Modest Style

Pelajaran dari International Muslimah Fashion Week

,

Di tengah kekacauan International Muslimah Fashion Week, Mariam Sobh menyampaikan pentingnya bersikap kritis.

2701-WP-Caution-by-Mariam-Pixabay-sm
Ekspresi tanpa isi. (Gambar: Pixabay)

Saya tidak akan mengungkit-ungkit atau membahas mengapa International Muslimah Fashion Week 2014 (IMFW) dibatalkan. Yang ingin saya lakukan adalah mengingatkan Anda akan pentingnya cek dan ricek sehubungan dengan diri Anda sebagai konsumen, perusahaan, maupun individu.

Banyak orang inginnya sekadar menyalahkan mereka yang tahu apa, kapan, dan mengapa mereka tidak melakukan apa-apa untuk mencegah orang lain terjerumus, padahal pada akhirnya hal tersebut tidaklah penting. Yang terpenting adalah kita semua belajar pentingnya terlibat dalam memastikan Anda mengetahui segalanya sebelum membuat keputusan apapun yang memiliki dampak terhadap diri Anda sebagai individu dan sebagai label.

Saya tidak selalu tahu cara memprioritaskan diri dalam beberapa keadaan, karena saya merasa aneh memutuskan segala hal berdasarkan apa yang saya butuhkan dan apa yang terbaik bagi saya. Namun pengalaman yang saya dapatkan dari industri hiburan dan pekerjaan saya mengajarkan satu dua hal tentang negosiasi dan mencari tahu kebenaran di muka. Para agen saya juga mempersiapkan saya dengan baik sebelum menghadiri audisi maupun menerima tawaran pekerjaan.

Perlu Anda ketahui, dalam dunia hiburan, sangat mudah terpengaruh janji, terutama janji ketenaran dan kekayaan. Ada masa di mana saya harus tetap memperhatikan segalanya dan bertanya pada agen mengapa saya masih harus menunggu bayaran dari pekerjaan yang saya lakukan berbulan-bulan yang lalu. Hal tersebut sulit dilakukan karena saya tidak pernah ingin bersikap seperti orang penting. Namun pada akhirnya, jika saya tidak mengatakan apa-apa, saya akan tetap menunggu bayaran itu.

Dalam bisnis fesyen hijab, saya sering berurusan dengan orang-orang yang mencoba mengelabui saya – entah untuk mendapatkan publisitas gratis atau dalam upaya penipuan dari luar negeri. Hal ini menyebalkan karena Anda ingin memberi kepercayaan pada saudara sesama Muslim. Kita semua sepaham dalam hal ini, bukan? Itu harapan saya, namun pada kenyataannya, tidak semua orang bertujuan menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan mereka.

Mengiklankan perusahaan fesyen hijab adalah suatu hal yang biasa saya lakukan pada situs saya. Seringkali hal ini berlanjut ke urusan bisnis jika suatu perusahaan membeli tempat beriklan agar dapat terlihat lebih jelas. Setelah tujuh tahun berada dalam pasar niche ini, saya belajar berhenti berbaik hati dan berusaha memenuhi segala permintaan dadakan. Karena setiap kali saya melakukan hal itu, saya biasanya yang menjadi pihak yang dirugikan.

Sering saya jumpai orang-orang yang menggunakan hadits atau kutipan tidak jelas yang rupanya dianggap berhubungan dengan Islam sebagai alasan mengapa saya harus bersikap longgar terhadap sebuah usaha yang dimiliki Muslim atau bersikap “santailah”. Ini sulit, namun saya harus bersikap tegas dan menunjukkan bahwa semua diperlakukan dengan cara yang sama – Muslim atau bukan – saya tidak membeda-bedakan. Aturan iklan berlaku sama bagi siapapun yang membelinya, dan saya tidak akan mengulas barang-barang berkualitas rendah hanya karena dibayar.

Saya mendokumentasikan surel dan tagihan saya, juga melakukan pemeriksaan ganda bahkan tiga kali terhadap orang-orang yang ingin beriklan melalui saya. Jika seseorang tidak memenuhi kriteria tertentu, saya tidak akan mengiklankan mereka meski dibayar. Harus ada nilai etik yang dijaga, dan segalanya tidak dapat hanya berputar sekitas uang atau barang-barang gratis yang dijanjikan. Saya tidak akan mempromosikan sesuatu yang tidak akan pernah saya gunakan di dunia nyata. Hal tersebut memberi pemahaman yang salah pada pembaca.

