Modest Style

Perjalanan ke Palestina: Bagian IV

,

Shea Rasol menggali lebih jauh tentang kompleks Aqsha dan mendapatkan kesempatan langka memasuki ruang di bawah Dome of Rock (Kubah Batu).

[Not a valid template]

Tepat setelah shalat Subuh yang kami lakukan di Masjid Al-Aqsha, Shaykh Yusuf Abu Sneina, imam masjid tersebut, membawa kelompok kami dalam sebuah tur mengelilingi kompleks Aqsha. Dengan sabar beliau menjelaskan sejarah di balik masjid-masjid yang melingkupi area tersebut.

Kemudian, Ustadz Muhammad membawa kami untuk melihat Qubbat as-Sakhra (Dome of the Rock). Banyak orang keliru menyangka Kubah Batu sebagai Masjid Al-Aqsha, karena struktur bangunan dan warna keemasan kubahnya yang khas, dan juga letaknya yang berada di tengah-tengah kompleks Aqsha.

Sesuai dengan namanya, pada bagian dalam Kubah Batu berdiri tegak sebuah batu besar yang tampak “mengambang”, seakan berupaya menyusul kepergian Nabi Muhammad (SAW). Ini adalah titik di mana Muhammad (SAW) dikabarkan naik ke surga pada malam perjalanan Isra’ dan Mi’raj, setelah berjalan dari Mekkah menuju Bait ul-Muqaddas mengendarai hewan bersayap yang bernama buraq.

Kubah Batu sebenarnya terlihat seperti gua yang berongga. Dan kami bersyukur kepada Allah (SWT), kami mendapatkan kesempatan untuk menyaksikan langsung bagian dalam Kubah Batu pada hari Jumat.

Karena Masjid Al- Aqsha dipenuhi oleh para laki-laki yang beribadah shalat Jumat, kami kaum perempuan bersembahyang di dalam Kubah Batu. Ini adalah hari keberuntungan kami saat para penjaga Israel sedang dalam suasana hati yang baik (mungkin?) dan mengizinkan kami umat muslim untuk beribadah.

Menurut warga lokal, para tentara Israel yang menjaga gerbang kompleks Aqsha biasanya hanya memperbolehkan laki-laki di atas usia 40 tahun (atau kadang 50) untuk memasuki wilayah kompleks. Tanpa pengecualian.

Tak heran saya menerima banyak komentar di Instagram dari beberapa kawan Palestina yang mengatakan betapa beruntungnya saya bisa memasuki kawasan Aqsha, karena bahkan mereka pun tak diperbolehkan.

Kembali ke bagian III dari perjalanan saya | Berlanjut ke bagian V

Leave a Reply
<Modest Style