Modest Style

Menyusuri jejak “emas cair” Maroko

,

Minyak khas Maroko ini menghubungkan wanita di seluruh dunia melalui hubungan sosioekonomi yang rumit. Namun pembeli harus waspada – sejumlah sumber meragukan. Oleh Sya Taha.

-
Seorang wanita Maroko menunjukkan sebotol minyak argan saat teman-temannya menghaluskan kacang pohon argan di Smimmou, dekat Essaouira, untuk membuat minyak argan. Pohon argan tidak banyak dikenal karena hanya tumbuh di barat daya Maroko, di sebuah wilayah seluas 700.000-800.000 hektar. Pohon argan menghasilkan kacang yang mengandung minyak bernutrisi. Sisa kacang digunakan untuk memberi makan ternak dan kulitnya untuk pemanas. Selama berabad-abad, wanita Berber di wilayah ini memproduksi minyak argan yang digunakan untuk konsumsi pribadi dan pengobatan Maroko tradisional. Orang-orang di luar negeri semakin tertarik pada minyak ini baik karena fungsi kosmetika dan nutrisinya. Abdelhak Senna/AFP

Estée Lauder. Dove. L’Oréal. Merek-merek ini telah memasarkan rangkaian produk yang mengandung minyak argan, yang kaya akan vitamin E dan C dan sering disebut sebagai “minyak ajaib” untuk menyembuhkan segalanya, mulai rambut bercabang hingga jerawat. Sayangnya, berbagai produk ini biasanya hanya mengandung sedikit minyak argan.

Iklan-iklan produk ini seringkali menyesatkan karena produknya sendiri seringkali berisi lebih banyak kandungan lain yang membuat rambut terasa lembut, seperti silikon. Saya yakin ada produk-produk minyak argan lain yang lebih baik, juga cara yang lebih baik untuk mendapatkannya.

“Emas cair”

Minyak argan memiliki aroma yang kuat namun lembut: parfum yang bisa digambarkan sebagai perpaduan antara kemiri, badam, dan wijen panggang. Dari sisi tampilan, warnanya cokelat keemasan dengan sentuhan warna kuning. Di luar Maroko, di mana argan merupakan makanan tradisional masyarakat Berber selama berabad-abad, tidak banyak orang yang tahu bahwa minyak argan juga memiliki kandungan nutrisi yang berharga.

Berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, kandungan nutrisi minyak argan lebih tinggi dibandingkan minyak zaitun ekstra murni. Minyak argan terdiri dari 80 persen lemak tak jenuh, sama seperti minyak zaitun, tetapi memiliki lebih banyak asam lemak linoleat (omega-6) dengan efek anti peradangan yang baik untuk sendi, sirkulasi, dan sistem imun, selain juga dianggap meningkatkan kesuburan. Selain itu terdapat bukti bahwa minyak argan bisa meningkatkan sensitivitas insulin dan karenanya bisa jadi memiliki efek anti diabetes.[i]

Minyak argan yang bisa dikonsumsi (dihasilkan dari biji yang dipanggang) memperkaya cita rasa pada sajian seperti tagines, kuskus, saus salad, sayur panggang, dan ikan. Beberapa tetes minyak di atas sayuran hijau sudah cukup untuk menambahkan rasa nikmat. Namun cara paling sederhana (dan favorit saya) untuk memakannya adalah sebagai amlou, campuran minyak argan, kacang-kacangan, dan madu yang disiramkan di atas sepotong roti, yang cocok dijadikan sarapan bernutrisi.

02-Photl-sm-266x400
Gambar: Photl

Juga dikenal sebagai louz el-barbary atau badam Berber, buah pohon argan tampak mirip zaitun di bagian luar, dan mirip badam di bagian dalam. Metode ekstraksi minyak ini dari biji buah yang lebih tradisional dan padat karya melibatkan para wanita yang mengeringkan, mengeluarkan isi buah, memecahkan, memanggang, menggiling, dan menguleni pasta jadinya.

Jika dibeli langsung dari sumbernya, minyak argan organik murni dihargai sekitar US$200 (Rp2,4 juta) per liter (tetapi untungnya minyak argan juga dijual di botol-botol kecil dengan harga lebih terjangkau, sekitar US$4 (Rp48 ribu) hingga US$8 (Rp96 ribu) satunya). Minyak ini dikeluarkan dari biji tanaman Argania spinosa, pohon hijau berduri khas Maroko yang hanya tumbuh di dataran Souss, wilayah panas dan gersang seluas 800.000 hektar di barat daya negara tersebut, yang terbentang dari kota pesisir Essaouira hingga ke ketinggian pegunungan Atlas.

Sejak tahun 2002, permintaan atas minyak argan yang terus meningkat dari luar Maroko, terutama dari berbagai perusahaan kosmetika, berujung pada pembuatan dan pengelolaan koperasi wanita oleh pemerintah. Berbagai koperasi yang ada, yang didirikan oleh para wanita secara perorangan, menyediakan lapangan pekerjaan untuk wanita Berber, menawarkan pelatihan bisnis dan baca tulis, dan pemasukan gabungannya membantu mendorong perkembangan desa dan pariwisata regional.

