Modest Style

Mencari Dirimu yang Otentik? Melompatlah Dengan Yakin!

,

Tantangan masalah menjadikan kita orang yang lebih baik, tulis Amal Awad.

(Gambar: Dreamstime)
(Gambar: Dreamstime)

Realisme magis selalu memiliki kekuatan potensial, tetapi biasanya antagonis, dan mendorong kita menuju perubahan. Ambil contoh sastra Amerika Latin, yang bisa dibilang merupakan tempat kelahiran genre ini. Atau, dalam istilah yang lebih mutakhir, ada standar Hollywood mengenai metafora malih rupa/perjalanan menembus waktu, di mana karakter buruk rupa secara simsalabim berubah menjadi karakter yang sempurna dan, bisa ditebak, berwujud manusia. Dalam perjalanannya, mereka dibantu seseorang atau sesuatu yang mengubah hidup mereka, sehingga mereka mendapat satu dua pelajaran.

Contoh yang baik adalah Groundhog Day, di mana karakter protagonis yang punya keburukan harus menjalani kembali hari yang sama berulang-ulang sampai ia mengenali keburukannya itu, dan dengan cara tertentu, mengatasi masalahnya. Di awal cerita ia memiliki masalah yang umum bagi banyak orang — kekecewaan dengan hidup yang biasa-biasa saja, membuat kita merasa hidup hampa tiada guna, sinis dan mati rasa.

Kita terhanyut dalam cerita ini karena berbagai alasan, tapi saya yakin salah satu di antaranya adalah kita berharap hal yang sama terjadi pada kita. Semacam malaikat pelindung muncul entah dari mana, memaksa kita untuk mengulang kembali keputusan-keputusan kita sampai kita melakukan hal yang benar, atau setidaknya lebih tepat, untuk tujuan utama kita. Seseorang atau peristiwa yang mengubah dunia kita sepenuhnya, sehingga segala sesuatunya berubah dan kita harus membangun diri kita dari awal. Dengan begitu kita bisa menjadi diri kita yang autentik, berbeda dari sebelumnya, dan penuh kemenangan.

Waktu saya bilang kekuatan potensial, maksud saya ini sesuatu yang tersamar. Ia tampaknya bukanlah hal yang kita angan-angankan, namun akan mendorong kita sampai kita siap berubah drastis. Kadang-kadang kita begitu. Kadang-kadang, dalam proses memahami kehidupan, kita menemukan banyak hal yang kita anggap harus ditinggalkan, sesuatu yang sudah usang tapi masih berguna, layaknya sepasang sepatu tua yang tidak pas lagi kecuali kita memperbaikinya. Bahkan setelah itu kita lakukan, rasanya akan tetap aneh, seperti sepatu itu bukan milik kita dan kita berjalan dengan sepatu orang lain.

Begitu banyak hal baik dalam hidup saya yang merupakan hasil dari sesuatu yang semula saya pandang buruk.

Tapi yang menarik adalah, sering kali kita sudah memiliki kekuatan itu, entah positif atau negatif, yang membuat kita berpikir, merasa, dan berubah dengan cara yang tidak kita sadari. Saya dulu sering kesal ketika orang menganggap pengalaman hidup yang negatif sebagai ‘ujian’, namun ternyata memang begitulah adanya pada tingkat yang benar-benar spiritual.

Apa yang kita inginkan, dan apakah kita benar-benar siap untuk itu? Itulah tantangan yang harus kita hadapi dalam kehidupan sehari-hari, dalam hubungan kita, di tempat kerja, dalam apa pun yang kita anggap berada sepenuhnya di luar kendali kita. Meskipun, menurut saya, hal yang mengerikan dan menggembirakan sebagai manusia adalah sesekali kita harus menyerah pada hal-hal yang berada di luar kendali kita.

Kita mungkin melihat keriuhan hidup dengan semua warna-warninya yang megah dan penuh energi, tapi kita tidak selalu nyaman dengan itu. Kita meratapi patah hati, namun kita sangat mudah jatuh dalam keputusasaan. Kita mencari kebahagiaan yang mungkin sulit kita raih, seraya mengabaikan tempat dalam diri kita sendiri yang dapat memberikan hal itu dalam sekejap. Pada saat yang sama, kita berharap datangnya seseorang atau sesuatu yang membuat kebahagiaan itu menjadi nyata, jelas, dan tak terlepas lagi. Perubahan itu baik, tapi jarang sekali kita melakukannya kecuali jika terpaksa.

Sangat penting untuk mengenali ujian hidup ini apa adanya. Ujian adalah jalan ke arah pertumbuhan, untuk mengenal diri sendiri lebih baik, dan hidup dengan cara-cara yang tidak pernah kita bayangkan. Begitu banyak hal yang baik dalam hidup saya merupakan hasil dari sesuatu yang semula saya pandang buruk, tantangan yang justru saya hindari. Namun, jika menengok ke belakang, saya dapat melihat sisi spiritualitasnya, memang itulah yang saya butuhkan untuk membawa saya ke dalam keseimbangan dan kesadaran.

Hidup ini benar-benar menguji kita. Ia menempatkan rintangan di jalan kita, dan ketika kita menghadapinya, kita berjuang melawannya, seolah-olah sesuatu yang tak kasatmata menghalangi langkah kita. Pada kenyataannya, perjuangan menghadapi ujian ini membantu kita memperoleh kekuatan yang kita butuhkan untuk mencapai tingkat berikutnya sekaligus menyelaminya, menikmatinya, dan meraih peluang-peluang baru yang datang menghampiri kita.

Efek samping dari tantangan dan perubahan tidak semuanya negatif. Saya pikir sebagian besar di antaranya positif—kita tumbuh, kita belajar dan kita menjadi lebih autentik.

Apa yang saya maksud dengan autentik? Lebih selaras dengan jati diri kita. Tidak takut dengan sisi gelap kita, melainkan memahami apa yang dapat kita petik dari hal itu agar menjadi lebih utuh, lebih terarah dalam tujuan kita, dan memiliki rasa diri yang lebih sehat. Dengan begitu, kita menjadi lebih bahagia dengan diri sendiri, dan hubungan kita menjadi lebih baik.

Kita tidak akan menoleransi  hubungan yang tidak menghargai kita. Kita akan menolak intimidasi saat itu terjadi. Kita akan menemukan siapa diri kita dan akan menjadi siapa kita seterusnya.

Ini semua baik. Ini semua positif. Ini semua sulit, kadang-kadang menyakitkan, dan kita akan merasa seolah-olah kekuatan kita telah habis. Tapi sebenarnya tidak begitu. Kita lebih kuat dari yang kita sangka, dan dengan menyadari ini, kita akan mulai melihat ujian sebagai tanda yang menerangi jalan kita.

Saya mengatakan ini sebagai seseorang yang pernah punya pengalaman demikian. Hidup ini mengharu-biru, mengagumkan, memilukan. Hidup adalah perjalanan yang berlangsung dari terang ke gelap dan kembali lagi. Tapi pada saat yang sama, cara kita menerima dan merespons perjalanan yang mengharu-biru, mengagumkan, dan memilukan ini akan menentukan bangkitnya kekuatan kita dan rasa berdaya diri kita.

Leave a Reply
<Modest Style