Modest Style

Jejaring virtual untuk pekerja kreatif Muslim

,

Sebuah inisiatif pembelajaran online hadir untuk menghubungkan bakat-bakat Muslim terbaik. Oleh Sya Taha.

1402-WP-Creative-by-Sya-sm

Umat Muslim dunia diciptakan beragam agar kita “saling mengenal” (Al-Hujuraat:13). Hal ini nyata tercermin dalam seni yang kita ciptakan. Baik melalui ubin keramik Maroko yang sederhana dan umum, maupun Heydar Aliyev Center di Baku, Azerbaijan karya perancang pemenang penghargaan Zaha Hadid yang futuristik, umat Muslim menunjukkan tingkat kreativitas yang sangat menjanjikan. Kalau saja ada cara untuk mendata semua bakat yang ada.

Dua pekerja kreatif Australia, desainer Peter Gould (pengumuman: Peter Gould juga menulis untuk Aquila Style) dan penulis-ilustrator Reuben Brand, memikirkan hal yang sama. Di sela perjalanan mereka dalam dunia Muslim – yang bukan hanya perjalanan pribadi, namun juga perjalanan artistik – mereka menyaksikan banyak “Muslim yang kreatif dan luar biasa berbakat” yang belum banyak dikenal. Minimnya keterwakilan bakat-bakat ini terkadang disebabkan oleh kendala keterbatasan bahasa, keterpencilan geografis, atau sekadar kurangnya kesempatan untuk berbagi.

“Para ahli ini terus menjadi permata tersembunyi, menanti untuk ditemukan,” ujar Peter.

Melalui pekerjaan, mereka juga tersadar bahwa banyak Muslim yang tidak memahami maupun memanfaatkan layanan kreatif profesional, yang membatasi dampak branding pribadi dan bisnis mereka.

Ketersadaran ini memicu mereka untuk mendirikan Creative Ummah, sebuah ruang pembelajaran online yang menawarkan kelas-kelas online terjangkau dari para ahli di seluruh dunia, selain juga berfungsi sebagai penghubung dan direktori online pekerja kreatif di seluruh penjuru dunia. Rencananya, Creative Ummah akan membuka kelas dalam berbagai bidang, seperti desain grafis, pembuatan film, kewirausahaan, mode, serta puisi. Berbagai alat kreatif, panduan, dan sumber rencananya akan disediakan secara gratis.

Peter dan Reuben menganggap ruang ini sebagai kesempatan untuk menyoroti bakat-bakat Muslim baru, memamerkan portofolio, dan memberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan satu sama lain. Meski begitu, mereka ingin mengadakan kelas dan ruang online ini untuk semua orang, baik Muslim atau bukan. Hal ini bertujuan untuk mendorong “keterpaduan antar masyarakat” dan membantu perkembangan profesional seluruh pekerja kreatif dunia.

“Kami mendambakan masa depan di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesempatan mereka di dalam hidup dengan mengejar target dan cita-cita pendidikan.”

Saya tertarik dengan cara tim ini berencana melibatkan mereka yang kebanyakan bekerja di luar jaringan, dan (biasanya) secara lokal dalam skala kecil. Peter menjelaskan, “Jika seseorang biasanya tidak bekerja dalam lingkungan online atau di dalam jaringan, Creative Ummah akan bekerja secara aktif dengan mereka untuk membantu dalam memfasilitasi pengadaan kelas online.”

Tidak seperti kebanyakan inisiatif lain yang melibatkan umat Muslim dalam skala global, Creative Ummah didirikan sebagai organisasi yang mencari laba. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa dalam jangka panjang, ruang ini menjadi “bisnis yang dapat dicapai dan berkelanjutan” yang dapat terus memberi “dampak positif dalam hidup orang-orang yang terlibat”.

Meski begitu, Creative Ummah berencana untuk juga memasukkan inisiatif kerja sama nirlaba yang berguna baik untuk individu maupun organisasi. Dengan menghubungkan pekerja kreatif pemula dengan organisasi nirlaba yang mapan, para pekerja kreatif ini bisa mendapatkan kemampuan dan pengalaman berharga, sementara organisasi-organisasi yang seringkali kekurangan biaya dan kelebihan beban bisa memperoleh bantuan dalam pekerjaan sehari-hari.

Versi awal Creative Ummah direncanakan hadir pada akhir 2014 dengan beberapa kelas contoh, sementara mata pelajaran yang utuh akan ditambahkan secara bertahap sejak 2015 dan seterusnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Creative Ummah, sila kunjungi laman LaunchGood di sini

Leave a Reply
<Modest Style