Sejak sekitar satu dekade yang lalu, minyak argan begitu populer hingga harganya melambung secara nasional dan lokal. Peningkatan harga yang cepat ini sebagian terjadi karena adanya permintaan internasional, dan juga berkurangnya pasokan buah akibat dua atau tiga tahun kekeringan.

Kini, di beberapa wilayah, metode pengolahan tradisional telah digantikan dengan produksi modern dengan mesin-mesin yang menjalankan seluruh proses produksi, kecuali pada bagian menghaluskan kacang (yang biasanya masih dilakukan dengan tangan). Metode baru ini mengurangi kerja keras para wanita dan meningkatkan masa simpan dan kemurnian minyak.

Dihadapkan dengan ledakan permintaan internasional, banyak koperasi wanita dilengkapi dengan peralatan ekstraksi modern dan telah mengadakan produksi organik dan proses sertifikasi (seperti Ecocert misalnya), yang memberi mereka akses lebih besar ke pasar internasional.

03-Dreamstime-sm
Gambar: Dreamstime

Kini, ada lebih dari 150 koperasi argan di seluruh Maroko, yang dikelola secara khusus oleh wanita. Sejumlah organisasi mengatur dan memeriksa kualitas dan asal minyak, seperti Moroccan Association of Geographical Indication of Argan Oil (AMIGHA), yang menjalankan fungsi yang serupa dengan appellation d’origine contrôllée Perancis untuk keju dan produk agrikultur lain.

Mengunjungi koperasi

The Women’s Cooperative of Argan Oil Produced by Women of Taddart adalah salah satu dari banyak organisasi yang ada di sepanjang dataran Souss. Koperasi ini didirikan pada tahun 2005 sebagai cara untuk menyediakan kelas baca tulis dan cara alternatif menambah pemasukan keluarga kepada wanita Berber di kota pegunungan kecil tersebut. Dalam perjalanan ke Maroko beberapa tahun lalu, saya berkesempatan mampir dan melihat cara kerja koperasi ini.

Saat memasuki toko kecil nan nyaman di sana, para wanita yang sibuk menumbuk biji argan menengadah dan memberikan senyum lelah. Seorang wanita paruh baya bernama Aicha, yang sedang mengurus penjualan hari itu, dengan riang menunjukkan pada saya berbagai produk minyak argan yang dibuat di tempat: amlou cokelat keemasan yang bisa dimakan di dalam tagines lempung kecil, minyak kosmetika di dalam botol kaca halus dengan tanda tanggal penggunaan, sabun, dan sampo. Saya meminta Aicha bercerita lebih banyak tentang koperasi ini.

Ia menjelaskan bahwa awalnya, para pria di Taddart tidak terlalu mendukung adanya organisasi wanita ini karena secara tradisi, merekalah satu-satunya pencari nafkah keluarga. Mereka juga merasa skeptis dengan wanita yang bekerja di luar rumah. Namun seiring waktu dan bertambahnya pemasukan keluarga, para pria ini mulai menerima.

Sayangnya, karena mencoba mengambil sebagian dari pendapatan yang menggiurkan ini untuk diri sendiri, Aicha mengakui bahwa industri minyak argan di Maroko kini menghadapi masalah koperasi palsu, minyak yang diencerkan, akreditasi bohong, dan pengurangan hutan argan.

[Not a valid template]

Perdagangan adil

Haruskah Anda membeli minyak argan yang mahal, tidak peduli murni atau tidak? Sebagaimana produk apapun di dunia masa kini yang begitu terglobalisasi, jatah roti yang dimakan seorang wanita bisa saja sama dengan serum rambut ekslusif wanita lainnya. Jika Anda ingin menggunakan atau mengkonsumsi minyak argan, pilihan terbaik adalah langsung dari sumber produk organik bersertifikat dan perdagangan adil seperti Tounarouz di Agadir, atau cari pemasok internasional terpercaya seperti Saadia Organics.

Penting melihat adanya interaksi rumit antara konsumsi kita dengan mata pencaharian orang lain, untuk membantu menyeimbangkan isu keragaman hayati, perdagangan adil, dan mata pencaharian yang berkesinambungan.

________________________________________

[i] Samira Samane, Josette Noel, Zoubida Charrouf, Hamid Amarouch, dan Pierre Selim Haddad, ‘Insulin-sensitising and anti-proliferative effects of Arganisia spinosa seed extracts’, Sep 2006, di sini.

 

Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Styleedisi Luxe September 2012. Dapatkan edisi lengkapnya secara cuma-cuma di iPad atau iPhone dari Apple Newsstand, atau di perangkat Android dari Google Play

Leave a Reply
<Modest Style