Modest Style

Mengupayakan Ramadhan terbaik untuk keluarga

,

Dapatkan manfaat lebih dari Ramadhan dengan mengikutsertakan anak-anak. Oleh Afia R Fitriati.

0103-WP-Welcome-by-Afia-iStock
Gambar: iStock

Setiap tahun, tamu kehormatan yang palig dinanti mengetuk pintu rumah umat Muslim yang cukup beruntung mendapat kesempatan untuk menyambutnya sekali lagi. Tamu tersebut adalah bulan Ramadhan, bulan yang suci di mana, sebagaimana diriwayatkan oleh hadits, setan-setan dibelenggu dan pintu-pintu neraka ditutup. Bukan sekadar bulan puasa, bulan Ramadhan juga merupaka bulan penuh ampunan dan pahala berlimpah. Seperti halnya tamu istimewa lain, kita menyambut Ramadhan dengan keramahan dan persiapan terbaik, terutama karena Ramadhan hanya berkunjung dalam waktu singkat.

Ada dua jenis persiapan yang harus kita lakukan untuk Ramadhan: eksternal dan internal. Pertama, berpuasa pada bulan Ramadhan mengharuskan kita untuk sehat secara fisik agar dapat melakukan kegiatan sehari-hari sekaligus kegiatan spiritual kita – semuanya dengan tidur, makanan, dan air yang lebih sedikit. Jika bisa, cobalah melakukan puasa sunnah, sebagaimana yang Nabi Muhammad SAW diketahui rutin lakukan pada dua bulan sebelum Ramadhan: Rajab dan Sya’ban. Dengan begitu, tubuh kita tidak akan terlalu “terkejut” dengan pola Ramadhan. Saat kita menghabiskan lebih sedikit waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan, semakin kita dapat memfokuskan diri pada kegiatan yang harus kita lakukan selama bulan suci. Berpuasa bersama keluarga juga lebih menyenangkan dan memberikan semangat!

Persiapan kedua dan yang paling penting adalah persiapan internal: mental dan spiritual. Kita harus mempersiapkan hati dan pikiran kita untuk menyambut hari-hari Ramadhan, sebagaimana kita mempersiapkan diri untuk acara penting lainnya dalam hidup kita, seperti ujian, presentasi, dan bahkan pernikahan kita. Lagipula, hari-hari Ramadhan adalah hari yang menjanjikan kebahagiaan abadi tak terbatas di akhirat.

Jadi kita harus menghimpun kemampuan internal kita untuk mempersiapkan hari-hari ini. Sekali lagi, melakukannya bersama keluarga membuat Ramadhan menjadi lebih bermakna. Sebelum dan selama Ramadhan, kumpulkan anggota keluarga Anda untuk sesi pengarahan singkat. Gunakan waktu kebersamaan Anda untuk mendidik si kecil tentang makna bulan ini dan apa yang dapat mereka lakukan untuk berpartisipasi dalam kegiatan spiritual. Tanyakan apakah mereka memiliki gagasan dan masukan daripada sekadar memberitahu mereka apa-apa yang harus mereka lakukan. Rencanakan strategi permainan dan jadwal kreatif untuk mendapat manfaat terbaik saat-saat suci ini. Berikut beberapa pertanyaan sebagai bahan pertimbangan:

Bagaimana anak-anak dapat membantu di rumah agar Anda dapat memiliki lebih banyak waktu untuk membaca Qur’an?

Apa yang dapat Anda lakukan untuk membuat puasa lebih mudah dan lebih menyenangkan bagi anak-anak?

Kegiatan amal apa yang akan menjadi fokus Anda sebagai keluarga?

Anda mungkin ingin membahas pertanyaan di atas pada sesi pengarahan Ramadhan Anda. Yang paling penting, setiap anggota keluarga harus memahami bahwa berpuasa adalah bentuk ibadah yang harus dilakukan hanya karena Allah, karena hanya Allah-lah yang menilai perbuatan kita.

Ramadhan bukan sekadar bulan puasa, namun juga bulan kebaikan, berbagi, dan kebaikan. Semoga Ramadhan ini memberi Anda dan keluarga kebahagiaan dunia dan akhirat.

Artikel ini pertama kali terbit di majalah Aquila Style edisi Juni 2012.

Leave a Reply
<Modest Style