Baru-baru ini, seseorang mengirimi saya pakaian dari luar negeri untuk diulas. Paketnya tidak dikirimkan langsung oleh perusahaan namun dari peritel online yang tampaknya tidak menginginkan paket tersebut. Saat saya melihat isi paket, saya segera menyadari alasan peritel memaksa mengirimkan barang tersebut pada saya.

Barang-barang yang dikirimkan berkualitas rendah dan terbuat dari bahan yang sangat jelek. Kotaknya sendiri tampak telah memulai perjalanan dari sebuah perusahaan di Tiongkok. Pakaian yang dikirimkan sama sekali tidak mencerminkan foto yang tersedia online dan sangat jauh dari bayangan. Saya kemudian mengetahui bahwa “perusahaan” ini mengirimkan barang-barang tanpa pemberitahuan terlebih dulu dan jika yang menerima menolak untuk membuat ulasan, mereka diminta untuk mengirimkannya kepada orang lain yang terdapat di daftar.

Aneh sekali memang, namun saya memiliki peraturan tersendiri untuk mencegah hal ini menjadi lebih rumit. Seperti misalnya, saya tidak akan mengembalikan barang yang dikirim kecuali perusahaan menyertakan tanda pengiriman terbayar. Dulu saya kerepotan sendiri saat orang-orang ingin saya mengulas barang mereka kemudian mengirimkannya kembali setelah menuliskan ulasan. Saat itu saya tidak memiliki peraturan yang berkaitan dengan hal ini, jadi saya terpaksa mengalah dan berakhir dengan mengeluarkan uang dari kantung pribadi agar mereka mendapat iklan gratis! Hal tersebut berakhir dengan orang yang berwenang menjelek-jelekkan saya melalui surel karena tidak mendukung unit usaha milik Muslim.

Beberapa pekan lalu, saya menerima surel undangan dari sebuah perusahan di Iran yang akan menyelenggarakan pekan mode. Mereka menyatakan bahwa semua pengeluaran akan dibayarkan, dari biaya penerbangan dan hotel sampai makan dan transportasi. Saya meminta seorang teman yang dapat berbahasa Farsi untuk membaca situsnya, dan ia mengatakan bahwa situs tersebut tampak masuk akal.

Namun satu hal yang meresahkan adalah saya diminta mengirimkan fotokopi paspor – itu adalah lampu merah. Saya membalas dengan sangat banyak pertanyaan, dan mereka tidak pernah menjawab. Saya tidak akan pernah tahu apakah acara tersebut nyata atau tidak, namun saya bisa saja bersikap terlalu bersemangat dan langsung mengiyakan untuk kemudian menyesali perbuatan saya.

Hal-hal di atas hanya sedikit dari berbagai hal yang saya alami yang membuat saya terus waspada.

Intinya adalah selalu cari tahu. Bertanyalah kalau-kalau ada yang mengenal perusahaan atau orang yang menghubungi Anda. Seperti yang sebelumnya saya sampaikan dalam posting tentang kejujuran di dunia maya, temui orang tesebut dan bertanyalah sebanyak-banyaknya. Meski Anda tidak dapat mencegah yang akan terjadi, hal ini merupakan langkah awal yang baik.

Meski saya tidak memiliki kepentingan maupun keterlibatan pribadi dengan IMFW, saya tentu bersimpati dengan orang-orang yang terkena dampaknya. Hal yang terjadi bukanlah hal yang Anda perkirakan dapat terjadi saat berurusan dengan sesama Muslim. Dan saya tidak dapat membayangkan rasanya terlantar di sebuah negara asing, belum lagi kehilangan uang karena bisnis yang akan Anda promosikan.

Hal baik yang dapat diambil adalah kejadian ini menyatukan umat Muslim dalam membantu korban IMFW. Membahagiakan rasanya melihat dukungan yang melimpah sekaligus kepribadian dan akhlak sebenarnya masyarakat Muslim Amerika.

Leave a Reply
<Modest Style