Modest Style

Pengalaman saya melahirkan di rumah

,

Menurut pengalaman Ashfi Qamara, melahirkan di rumah ternyata memberikan banyak manfaat bagi ibu dan bayi.

[Not a valid template]

Masa kehamilan saya dapat dikatakan tidak sulit. Saya tidak mengalami morning sickness yang berlebihan, selain rasa mual-mual sedikit tanpa muntah. Setiap hari kehamilan saya isi dengan aktifitas di luar rumah dan olahraga berenang yang cukup rutin.

Berbekal dari pengetahuan minim saya mengenai proses persalinan, rasa takut mengalami trauma dari proses persalinan yang tidak diharapkan sempat menghantui saya. Hingga suatu saat seorang kerabat melontarkan ide mengenai persalinan tanpa rasa sakit melalui metode hypnobirthing. Malam itu juga saya mencari tahu apa itu hypnobirthing dan bagaimana cara kerjanya. Kata kunci tersebut membawa saya pada istilah-istilah metode persalinan lain seperti water birth, lotus birth, orgasmic birth, home birth. Semua metode tersebut bila disatukan dikenal dengan konsep gentle birth.

Istilah gentle birth (persalinan lembut) dipakai oleh beberapa praktisi di Indonesia seperti Ibu Robin Lim, yang merupakan pengagas pertama Gentle Birth di Indonesia, praktisi hipnoterapi Reza Gunawan dan bidan saya sendiri, Erie Tiawaningrum. Beberapa kerabat yang saya kenal ternyata juga menjalani persalinan dengan metode ini. Mereka antara lain adalah Diajeng Lestari, Managing Director dari HijUp.com dan Istafiana Candarini, Desainer label Kami Idea.

Diajeng yang akrab dipanggil Ajeng saat kehamilannya di trimester ketiga menceritakan kepada saya tentang rencananya untuk melakukan persalinan di rumah. Salah satu hal yang sangat menarik yang ia ceritakan dan baru saya sadari adalah bahwa dalam Al-Qur’an surat Maryam diceritakan bagaimana Siti Maryam AS melahirkan Nabi Isa Al-Masih AS:

Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.”

(Maryam 22:25)

Dari ayat-ayat tersebut, konsep gentle birth terasa sangat sejalan dengan esensi ayat- ayat Al-Qur’an di atas, yaitu:

1. Mencari tempat yang jauh dari keramaian

Beberapa hewan memiliki perilaku yang sama saat ingin melahirkan, misalnya kucing. Saat akan melahirkan, seekor kucing biasanya pergi ke suatu sudut ruang atau mencari tempat tersembunyi untuk melahirkan anaknya, sekaligus agar anak-anaknya aman dari kucing lain.

Menurut pakar hypnobirth atau gentle birth, seorang manusia juga sesungguhnya memiliki kecenderungan perilaku tersebut. Menyepi akan mempermudah proses persalinan karena sang ibu akan merasa lebih rileks, apalagi bila lingkungannya juga diberi aromaterapi favorit.

Suasana menyepi akan lebih menenangkan dan menyenangkan bila si ibu melahirkan di rumah sendiri, tentunya dengan bantuan dari bidan atau dokter yang diundang ke rumah serta persiapan yang matang bila terjadi situasi darurat.

Di rumah sakit, ruang persalinan pada umumnya tampak menegangkan karena dipenuhi dengan peralatan medis, serta dokter dan perawat yang terkadang bersikap kurang ramah.

2. Mendapatkan asupan gizi yang cukup selama proses persalinan

Hormon yang dikenal sangat membantu dalam proses persalinan adalah hormon oksitosin. Buah kurma — yang disebut dalam ayat-ayat di atas — selain memiliki kandungan energi yang besar juga dapat membantu meningkatkan hormon oksitosin pada wanita. Hormon ini jugalah yang membuat seorang wanita dapat meregangkan otot di wilayah persalinan. Semakin deras hormon oksitosin, maka semakin minim pula luka yang dialami si ibu setelah melahirkan.

