Modest Style

Menelisik Jiwa untuk Menemukan Jati Diri

,

Alayna Ahmad mengajak kita untuk menengok jauh ke dalam diri untuk menemukan panggilan sejati.

Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Berapa banyak dari kita yang masih mengingat pertanyaan yang diajukan semasa masih kanak-kanak, mau jadi apa nanti saat dewasa? Mungkin menjadi seorang dokter, ilmuwan, pilot atau guru? Berapa banyak yang masih mempertahankan mimpi itu, atau cukup diberkati untuk mencapainya? Apapun jawaban kita untuk pertanyaan-pertanyaan ini, satu hal yang pasti: di satu titik dalam rentang hidup kita, kita harus menelisik ke dalam hati hingga kita bisa menciptakan kehidupan yang kita dambakan.

Saya membayangkan betapa sebagian dari kita merasa takut mengakui secara pribadi hasrat terdalamnya. Mungkin kita tak ingin mengecewakan teman-teman dan keluarga, sehingga kemudian harus menempuh perjalanan hidup yang sebenarnya tidak kita inginkan. Seorang anak yang bermimpi menjadi seorang desainer fesyen justru memutuskan memilih sekolah kedokteran karena gengsi dan tingginya status seorang dokter dalam komunitasnya.

Walau bagaimanapun, kita seharusnya mengejar apa yang akan membuat kita bahagia. Kita cenderung akan bekerja lebih keras untuk mengejar cita-cita yang sangat kita idamkan ketimbang sesuatu yang telah dipilihkan orang lain untuk kita.

Salah satu hal terbaik yang dimiliki semua orang adalah intuisi. Kita bertumpu kepada intuisi saat dalam kondisi genting dan tidak pasti. Intuisi adalah komponen penting dalam spiritualitas kita dan mekanisme penilaian yang kita punya sejak lahir. Apa kata intuisi tentang jejak dalam kehidupan kita?

Kadangkala kita butuh berkontemplasi agar mampu tenang dan diam agar suara hati yang berbisik terdengar oleh kita. Saat saya memulai perjalanan pencarian diri ini, saya sering mengambil waktu menyepi seorang diri di taman, kota-kota yang sibuk, perpustakaan, galeri dan museum. Untuk mengungkap perihal diri sendiri, saya merasa harus melepaskan diri dari dunia yang berputar di sekitar saya. Hingga akhirnya, saya mencoret hal-hal dalam daftar yang tidak seirama dengan diri saya. Hingga akhirnya, saya menemukan hasrat terdalam saya dan menapaki jalannya sejak saat itu.

Bagaimanapun kehidupan kita, kita harus mempunyai keberanian dan keyakinan untuk mewujudkan sebuah mimpi menjadi kenyataan. Kita akan menanggung segala kesulitan dan di saat-saat tertentu akan merasakan kekurangan. Pada akhirnya, kegigihan adalah elemen krusial dalam kesuksesan. Biarkan proses perjalanan dalam sebuah pencapaian membentuk diri kita, dan bukan tujuan itu sendiri.Segala kerja keras kita akan terasa lebih manis saat kita menemukan bahwa segala kesulitan yang kita temui dalam kehidupan kita dapat diatasi. Jangan pernah berhenti berharap. Kita harus menggenggam erat keberanian, keteguhan tekad dan ketabahan untuk bisa menang.

Amati baik-baik setiap kekuatan dan kelemahan kita. Kelemahan dapat diatasi seiring berjalannya waktu. Seringkali, kita terlalu terfokus kepada kelemahan kita sehingga cenderung mengabaikan kekuatan yang kita miliki. Kekuatan kita adalah hal yang unik bagi setiap orang dan kita diizinkan memilikinya untuk sebuah alasan.

Apakah kita telaten dalam mendengarkan? Ataukah mungkin menolong orang lain mengatasi persoalan mereka? Logikanya, hasrat sejati meliputi beberapa atau bahkan semua atribut tadi. Kita harus mampu mengolah aset-aset kita dan memanfaatkannya sehingga berfaedah bagi diri sendiri juga orang lain.

Ketika kita memiliki kesempatan untuk menelisik ke dalam jiwa kita, kita harus ingat bahwa orang lain belum tentu sepakat dengan visi yang kita yakini. Sebab kita melihat diri kita dengan cara yang spesifik dan mungkin terluput dari kapasitas tertentu yang kita miliki.
Teman, kerabat dan keluarga mungkin menyadari beberapa aspek jiwa kita yang bahkan tidak kita sadari. Oleh karena itu, berdialog dan berdiskusi dengan orang-orang terdekat dalam proses penjajakan jiwa adalah penting adanya.

Kita semua mendambakan sebuah kehidupan yang ideal untuk dijalani, meski beberapa orang masih belum yakin perihal hasrat sejatinya. Jika seseorang sudah sedemikian diliputi kedukaan atau kepedihan, mungkin sudah waktunya untuk memulai perjalanan pencarian-jatidiri agar terpenuhi hasrat jiwanya yang sejati. Mungkin bila saatnya tiba, kita bisa menemukan kedamaian sejati dalam diri.

Leave a Reply
<Modest Style