Menjadi dosen: ‘rencana cadangan’ seorang sarjana?

,

Kini Anda telah lulus kuliah. Selanjutnya bagaimana? Seorang akademisi kawakan menimbang pro dan kontra karir dalam dunia akademis. Oleh Dr Jonathan Wilson.

Keputusan tentang pilihan karir benar-benar penting. (Gambar: iStock)
Keputusan tentang pilihan karir benar-benar penting. (Gambar: iStock)

Masa kelulusan sudah sangat dekat di Inggris. Semua ujian telah berakhir dan saya baru saja selesai memeriksa semuanya. Hanya dewan penguji yang tersisa.

Sementara itu, murid-murid saya memikirkan pilihan karir yang akan mereka ambil. Kebanyakan beranggapan ingin mendapat pekerjaan “yang sebenarnya”. Rencana cadangan mereka, jika gagal, adalah menjadi guru. Sangat sedikit yang mempertimbangkan karir di dunia akademis.

Sejujurnya, saya pun seperti itu saat seusia mereka. Setelah kelulusan, saya bekerja di industri selama beberapa tahun sebelum akhirnya beralih ke dunia akademis.

Mengapa saya beralih? Hm, pada sebuah makan malam di bulan Ramadhan, seorang teman dari teman saya mempengaruhi pikiran saya. Saya menginginkan tantangan dan jalur karir baru. Saat ia menyarankan dunia akademis, saya menanggapi dengan biasa saja. Saya berpikiran bahwa para akademisi merupakan orang yang terasing dari dunia nyata, dan tidak melakukan pekerjaan manajemen dan pemasaran (bidang keahlian saya).

Meski begitu, saat sedang menjadi pekerja kontrak, saya memutuskan mencobanya. Saya mengambil posisi pengajar tamu sekitar lima jam per minggu.

Pada kenyataannya, pekerjaan tersebut memakan waktu lebih dari lima jam. Saya mulai dihadapkan dengan keharusan memilih buku ajar, menuliskan penilaian, membuat diktat, dan lain sebagainya. Saya tidak dapat membuat alasan yang sama dengan yang saya buat semasa kuliah – tidak mengetahui hal-hal tertentu, atau kekurangan waktu membaca buku ajar dari awal sampai akhir.

Malam sebelum perkuliahan pertama, saya tidak memiliki waktu untuk tidur. Bukan karena gugup, namun karena saya harus membaca sangat banyak dan mempersiapkan banyak hal.

Pun begitu pekerjaan ini menarik saya. Sepuluh tahun kemudian, saya adalah seorang akademisi purna waktu yang matang. Bersamaan dengan mengajar, kini saya melakukan penelitian, penerbitan, dan masih dapat bekerja di dalam industri. Dengan jujur saya katakan ini merupakan karir yang keren, dan akan saya rekomendasikan pada siapapun. Sayang sekali lebih tidak lebih banyak mahasiswa – terutama yang berasal dari kelompok minoritas – menganggap profesi ini sebagai rencana utama.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas dan membuat Anda berpikir, berikut beberapa hal untuk dijadikan pertimbangan jika Anda menjadikan dunia akademis sebagai pilihan:

Kekurangan

Tidak ada waktu yang benar-benar kosong – hanya tugas yang berubah, bukan pekerjaan 8 jam, dan Anda tidak dapat berhenti begitu saja
Sebagai seorang akademisi, selalu ada sesuatu yang dapat Anda lakukan; ada sangat banyak surel, permintaan, dan pertanyaan; dan kini karena Anda terlalu banyak berpikir, Anda harus menemukan cara – jika bisa – untuk beristirahat, atau Anda akan kewalahan.

Anda perlu banyak belajar
Jika Anda ingin menjadi seorang akademisi, maka artinya mengambil gelar sarjana, master, dan doktor, yang semuanya membutuhkan waktu dan uang.

Anda tidak akan menjadi kaya
Dengan memperhitungkan banyaknya hal yang dipelajari dan waktu yang diluangkan, akademisi tidak digaji sebanyak profesi lain. Selain itu, Anda tidak akan dibayar untuk kebanyakan tulisan yang Anda terbitkan.

Anda harus sabar
Mendapatkan kualifikasi membutuhkan waktu. Mengembangkan profil akademis membutuhkan waktu. Menerbitkan hasil penelitian membutuhkan waktu. Beberapa tulisan saya membutuhkan waktu satu tahun untuk penelitian dan pengerjaan, dan kemudian dua tahun berlalu sebelum tulisan tersebut diperiksa oleh akademisi lain dan diterbitkan. Saat berada dalam bidang industri, panjang CV saya dua halaman; di sisi lain, panjang CV akademik saya mendekati 20 halaman.

Semua kolega Anda adalah orang yang banyak tahu
Bayangkan rasanya bekerja dengan orang-orang ahli – bukan hanya dalam bidang mereka, namun juga dalam berdebat dan mencari “sela” dalam argumen maupun pola pikir. Tidak seperti di dalam bidang industri, menyatakan bahwa Anda telah menjual lebih banyak, mendapat kepuasan lebih, atau menerima umpan balik lebih baik tidak cukup untuk memenangkan argumen.

