Modest Style

Membawa Keragaman pada Penggambaran tentang Muslim

,

Manfaat dari menempatkan ke depan wajah yang bervariasi dari Islam dan Muslim banyak sekali — karena sebuah cerita tunggal tidak pernah melukiskan gambaran yang utuh, tulis Fatimah Jackson-Best.

Warna-warni keragaman (Gambar-SXC)
Warna-warni keragaman (Gambar-SXC)

1 Februari 2014 menandai Hari Hijab Dunia yang kedua, sebuah kegiatan yang dipelopori oleh Nazma Khan, seorang  warga New York. Acara ini menarik publisitas dari seluruh dunia sebab perempuan Muslim dari beberapa negara seperti Trinidad dan Tobago, Kanada, dan Filipina berikrar untuk ikut mendukung dan bergabung dalam kampanye itu. Hari Hijab Sedunia dikonseptualkan pada 2013 sebagai peluang untuk mendidik masyarakat mengenai penutup kepala Islam tradisional dan, dalam prosesnya, menghilangkan sejumlah mitos yang seringkali diasosiasikan dengan hal itu.

Bagi saya, Hari Hijab Dunia juga sebuah kesempatan untuk secara aktif terlibat dalam dialog terus menerus mengenai hijab dan Islam, serta memberikan penggambaran yang menentang sejumlah ide tidak akurat yang ada mengenai keduanya. Di Barbados, kaum Muslim menandai hari ini dengan berbagi informasi melalui radio dan surat kabar. Sangat signifikan bahwa hal ini berlangsung di negara dimana 95 persen dari populasinya adalah pemeluk Kristen. Dalam lingkungan semacam ini, setiap kesempatan untuk mendiskusikan Islam dalam skala luas adalah penting untuk menyebarkan informasi yang dapat mengubah persepsi masyarakat.

Hari itu juga membantu saya menyadari bahwa, untuk baik ataupun buruk, hijab adalah salah satu simbol utama dari Islam. Bahwa ia melekat pada tubuh perempuan membuatnya menjadi subyek berbagai diskusi sosial, politik, dan budaya, sehingga amat penting jika sebuah hari didedikasikan baginya.

Ada waktu-waktu di mana saya merasa seperti sebuah papan iklan berjalan untuk Islam, dan saya tahu saya tidak sendiri. Saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan bahwa saya bukan juru bicara untuk agama saya dan saya tidak mewakili setiap perempuan Muslim, tetapi saya  menyadari bahwa status saya sebagai sebuah bagian dari perempuan Muslim. Karena hal ini, saya sadar tentang interaksi saya dengan orang-orang yang bukan Muslim, dan saya menyadari betapa mereka berarti jika mereka dibimbing dengan sungguh-sungguh dan penuh perhatian.

Sangat penting bagi saya untuk menjadi mudah didekati oleh orang-orang yang tidak pernah berinteraksi dengan seorang perempuan Muslim sebelumnya. Kemampuan untuk terlibat dengan berbagai jenis manusia dalam cara yang berarti bahkan lebih penting. Tanggung jawab harian kita yang amat banyak dapat membuat kita meremehkan kekuatan dari kehadiran tubuh kita — baik dalam meragamkan representasi dari Islam maupun menentang kesalahpahaman tentang agama kita.

Di sisi lain, menyebarkan tanggung jawab ini kepada perempuan Muslim bisa jadi tidak adil dan, kadang-kadang, sebuah beban. Kita juga telah melihat bagaimana hal ini dapat menjadi bumerang dalam kasus di mana orang-orang melakukan tindakan merusak atas nama Islam atau Allah, yang mengingatkan kita bahwa satu orang tidak bisa menjadi suara mewakili semua orang. Bagaimanapun juga, dan mungkin bahkan sebagai sebuah hasil dari ini, sebuah sikap atau tindakan sederhana yang positif memiliki kekuatan untuk mengubah bagaimana seseorang melihat keseluruhan agama.

Apabila hal ini menakutkan atau membebani Anda, itu bagus; sebagai Muslim kita harus mengambil alih peran kita sebagai anggota masyarakat dan warga negara dengan lebih serius. Jika kita melakukannya, kita juga bisa mengubah bagaimana Islam dipandang, dan itu termasuk bagaimana pria dan wanita Muslim dianggap oleh masyarakat. Ke depan, ini adalah tentang bagaimana kita akan mampu mengubah wacana tentang Islam dan Muslim kepada satu hal yang lebih mewakili berbagai pengalaman kita.

Untuk mencapai ini kita juga perlu untuk menerima satu sama lain, termasuk menerima segala perbedaan kita. Sebagai seorang perempuan Muslim hitam keturunan Karibia, saya sadar bahwa ras dan budaya saya mengubah pandangan dari apa yang disebut berpenampilan dan bertingkah laku seperti “Muslim tipikal”. Dibesarkan dalam latar belakang rasial dan budaya ini secara otomatis memberi saya posisi orang dalam dan orang luar yang terasa tidak nyaman saat saya berusia lebih muda, tetapi saya tumbuh untuk menghargainya sebagai seorang dewasa. Saya mulai menerima bahwa saya berbeda dan didikan saya tidak seperti teman-teman saya. Dengan melakukan hal ini saya menumbuhkan gambaran yang berbeda dari kaum perempuan Muslim dan saya tidak menyesal karenanya.

Pengalaman  ini mungkin bisa diterima oleh siapa pun yang tidak sesuai dengan gambaran tipikal mengenai apa yang diharapkan tampak dari seorang Muslim dan sering digambarkan sebagai seorang Muslim. Ada ratusan juta Muslim tinggal di seluruh dunia, tetapi wacana tunggal tentang kita secara terus menerus didorong dimana kita secara aktif harus melawannya. Wacana ini adalah satu yang bisa kita ubah tetapi itu tidak akan terjadi dengan bersikap pasif atau picik. Kita harus terlihat dan juga sungguh-sungguh dengan tindakan kita, baik besar ataupun kecil. Tanpa keraguan ini adalah kerja keras; usaha ini membutuhkan upaya kolektif. Bagaimana pun juga, kegiatan seperti Hari Hijab Dunia menawari kita cetak biru untuk memulai. Ke mana kita pergi dari sana adalah terserah kita, tetapi sekali kita mulai, maka sebaiknya kita tidak mundur lagi.

Leave a Reply
<Modest Style