Modest Style

Ramadhan, Bulan Penyesalan dan Rahmat

,

Afia R Fitriati mengingatkan kita untuk melepaskan penyesalan di masa lalu dengan renungan dari Surat 23, Al-Mu’minun.

Foto: Stockvault
Foto: Stockvault

Bahkan orang terbaik dari kita pernah melakukan sesuatu di masa lalu yang menimbulkan rasa sesal setiap mengingatnya.

Saya tidak terkecuali.

Kadang-kadang, saya berharap hidup dilengkapi dengan tombol ‘undo‘ atau ‘delete‘ yang akan memungkinkan saya memperbaiki kekeliruan di masa lalu. Tetapi satu hal tentang kehidupan adalah, tidak peduli betapa besar keinginan kita, kita tidak pernah bisa memutar kembali waktu. Kita tidak berdaya ketika dihadapkan dengan masa lalu. Apa pun yang telah terjadi tetap terjadi dan kita harus hidup dengan konsekuensi tindakan kita – entah kita menyukainya atau tidak.

Tapi di sisi yang lain, kita, selama masih hidup, memiliki kesempatan untuk membentuk masa depan. Tidak peduli siapa atau bagaimana diri kita kemarin, setiap fajar di hari yang baru berarti Tuhan memberikan kita kesempatan lain untuk menjadi orang yang lebih baik. Menjadi orang yang Tuhan inginkan.

Namun bagi banyak dari kita, hantu masa lalu kadang-kadang seperti kekuatan perkasa yang menghalangi kita untuk menyadari diri baru yang kita cita-citakan. Kekuatan ini mengolok-olok kita dari sudut terpencil dalam pikiran kita: ‘Kamu tidak layak untuk menjadi lebih baik karena kamu telah melakukan ini dan itu di masa lalu.’

Ketika kita memiliki pikiran seperti ini, marilah kita mengingatkan diri kita pada sebuah ayat dalam Al Qur’an:

‘Dan, katakanlah (Muhammad), “Ya Tuhanku, berilah ampunan dan rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik.” [23:118]

Kita mungkin tidak memiliki tombol ‘delete‘ untuk catatan kesalahan kita di masa lalu, tapi Yang Maha Pengasih memilikinya. Untuk Tuhan, tidak ada yang mustahil jika kita meminta-Nya. Hanya Tuhan yang bisa menghapus masa lalu yang penuh aib, kebencian, kemarahan, dendam, dan penyesalan.

Mengetahui bahwa rahmat Tuhan selalu terbuka untuk kita adalah salah satu berkah terbesar, karena ini meringankan langkah-langkah kita dan memberi kita keberanian dan kepercayaan diri untuk bergerak maju menjelang masa depan yang cerah.

Pada Ramadhan, bulan penuh rahmat ini, mari kita meminta dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan untuk berkah yang indah ini.

Leave a Reply
<Modest Style