Mahasiswa selalu merasa berhak mendapatkan nilai lebih tinggi – terutama karena kini biaya pendidikan tinggi sangat mahal
Ya, jelas semakin banyak tekanan di zaman media sosial yang selalu terhubung di mana pendidikan menjadi kian mahal. Mahasiswa menganggap diri mereka sebagai pelanggan (dan memang begitu dalam banyak hal), dan kini mereka mengharapkan akademisi membantu mencarikan kerja.

Harus menjadi penyendiri hari ini, dan penggembira keesokannya
Beberapa pekerjaan mengharuskan Anda bekerja mandiri, dalam kesendirian, dan menjadi pembawa hal baru. Kemudian, keesokannya, Anda diharapkan memberikan kuliah dan diskusi yang menghibur, menarik, dan memperkaya kepada mahasiswa, industri, dan media. Ini merupakan tanggung jawab besar.

Kompetisi internasional yang sebenarnya
Ada sangat banyak universitas dan akademisi. Saat melamar sebuah pekerjaan, Anda berhadapan dengan saingan dari berbagai tempat.

Diskriminasi terselubung
Sayangnya, meski terdapat keragaman besar di dalam populasi mahasiswa di Inggris, Anda akan membaca dan mendengar banyak anggapan miring tentang wanita dan kelompok etnis minoritas, terutama pada posisi manajemen senior.

Kelebihan

Anda dapat menentukan materi pelajaran
Saat telah mendapatkan tanggung jawab atas sebuah kelas, Anda memiliki kebebasan untuk menentukan hampir segalanya (selama masih berada dalam peraturan universitas, tentunya): daftar bahan bacaan, cara penyampaian di kelas, tugas perkuliahan, cara penilaian terhadap mahasiswa, dan, tentu saja, nilai akhir.

Anda terus belajar, dan hal tersebut sangat mengasyikkan
Karena kini Anda yang memegang kendali dan harus memahami berbagai hal hingga Anda dapat menyampaikannya pada orang lain, Anda dipaksa untuk benar-benar mengerti bahasan yang Anda miliki. Sebagai tambahan, saya merasa bahwa menyadari adanya sudut pandang lain dan pembelajaran yang terus-menerus membuat saya merasa lebih muda.

Anda dapat bekerja sama dengan siapa saja; tidak ada lawan
Sebagai akademisi, tugas kami adalah untuk menggali dan menjaga pengetahuan. Kami didorong untuk melakukan ini bersama siapapun – di manapun mereka. Tidak ada yang akan mengatakan bahwa Anda tidak dapat berbicara dengan si ini atau si itu karena mereka berada di universitas atau perusahaan lain. Tidak ada yang boleh menghalangi upaya pencarian kebenaran dan pengetahuan.

Akademia atau dunia: Tidak lagi saling terpisah (Gambar: iStock)
Akademia atau dunia: Tidak lagi saling terpisah (Gambar: iStock)

Kerja fleksibel
Dunia akademis berhubungan dengan beban kerja, dan jenis pekerjaan yang Anda lakukan pada waktu dan tempat berbeda. Hal ini memudahkan Anda mengambil pekerjaan paruh waktu atau beristirahat sejenak dari karir dibandingkan dengan pekerjaan lain. Terutama karena fokusnya berjangka jauh lebih panjang daripada dalam karir lain, terdapat pemahaman bahwa kesempurnaan dan keahlian dibangun seiring waktu. Dibandingkan dengan sektor swasta, lebih banyak akademisi yang dapat terus bekerja hingga usia lanjut. Saya pernah menghadiri kuliah seorang profesor berusia 90 tahun.

Kesempatan bepergian melimpah
Ada banyak kesempatan terbang ke acara-acara konferensi dan bekerja di seluruh penjuru dunia, dengan biaya yang ditanggung.

Kebahagiaan menyaksikan kelulusan
Duduk di atas panggung dan bertepuk tangan untuk mahasiswa saya di hari kelulusan merupakan salah satu waktu favorit saya dalam setahun. Ada rasa keberhasilan mencapai sesuatu mengetahui bahwa Anda telah membantu orang-orang dengan sedemikian rupa hingga dapat meningkatkan mobilitas sosial dan kelayakan kerja mereka – apalagi kini Anda akan mendapatkan pengumuman LinkedIn untuk merayakan kesuksesan karir para lulusan.

Hak atas ciptaan Anda
Segala sesuatu yang Anda ciptakan dan tulis adalah milik Anda, ditautkan ke nama Anda, dan diakui sebagi milik Anda. Saat bekerja di bidang industri, perusahaan mempunyai kepemilikan atas segalanya dan mendapat lebih banyak pujian.

Pemikiran terakhir

Mantra dan motivasi saya:
Menjadi orang yang lebih baik, tidak menyia-nyiakan bakat saya, membuat keluarga saya bangga; menjadi pembimbing yang saya pernah idam-idamkan; membagikan dan membantu meningkatkan kualitas hidup orang lain; memahami diri dan dunia dengan lebih baik, merasa bahagia dan bebas; dan meninggalkan tanda dan jejak di Bumi.

Jadi jangan merasa patah semangat karena sisi kekurangannya – setiap pekerjaan memiliki kekurangan. Menjadi akademisi adalah karir yang memuaskan, bermanfaat, dan keren. Anda akan diterima dengan tangan terbuka.

Leave a Reply
Aquila Klasik