sekali lagi, hanya orangtua saya yang berpuasa dalam keluarga kami. Begitu naik pesawat, kami dikabari bahwa penerbangan itu ditunda lagi beberapa jam. Kami semua lelah dan gelisah. Saya merasa kasihan kepada orangtua saya karena perjalanan ini melelahkan mereka.

Sekitar 15 jam kemudian, kami akhirnya mendarat di Bangkok. Orangtua saya berbuka puasa di pesawat sesuai dengan waktu London dengan air. Karena tidak ada pilihan vegetarian pada menu di pesawat dan semua makanan mengandung babi, kami harus menunggu sampai tiba di Bangkok untuk makan sesuatu. Lelah, dehidrasi, dan kelaparan pada saat kedatangan, kami akhirnya berhasil juga makan.

Berjam-jam kemudian, kami tiba di Lahore sehari sebelum Idul Fitri. Tidak cukup waktu untuk membeli hadiah yang saya niatkan akan saya berikan untuk kerabat dan teman-teman saya. Secara keseluruhan, hari itu serba terburu-buru. Tapi kepuasan sampai di rumah pada waktunya untuk Idul Fitri dan menikmatinya bersama kakek-nenek saya membuatnya tak ternilai.

Meskipun orangtua saya memiliki keberanian untuk berpuasa selama perjalanan, saya bisa mengatakan hal ini menguras energi mereka. Namun berkat karunia Allah, mereka dapat bertahan. Mereka tidak memaksa saya dan saudara-saudara saya untuk berpuasa bersama mereka. Pilihannya terserah kami dan kami memiliki alasan tersendiri ketika memutuskan untuk tidak melakukannya.

Orangtua saya bilang lebih baik berpuasa kalau kita tahu kita mampu menjaga kondisi dalam menjalaninya. Jika ada satu dan lain alasan kita tidak dapat melakukannya, lebih baik tidak berpuasa sama sekali dan menggantinya di lain waktu.

Saya selalu menghargai nasihat ini. Doa saya untuk semua musafir selama bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.

 

[I] Qur’an 2:184.

[Ii] Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di Riyad as-Salihin, tersedia di sini.

Leave a Reply
<Modest Style