Modest Style

Menjadi Diri Sendiri di Dunia Kencan Maya

,

Beberapa orang mencari cinta di dunia maya dengan bekal kepura-puraan. Mariam Sobh berbagi pendapat tentang hal ini.

Gambar: Photl
Gambar: Photl

Pekan lalu saya membicarakan tentang semakin banyaknya orang yang merambah dunia maya untuk mencari cinta. Pekan ini, saya ingin mencoba memahami dunia maya dan mengapa sebagian orang menggunakannya untuk menipu.

Ketika orang ingin mencari cinta di dunia maya, mereka biasanya harus bergabung dengan sebuah layanan dan mengisikan data diri mereka. Supaya berhasil, boleh dikatakan Anda harus untung-untungan karena tidak dapat dipastikan bahwa setiap orang yang berhubungan melalui situs perjodohan memberikan data secara jujur.

Orang-orang kini sangat mudah membuat profil yang saya anggap palsu.

Seorang perempuan bisa saja mendapatkan foto dari mesin pencari dan mengakuinya sebagai foto diri. Lalu ia bisa saja membina hubungan online dengan seorang lelaki yang percaya bahwa ia berhubungan dengan seseorang yang nyata. Yang tidak lelaki ini ketahui adalah tidak hanya si perempuan sama sekali tidak mirip dengan orang yang di foto, namun semua informasi yang ia berikan pun sebuah kebohongan.

Saya tidak mengerti mengapa ada orang yang ingin memulai sebuah hubungan secara tidak jujur. Dan bagaimana saya tahu pasti bahwa hal ini memang terjadi? Karena sudah lebih dari sekali teman-teman memberitahu bahwa foto saya dipakai oleh perempuan lain yang sedang mencari calon suami di dunia maya.

Kesalahan yang dibuat para perempuan ini adalah bahwa mereka dengan naif berpikir saya tidak akan tahu perbuatan mereka. Dunia ini sangat kecil dan biasanya seseorang akan mengirimkan saya tautan dan bertanya, “Tahukah seseorang menggunakan foto Anda?”

Biasanya saya akan menghubungi mereka dan meminta foto saya dihapus dari profil mereka. Sempat ada seseorang yang berani-beraninya menanggapi saya, “Saya mendapatkan foto ini dari internet, tidak ada hak ciptanya.”

Saya tidak keberatan bila ada yang menggunakan foto saya bila terhubung ke situs saya dan selama mereka tidak mengaku sebagai saya. Hanya karena Anda menemukan foto saya, tidak berarti Anda dapat berpura-pura menjadi saya!

Menyedihkan rasanya melihat perempuan dan lelaki menggunakan foto palsu untuk menarik orang mengunjungi profil mereka. Seorang lelaki mengunggah foto binaragawan dan berpura-pura suka berolahraga, padahal pada kenyataannya ia kelebihan beban dan duduk di balik layar komputer sepanjang waktu menjelajahi profil online. Ini tentunya sekadar stereotipe, namun hal ini memang terjadi.

Seorang perempuan yang sedang merasa rendah diri, merasa dirinya terlihat tidak menarik di foto, mencari foto seseorang yang menawan yang dipikir memiliki kemiripan dengannya. Kemudian ia berharap orang-orang mengunjungi profilnya.

Saya pribadi berpikir orang-orang yang melakukan hal ini memiliki masalah yang lebih jauh dari sekadar memposting hal bohong tentang diri mereka. Mereka memiliki masalah dengan kejujuran dan kepercayaan diri. Jika mereka percaya diri, mereka pasti ingin orang lain mengenal mereka apa adanya. Jika mereka jujur, mereka tidak akan melebih-lebihkan atau berbohong tentang diri mereka dari balik layar.

Saat seseorang sudah terlalu terikat dengan sebuah sosok di dunia maya, bisa jadi sulit menerima kenyataan bahwa mereka telah dibohongi. Saat Anda membentuk sebuah keterikatan emosional, tidak semudah itu untuk meninggalkannya begitu saja. Dan mungkin itulah alasan sebagian orang melakukan hal tersebut.

“Jika saya memperlihatkan diri saya sebagai sosok hebat yang mengagumkan, maka saat kita mulai serius, saya dapat menceritakan kebenarannya karena saat itu terjadi kita sudah saling cinta.” Saya menyarankan siapa saja yang tertipu oleh seseorang seperti ini untuk lari sejauh-jauhnya.

Beberapa orang akan tetap merasakan cinta dan memaafkan pihak yang berbohong dan membuat pemakluman. “Dia hanya takut saya tidak tertarik padanya namun ia begitu mengagumkan dan saya mencintai kepribadiannya, penampilan tidak penting.”

Meski saya setuju bahwa penampilan fisik tidak seharusnya menjadi prioritas, menurut saya jika seseorang dapat berbohong semudah itu, maka ia dapat melakukan berbagai hal lain yang tidak Anda duga.

Menyedihkan rasanya menyaksikan bahwa hal ini sangat sering terjadi dalam dunia perjodohan Muslim. Profil palsu hampir-hampir menjadi kewajaran. Seringkali, pelakunya tidak tampak merasa bersalah atau menyesal. Seakan memang begitulah yang terjadi di mana-mana.

Tidak ada yang menandingi pengalaman bertatap muka langsung. Namun jika Anda menggunakan fasilitas dunia maya, nasihat saya adalah sesegera mungkin bertemu melalui obrolan video online atau secara langsung sebelum terlanjur jatuh hati. Mudah sekali jatuh cinta pada pemikiran Anda tentang seseorang yang berhubungan dengan Anda secara online. Anda dapat membuat mereka seperti apapun yang Anda inginkan.

Memang lebih mudah bagi orang-orang dengan kecemasan sosial untuk membina hubungan melalui media tertulis, namun jangan sampai hal tersebut menahan Anda dari mencari tahu lebih lanjut.

Bahkan saat Anda telah melihat foto asli atau mengobrol melalui video, mereka masih dapat berbohong pada Anda. Banyak sekali hal yang dapat diakali: mengedit ketidaksempurnaan menggunakan perangkat Photosop, mengaku-aku memiliki tinggi badan tertentu, meminta teman mewakili di video, serta banyak lainnya.

Mungkin saya terdengar terlalu mementingkan tampilan fisik yang katanya tidak penting saat Anda mencintai seseorang. Peduli apa soal penampilan luar?

Namun intinya adalah jika semudah itu seseorang berbohong tentang hal-hal di atas, saya tidak akan pernah mempercayai satupun kata yang keluar dari mulutnya.

Jika Anda kebetulan menggunakan foto seseorang, atas dasar apapun, saya menyarankan Anda mencari bantuan ahli untuk mengetahui mengapa Anda tidak dapat bersikap jujur dan apa adanya. Jauh lebih baik daripada melangsungkan pernikahan yang didasari kepura-puraan.

Rasulullah SAW dikenal sebagai “Al Amin” yang arti orang yang dapat dipercaya. Harapan saya kita semua berupaya mencontoh karakter beliau dan memuliakan citra kita pada dunia.

Leave a Reply
<Modest Style