Modest Style

Iklan yang melawan politik apartheid Israel dicabut mendadak

,

Dibuat dan didanai oleh organisasi non-profit setempat, iklan-iklan di jaringan kereta bawah tanah Boston berikut menguak beratnya pelanggaran hak azasi manusia yang dilakukan Israel di Palestina. Pencabutan mendadak iklan-iklan tersebut oleh otoritas transportasi menimbulkan tuduhan pemberlakuan standar ganda. Oleh Sya Taha.

violence

Bayangkan Anda berjalan memasuki sebuah stasiun bawah tanah di suatu pagi, masih dengan mata mengantuk karena belum minum kopi, dan melihat poster-poster berisi satu kata berukuran besar:

“Homeless” (Tunawisma)

“Stolen” (Dicuri)

“Violence” (Kekerasan)

Jika Anda tidak memiliki waktu untuk membaca berita-berita panjang – apalagi harus menyaring mana yang fakta dan mana yang sekadar propaganda – iklan-iklan ini adalah cara cepat untuk memahami dasar pendudukan Israel di Palestina.

Ads Against Apartheid (AAA), sebuah organisasi non-profit di Boston, telah memasang beberapa poster kampanye yang menggambarkan “kekejaman terhadap warga Palestina di mana-mana”, terutama pelanggaran hak azasi manusia oleh Israel. Masing-masing iklan berisi gambar yang mencolok dan sebuah kutipan atau angka statistik yang diambil dari organisasi yang dianggap memiliki reputasi baik, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Departemen Dalam Negeri AS, dan koran Israel terkemuka. Selain di salah satu stasiun bawah tanah Boston, iklan tersebut juga terpampang di papan-papan reklame dan di koran-koran AS. AAA meyakini bahwa kampanye mereka akan memberikan “pemahaman yang lebih akurat” tentang konflik Israel-Palestina di AS, yang pada akhirnya akan berujung pada perubahan kebijakan AS.

Sejauh ini, ada empat poster kampanye: sebuah perbandingan keadaan di wilayah pendudukan Palestina dengan Afrikan Selatan di bawah politik apartheid (‘Israeli Apartheid vs South African Apartheid’), kutipan dari Nelson Mandela, dan dua seri yang menentang retorika perdamaian dan demokrasi Israel dengan menunjukkan tindakan perebutan lahan yang kontradiktif (‘Peace or Land’) dan penahanan anak-anak Palestina (‘Palestinian children’).

[Not a valid template]

Iklan-iklan ini telah menjadi perbincangan tersendiri di Palestina dan Israel. Chadi Salamoun, presiden AAA, menyatakan “jika iklan-iklan tersebut mengejutkan, itu karena memang begitulah pada kenyataannya.”

Namun, iklan yang dimaksud tidak bertahan lama sebelum karena akhirnya dicabut oleh Otoritas Transportasi Massachusetts (MTBA). Menurut AAA, MTBA tidak memberikan penjelasan maupun peringatan apapun. Kontraktor MTBA yang bertanggung jawab atas periklanan belakangan menyampaikan pada AAA bahwa iklan tersebut ditarik karena dianggap “merendahkan atau melecehkan”.

“Jelas ada standar ganda di sini,” ujar Salamoun. “Iklan kami menyajikan fakta yang dikutip dari institusi terkemuka. MTBA mengizinkan kelompok anti-Palestina memasang pesan-pesan berisi pendapat pribadi yang mendekati pernyataan kebencian.”

Richard Colbath-Hess, rekan pendiri AAA, mempertanyakan keputusan tersebut. “Jika sebuah iklan dapat ditarik karena dianggap ‘merendahkan’ dan ‘subyektif,’ maka mengapa iklan-iklan ini [oleh kelompok anti-Palestina] tidak dicabut? Bukankah juga mereka merendahkan bagi Palestina?”

“Saya Yahudi, dan saya tidak mendukung politik apartheid Israel.”

AAA kini bekerja sama dengan Persatuan Kebebasan Sipil Amerika Boston untuk mengajukan penolakan atas keputusan MTBA.

Ads Against Apartheid hanya dapat menyampaikan hasil kerja mereka ke masyarakat melalui iklan berbayar. Untuk membantu pendanaan seri iklan lainnya, sila beri sumbangan untuk kampanye mereka.

Leave a Reply
<Modest Style