Modest Style

Perjalanan ke Palestina (Bagian I)

,

Shea Rasol mengunjungi tempat paling suci ketiga di dunia bagi umat Muslim. Ikuti perjalanannya selama seminggu ke sana seperti yang dituliskannya berikut ini.

[Not a valid template]

Tiba di Yordania saat Idul Adha

Perjalanan saya untuk mencapai tanah mulia Palestina dimulai dari Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14 Oktober, dalam kelompok berjumlah 110 orang. Saat singgah di Bangkok untuk transit, saya tahu perjalanan kami akan memakan waktu 12 jam

Di hari Idul Adha yang penuh rahmat (tahun ini jatuh pada 15 Oktober), saya tiba di Bandara Queen Alia di kota Amman, Yordania. Meski suasana pagi itu terbilang cerah, udaranya terasa agak dingin.

Kami bertolak ke masjid terdekat, al-Abidin, untuk shalat Idul Adha. Saat tiba di masjid, saya melihat warga Yordania meninggalkan bangunan tersebut. Ketika berpapasan dengan mereka di masjid, saya dapat merasakan kehangatan yang terpancar dari para perempuan Yordania sewaktu mereka menyapa kami, para warga Malaysia, dengan senyum, salam, dan ucapan selamat Idul Adha. Saya jatuh cinta seketika pada Yordania dan kemegahannya.

Pengalaman berkurban yang berbeda

Begitu selesai shalat, saya menyempatkan diri untuk menyaksikan penyembelihan dua ekor sapi pada upacara kurban yang dilaksanakan tidak jauh dari masjid. Daging hewan kurban akan dibagikan kepada para pengungsi Palestina dan Suriah yang tinggal di sejumlah kamp pengungsian di penjuru Yordania. Takjub rasanya melihat betapa cepat pria-pria di sini melakukan penyembelihan—hanya dalam hitungan detik—dibandingkan dengan di Malaysia.

Saat malam tiba, kami berangkat ke perbatasan Yordania-Israel menuju Yerusalem. Proses imigrasi yang sangat ketat membuat kami harus menunggu selama enam jam penuh! Saya rasa ini karena Malaysia tidak memiliki hubungan diplomatik apa pun dengan Israel. Benar-benar pengalaman yang baru (dan amat melelahkan) buat saya.

Dua jam setelah melewati perbatasan, kami akhirnya sampai di Hotel Seven Arches. Lokasi hotel ini sempurna: di atas Bukit Zaitun (Mount of Olives) dengan pemandangan luar biasa menghadap Masjid al-Aqsa (juga dikenal sebagai Baitul Maqdis), yang menyusun tembok keenam yang mengelilingi kota Yerusalem.

Suaka Suci

Al-Aqsa, dikenal pula sebagai Baitul Maqdis atau Suaka Suci (Noble Sanctuary), memiliki makna penting bagi umat Islam. Bangunan ini kabarnya merupakan masjid kedua yang berdiri di Planet Bumi, sekitar 40 tahun setelah berdirinya Masjid al-Haram di Mekkah. Masjid al-Aqsa dianggap sebagai masjid paling suci ketiga di dunia setelah Masjid al-Haram atau Masjid Agung di Mekkah dan Masjid Nabawi atau Masjid Nabi di Madinah.

Bersambung ke bagian II—kunjungan saya ke Al-Aqsa

Leave a Reply
<Modest Style