Terkadang, ada beberapa rumah sakit yang tidak memperbolehkan si ibu makan, padahal sedikit makan akan membantu menambah energi untuk melahirkan, sehingga si ibu tidak mudah untuk menyerah dari proses melahirkan alami dan beralih ke operasi caesar.

3. Adanya air sangat bermanfaat pada proses persalinan

Mengalirnya air sungai saat Siti Maryam AS melahirkan Nabi Isa AS member indikasi bahwa metode water birth bisa jadi sangat menguntungkan bagi wanita yang sedang menjalani proses persalinan.

 

Seiring dengan hari kelahiran sang buah hati yang semakin mendekat, saya mulai menyiapkan beberapa peralatan yang diperlukan untuk water birth di apartemen tempat tinggal saya: kolam ukuran anak-anak, perlak bayi (bisa juga diganti sprei tahan air) untuk alas tidur saat proses persalinan, beberapa handuk siap pakai, baju daster atau baju khusus yang cukup terbuka untuk mempermudah proses inisiasi menyusui dini dan selembar catatan berisikan apa saja yang harus dilakukan oleh saya dan suami saat kontraksi terjadi, serta catatan doa dan zikir untuk mempermudah persalinan.

Walau tidak rutin, saya tetap kontrol ke dokter yang memperkirakan saya akan melahirkan di hari Jum’at, 28 Februari 2014. Hari Kamis tanggal 27 Febuari pukul 21:30 ketika saya membaca doa malam Jum’at, saya mulai merasakan kontraksi selama satu menit setiap sepuluh menit sekali. Setelah berlangsung lebih dari enam jam, akhirnya saya yakin, sebentar lagi saya akan berjumpa dengan buah hati tercinta.

Bidan dan asistennya datang jam delapan pagi, dan persalinan pun berjalan sesuai harapan: sangat cepat, lancar dan spontan alami. Mungkin memang tidak selembut yang saya harapkan seperti yang saya tonton di beberapa video di YouTube, namun ternyata tidak sesakit yang saya bayangkan sebelumnya. Saat kontraksi terjadi di tempat tidur kemudian saya lalu pindah ke kolam air, otot-otot saya yang sebelumnya terasa sangat tegang menjadi lebih rileks, sehingga persalinan bisa dilaksanakan lebih nyaman dan tentram, penuh kasih sayang menyambut sang buah hati.

Setelah melahirkan tepat pukul 12:29 siang setelah adzan Jum’at berkumandang, bayi saya langsung diangkat dan diberikan ke pelukan saya. Saya segera melaksanakan inisiasi menyusui dini tanpa memotong tali ari-ari bayi. karena Menurut metode lotus birth, dengan metode ini bayi akan meresap segala nutrisi yang tersisa dalam plasenta sehingga dapat tumbuh menjadi anak yang pintar, sehat dan kuat, Insha ‘Allah. Benar-benar pengalaman yang tak terlupakan, setiap detik momen kelahiran ini sungguh sangat bermakna; terkadang saya menangis karena merasa sangat bersyukur telah diberkahi seorang anak sehat dan sempurna dengan mudah dan lancar.

Saya percaya kunci dari persalinan yang lancar dan tidak sakit adalah berserah diri secara total kepada Allah SWT sehingga seluruh tubuh dan pikiran rileks. Semoga pengalaman saya ini dapat memberi manfaat bagi para wanita di nusantara yang saat ini sedang hamil. Pesan singkat saya adalah agar Anda meyakini bahwa Anda bisa melahirkan dengan sehat, normal dan percaya diri. Banyak-banyaklah berdoa mohon pertolongan Allah serta berserah diri, karena tubuh wanita diciptakan oleh-Nya begitu kuat, bahkan tanpa kita sadari.

Leave a Reply
<Modest Style