Modest Style

Mainan di tengah dentuman senjata

,

Proyek fotografi War-Toys telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan karena sang seniman utama bekerja di satu medan perang dalam satu waktu, masa penyelesaian proyek ini sepertinya tak berujung. Amal Awad berbincang dengan fotografer Brian McCarty tentang apa yang ia kerjakan bersama anak-anak dan mainan di wilayah pertempuran di sekeliling dunia.

Gambar: Resilience
Gambar: Resilience

Bagi kebanyakan orang, pekerjaan sehari-hari melibatkan perjalanan rutin ke tempat yang sama setiap hari. Sesekali mungkin diselingi perjalanan bisnis, namun lokasi kerja kita jarang mencakup medan perang. Namun bagi fotografer mainan Brian McCarty, bulan normal dapat mencakup menunggu izin dari berbagai LSM untuk bepergian ke wilayah-wilayah yang mengalami kehancuran di seluruh dunia. Pada waktu wawancara ini di bulan Maret, Brian sedang berharap untuk memastikan tanggal-tanggal perjalanan untuk memasuki Afghanistan, Pakistan, Libanon, dan untuk bekerja dengan pengungsi Suriah.

Sementara itu, Brian tetap disibukkan dengan tugas proyek untuk membantu membiayai tujuan perjalanannya: War-Toys, esai foto yang menggunakan prinsip terapi permainan dan seni untuk menyuarakan pengalaman langsung anak-anak tentang perang.

“Pada prakteknya, anak-anak lelaki dan perempuan yang terkena dampak konflik berperan sebagai pengarah artistik untuk naratif foto-foto mainan yang didapatkan di wilayah setempat, yang ditempatkan dengan sedemikian rupa di lokasi kejadian sebenarnya untuk memunculkan kembali ketakutan yang dirasakan dan kejadian yang disaksikan,” jelas Brian.

Meski bulan normal dapat melibatkan perencanaan perjalanan, saat sedang melakukan pekerjaan, hari yang normal sama sekali berbeda dengan hari kantoran biasa.

Brian ingat pengalaman pertamanya memotret War-Toys, di Tepi Barat yang diduduki Israel. Pemotretan tersebut, ujarnya, merupakan pengalaman yang memaksanya mempertanyakan apa yang sebenarnya ia berusaha capai.

Beberapa anak telah menggambarkan seorang anak lelaki kecil yang ditembak oleh seorang anggota Tentara Pertahanan Israel di dekat tembok pembatas, kenang Brian. Untuk menggambarkan ulang momen tersebut, ia membeli mainan dari toko setempat di Wilayah Muslim Kota Tua Yerusalem sebelum menuju ke dekat Pos Pemeriksaan Qalandia di jalan ke Ramallah.

[Not a valid template]

“Saat mainan telah ditata di depan kamera, sekelompok besar pendemo telah mencapai pos pemeriksaan. Mereka berseru-seru dan mendekati tentara Israel yang berjaga di pos dengan peralatan anti huru-hara lengkap. Saat granat pelumpuh dan gas air mata mulai dilemparkan, saya harus memilih mengapa saya berada di sana.

“Akankah saya berhenti dan menyaksikan kejadian yang berlangsung tepat di belakang saya, atau terus ‘menyibukkan diri dengan mainan’ di depan kamera?”

Di luar dari anak-anak yang terlibat, Brian menyatakan bahwa tanggapan terhadap karyanya “sangat luar biasa”. War-Toys telah mendapat perhatian media di lebih dari 20 negara, dan ia juga telah ikut serta dalam berbagai pameran di New York, London, dan Cape Town.

“Sejauh ini karya saya telah mendapat penerimaan, namun begitu, saya merasa seakan saya hanya mengorek bagian permukaannya. Saya berniat memperbesar lingkup dan skala proyek ini dan mengikutsertakan sudut pandang anak-anak dari seluruh dunia.”

 

Baca lebih lanjut tentang War-Toys dan cara Brian bekerja dengan anak-anak di medan perang di edisi Seni Mei 2014, Eternal creation – it’s in you, tersedia untuk tablet dan iPhone.

Leave a Reply
<Modest Style