Modest Style

Perjalanan menemukan jati diri

,

Melajang bukanlah sesuatu yang buruk – malahan, melajang membantu Shea Rasol memahami dirinya dengan lebih baik.

0601-WP-Single-by-Shea-Pixabay
Gambar: Pixabay

Resmi sudah: di lingkaran pertemanan saya, saya adalah perempuan lajang terakhir. Hal ini saya ketahui setelah menerima berita menggembirakan semalam dari sahabat saya selama empat tahun terakhir  bahwa ia akan segera menikah dengan seorang lelaki yang menurut kami adalah pasangan terbaik baginya.

Yah, saya sedikit melebih-lebihkan. Sebenarnya saya bukan yang terakhir, namun dengan jumlah undangan pernikahan dan pertunangan, juga pengumuman kehamilan dari para kenalan di tahun yang lalu, saya dapat membayangkan kegelisahan orangtua dan para tante yang “peduli”. Semuanya itu harus saya hadapi saat pulang kampung ketika Idul Fitri tahun ini.

Bukannya saya anti pada cinta dan segala keindahannya. Saya telah merasakan jatuh dan putus cinta, dan saya tahu bahwa berada dalam suatu hubungan membuat pipi merona, perasaan campur aduk, dan lain sebagainya. Di usia 26 tahun, saya pikir saya mengerti betapa menyenangkannya rasa mencintai dan dicintai.

Setiap pagi dan malam Anda membangunkan satu sama lain dengan pesan singkat, Anda memberitahukan ke mana saja Anda pergi, apa saja yang Anda lakukan, dan dengan siapa Anda. Anda tahu ke mana harus menuju saat merasa jatuh, dan ke mana harus mengirimkan pesan bergambar saat melihat induk bebek dan anak-anaknya yang lucu menyeberang jalan.

Tidak dapat dipungkiri – kedekatan, persahabatan, dan dukungan yang Anda terima merupakan sebagian alasan terbaik untuk berada dalam suatu hubungan. Saya tahu pasti karena saya pernah mengalami rasa mengawang-awang, gugup, juga cantik, dan…saya sudah bilang soal mengawang-awang?

Namun apa jadinya saat Anda tidak lagi peduli akan satu sama lain? Saat segala sesuatu terasa selalu bertentangan? Saat rasa percaya yang ada di hati Anda pecah berhamburan?

Anda membangun dinding dan pembatas. Anda mengkritisi semua orang asing yang mengetuk hati Anda hanya karena Anda takut merasa sakit lagi. Anda enggan bertemu lawan jenis karena takut akan apa yang mungkin terjadi, atau lebih buruk lagi – bagaiman itu akan berakhir.

Saya tidak menyadari sebelumnya bahwa saya akan mengalami hal ini. Ini merupakan bentuk pertahanan diri yang terjadi tidak peduli apakah saya menginginkannya atau tidak.

Dua tahun terakhir merupakan masa yang sulit bagi saya: saya diselingkuhi, dibohongi, dan di-cukup jadi teman saja ya?” secara berurutan. Dapatkan Anda bayangkan seperti apa saya sekarang? Yang saya lakukan sekarang adalah terus memberitahu diri saya, “Hanya kamu yang dapat membahagiakan dirimu sendiri, Shea” sebegitu seringnya hingga akhirnya saya menutup hati saya untuk orang lain.

Kini, menjelang pertengahan tahun, saya mendorong diri saya untuk bepergian lebih sering, menjelajahi tempat-tempat unik, mengapresiasi budaya lain, menjalani hidup yang penuh petualangan dan bekerja keras memanjakan diri dengan kenikmatan-kenikmatan kecil dalam hidup.

Saya membaca buku dan jatuh cinta pada tokoh-tokohnya. Saya menyendiri bersama iPod berkeliling kota, saya menghabiskan berjam-jam membalik-balik halaman buku di toko buku, saya memperhatikan orang-orang, dan saya tidak menjaga berat badan seketat dulu.

Saya menenggelamkan diri dalam tulisan-tulisan relijius dan mencoba mengisi kekurangan, saya meluangkan lebih banyak waktu dengan keluarga dan yang terakhir, saya menulis – yang merupakan minat yang baru saya kenali beberapa tahun lalu.

Perjalanan yang Allah rencanakan untuk setiap manusia pasti berbeda. Melalui semua ini, saya dapat merasakan diri saya tumbuh menjadi wanita muda yang seperti sekarang ini. Jalan saya mungkin tidak sama dengan teman-teman perempuan atau saudari-saudari saya, namun saya tidak akan mau menukar perjalanan ini dengan apapun, karena inilah perjalanan yang mempertemukan saya dengan diri saya dan yang terpenting, dengan pencipta saya.

Perjalanan penuh pembelajaran dan penemuan tanpa akhir ini sangat bernilai. Melihat ke belakang, saya menganggap semua hubungan yang gagal sebagai bagian dari permainan bongkar pasang, yang disatukan untuk menjadikan saya seseorang yang utuh – sebelum Allah mempersembahkan seorang Pangeran Tampan untuk saya suatu hari nanti.

Leave a Reply
<Modest Style