Modest Style

Menjadi ibu: Ekstra hal-hal tidak terduga

,

Ada jutaan buku dan film yang membahas persiapan menjadi ibu, namun tidak ada yang mampu mempersiapkan Anda menghadapi hal-hal terburuk – dan terbaik. Ameera Al Hakawati berbagi pengalaman.

photo1
Gambar: iStock

Lama juga sejak terakhir saya menulis kolum untuk Aquila Style. Sudah lama juga sejak terakhir saya tidur tanpa gangguan setidaknya empat jam berturut-turut. Atau sejak terakhir menyiapkan makanan yang membutuhkan lebih dari 20 menit. Atau sejak terakhir menonton film di malam hari bersama suami tanpa tertidur di tengah-tengah film.

Bahkan, saat menulis ini, saya memikirkan apakah seharusnya saya menggunakan kesempatan ini untuk mengejar kekurangan waktu tidur saya. Itulah yang banyak dikatakan orang: saat bayi Anda tidur, ikutlah tidur. Itulah satu-satunya cara agar Anda dapat tetap berfungsi (baca: waras) untuk melanjutkan hidup.

Siapapun yang mengatakan hal itu, jelas mereka belum bertemu anak saya. Anak saya tidak tidur di siang hari kecuali saya menggendongnya. Paling tidak, tidak lebih dari 10-15 menit sekali waktu. Jadi hampir tidak ada gunanya bagi saya untuk ikut tidur. Menyeret tubuh yang kelelahan ke tempat tidur, hanya untuk dipaksa bangun kembali segera setelah otot dan pikiran saya mulai lemas dan terlelap adalah, jujur saja, sebuah siksaan.

Saya lebih memilih menggunakan waktu-waktu “bebas” tersebut untuk mencuci piring, mecuci baju, dan membersihkan apartemen. Atau, jika saya beruntung dan ketiga tugas itu sudah selesai, untuk pergi ke kamar mandi dan mencuci muka. Namun seringkali, yang terjadi adalah daftar tugas semakin memanjang bahkan sebelum saya dapat menyelesaikannya.

Jadi, saat anak saya akhirnya benar-benar tertidur di penghunjung hari, saya memiliki empat pilihan: 1) Memaksa tubuh saya untuk secara robotis menyelesaikan sisa tugas yang ada; 2) Duduk di meja kerja dan menulis; 3) Merebahkan diri di sofa bersama secangkir teh dan sebuah episode Suits; atau 4) Menjatuhkan diri ke atas tempat tidur dan membiarkan tidur memberi saya tenaga untuk melakukan hal yang sama keesokan harinya.

Jelas, seringkali akhirnya saya memilih kombinasi nomor tiga dan empat. Saya merebahkan diri di tempat tidur bersama iPad dan Harvey Specter dan tertidur sebelum film berakhir.

Saya bukannya benar-benar naif. Saya tahu menjadi ibu tidak mudah. Namun jika harus jujur (dan berisiko tampak masa bodoh) saya tidak tahu bahwa menjadi ibu akan seberat ini. Tanpa dapat memiliki apapun untuk diandalkan.

Dan ini saya – gadis dengan ratusan saudara kandung dan sepupu. Mungkin Tuhan hanya membantu anak-anak tanpa pengalaman dengan bayi. Doa dan pikiran saya menyertai mereka. Karena tidak peduli seberapa banyak Anda tahu soal menjadi ibu, tidak ada yang dapat mempersiapkan Anda untuk hal menyeramkan yang disebut melahirkan (lain cerita), tidak ada yang dapat mempersenjatai Anda untuk jam-jam menyusui yang menyakitkan dan nyeri (juga lain cerita), untuk rasa tidak berdaya saat terbaring di tempat tidur dan tidak mampu menegakkan tubuh setelah pisau operasi membelah Anda (saya kurang beruntung dan harus melakukan operasi Caesar), maupun kelelahan yang menguasai pikiran dan tubuh Anda setelah pekan-pekan tanpa tidur.

Ironisnya, kapanpun Anda berpikir bahwa akhirnya Anda menguasai situasi – saat popok tidak lagi mengusik Anda (bahkan popok yang bocor hingga ke punggungnya saat berada di tempat umum); saat Anda dapat memandikannya sendiri tanpa khawatir menenggelamkannya; saat Anda tahu apa yang harus dilakukan untuk menenangkannya saat ia mulai berteriak tanpa penyebab jelas; saat ia akhirnya memiliki jadwal yang memungkinkan Anda mengatur hidup Anda kembali – pasti ada saja yang muncul dan kembali membuat Anda tidak berdaya.

Kolik mungkin, yang berujung pada teriakan-teriakan yang tidak dapat dihentikan. Atau mungkin gumoh, yang mengharuskan Anda terus-menerus mengganti bajunya dan meminta maaf pada teman yang tidak menyangka akan terkena muntahan. Atau bahkan mungkin fase awal tumbuh gigi yang membawa masalah lain lagi.

Anda akan belajar menghadapinya. Bahkan meski harus melakukan segala masukan yang Anda tentang dan Anda bilang tidak akan Anda lakukan. Terkadang Anda hanya akan membiarkannya tidur di lengan Anda pada siang hari tanpa meletakkannya di tempat tidur agar Anda bisa mendapatkan satu jam ketenangan dan kesunyian, bahkan meski Anda tahu hal tersebut membentuk kebiasaan buruk. Terkadang Anda memasak dengan ia di gendongan hanya agar dapat mempersiapkan makanan yang tidak terlalu buruk.

Dan terkadang, ya Tuhan, Anda akan memberinya empeng untuk… yah, mendiamkannya. Ia tidak lapar namun tidak bisa diam, jadi mengapa tidak? Atau Anda biarkan ia tidur di samping Anda di tempat tidur hanya agar Anda bisa menikamati dua jam tidur di malam hari. Tidak, Anda tidak ingin membiasakannya. Tidak, Anda tidak berniat membiarkan hal itu berlangsung hingga usia lima tahun. Anda hanya ingin ia tidur lebih lama dari biasanya jika ia tidur sendiri agar Anda mendapatkan waktu beristirahat sejenak. Sebegitu burukkah perbuatan Anda?

photo2

Namun tahukah Anda? Ada hal lain yang belum Anda persiapkan. Cinta buta yang Anda rasakan di detik pertama Anda melihat mahluk kecil tersebut yang selama 40 pekan ini tumbuh di dalam tubuh Anda. Anda kira Anda mencintai suami Anda? Atau orangtua Anda?

Cinta tersebut sama sekali tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan cinta tulus dan murni yang Anda rasakan untuk anak yang akan Anda rawat seumur hidup Anda. Bagian kecil dari diri Anda yang sangat bergantung pada Anda. Yang tangisnya adalah musik bagi telinga Anda. Yang kehangatannya membuat Anda ingin ketagihan, Sosok yang dapat Anda pandangi tanpa henti.

Saat Anda merasa Anda tidak dapat menahan kelelahan Anda, ia akan melakukan sesuatu sesederhana senyum, bergerak mendekati Anda, atau memandangi mata Anda. Sesederhana itu, dan kelelahan Anda menguap dan Anda tahu tidak peduli seberapa lelah Anda, atau seberapa inginnya Anda memiliki waktu pribadi, atau seberapa inginnya Anda berkencan dengan suami atau bergaul dengan teman-teman, atau sekadar makan dengan tenang… Anda akan selalu memilih untuk berada bersamanya.

Leave a Reply
<Modest Style