Modest Style

Lima Menit Bersama… eL Seed, Seniman Kaligrafiti

,

Di sela peluncuran buku, proyek kaligrafiti dunia, dan penampilan yang amat dinantikan di Pearl Daisy Asia Tour 2014, eL Seed menyempatkan berbincang dengan Jonathan Wilson.

[Not a valid template]

Meski tidak bersembunyi dibalik bayang-bayang seperti Banksy, eL Seed tetap sulit dilacak dan sedang sangat dicari. Saya akhirnya mendapatkan kesempatan wawancara singkat di antara jadwal padatnya di Dubai.

Artikel ini akan dimulai dengan potongan pemikiran eL Seed menanggapi perjalanan perdananya ke Asia Tenggara sebagai salah satu penampil utama di Pearl Daisy Asia Tour 2014.

Jonathan Wilson: Apa kesibukan Anda belakangan ini?

eL Seed: Menyelesaikan buku pertama saya, Lost Walls, yang akan dirilis di Art Dubai; dan menuju tahap selanjutnya: proyek kaligrafiti dunia berjudul EPHEMERAL.

Lost Walls akan segera tersedia di Amazon. Semua keuntungan dari buku tersebut akan diberikan kepada sebuah organisasi yang saya temui dalam perjalanan ini, yang memiliki misi untuk menjaga kekayaan budaya Tunisia.

Tabung cat semprot adalah salah satu alat dari empat elemen hip-hop. Seberapa hip-hopkah Anda?

Saya tumbuh besar dengan hip-hop. Saya pernah menjadi B-boy untuk waktu yang cukup lama. Saya justru pernah lebih serius mendalami breakdance daripada grafiti.

Dapatkah Anda gambarkan proses kreatif Anda, dan berikan sedikit pemahaman pada pembaca tentang segala hal yang terjadi di kepala Anda, apa yang menyemangati Anda, dan bagaimana?

Tergantung dari di mana saya berada, saya coba menemukan pesan yang berkaitan dengan masyarakat setempat namun masih memiliki ruang yang universal. Saya memilih tembok, menggambar sketsa sederhana, dan menyerang tembok tersebut secara spontan.

Dalam sebuah wawancara di Harvard University saat sedang membuat sebuah karya bertema warna ungu, Anda menyebutkan bahwa Anda sedang merebut kembali warna pasca revolusi Tunisia. Jika Anda dapat memiliki satu warna, warna apakah itu?

Hitam – bahkan meski hitam bukan sebuah warna.

eL-Seed-Lost-Walls-cover

Jika Anda dapat berkarya di manapun di dunia, ke mana Anda akan pergi?

Ke bulan.

Siapa seniman favorit Anda, dulu dan sekarang?

Hest 1, Shuck 2, Mahmood Darwish, Nizar Qabbani.

Apakah Anda memiliki karya seni di rumah Anda? Karya apa dan siapa yang membuatnya?

Sudah hampir dua tahun saya bepergian, jadi saya tidak benar-benar memiliki rumah. Saya memiliki sebuah apartemen, namun belum menjadi sebuah rumah.

Apakah benda favorit Anda?

Sebuah gambar dari puteri saya.

Siapakah superhero favorit Anda? Dan jika Anda dapat memilih satu kekuatan super, apakah itu?

Spider-Man dan terbang.

Apa saja lima lagu teratas yang ada di pemutar MP3 Anda saat ini?

• Les autres, oleh Jacques Brel
• Papaoutai, oleh Stromae
• Batal, oleh Narcicyst
• Fly, oleh Ludovico Einaudi
• Hlm3, oleh Lunatic

Apa saja tiga buku yang akan Anda sarankan untuk saya baca?

Orientalism, oleh Edward Said
In the Name of Identity: Violence and the Need to Belong, oleh Amin Maalouf
The World According to Monsanto, oleh Marie-Monique Robin

Anda akan mengunjungi Asia Tenggara; apa yang Anda sukai tentang wilayah tersebut dan apa yang ingin Anda lakukan di sana?

Saya belum pernah ke sana, jadi saya berharap bertemu orang baru dan mempelajari kebudayaan baru.

Benda-benda penting apa yang selalu Anda bawa?

Sikat gigi dan pena.

Suvenir apa yang akan Anda beli?

Kerudung untuk ibu saya.

Saksikan eL Seed di Pearl Daisy Asia Tour 2014 Kuala Lumpur dan Singapura pada 18 dan 20 April.

600x200

Leave a Reply
<Modest Style