Modest Style

Langkah Kecil untuk Memperbaiki Shalat Saya

,

Perubahan kecil dalam perilaku dapat membuat perubahan besar dalam shalatmu, tulis Afia R Fitriati.

Foto: Salam Stock
Foto: Salam Stock

Dalam artikel sebelumnya, saya menulis bahwa salah satu resolusi saya di tahun baru ini adalah untuk meningkatkan kualitas shalat saya. Meskipun tidak selalu mudah untuk menjaga resolusi ini, terutama dengan adanya anak kecil, saya senang untuk berbagi bahwa saya sedang membuat kemajuan lambat tapi stabil dalam beberapa aspek shalat saya. Berikut adalah beberapa diantaranya:

Sembahyang Awal Waktu

Saya akan menjadi yang pertama mengakui bahwa kemalasan saya sering timbul ketika azan datang, meskipun saya sadar bahwa sembahyang tepat waktu adalah amal yang paling dicintai Allah [ i ]. Untuk mengatasi keengganan, saya memikirkan rasa gelisah yang saya rasakan ketika saya melewatkan tenggat waktu atau pertemuan penting. Saya mengingatkan diri sendiri bahwa menyisihkan beberapa menit untuk menghadap Tuhan Semesta Alam lebih penting daripada tugas apapun yang saya kerjakan saat ini. Pengingat tersebut telah terbukti berguna dalam membuat saya mengambil wudhu.

Sembahyang dengan lebih konsentrasi (khusyu’)

Saya menemukan bahwa sadar dalam mengambil wudhu mempersiapkan saya untuk berdoa khusyu’. Alih-alih hanya memercikkan air ke seluruh tubuh saya, saya mengambil waktu untuk merasakan air di wajah dan anggota badan saya. Saya berterima kasih kepada Tuhan karena memberikan saya air bersih -sebuah kemewahan yang sering saya nikmati.

Saya juga berupaya menghafal ayat-ayat baru dari Al-Qur’an dan melafalkannya dalam shalat saya. Latihan ini telah membantu meningkatkan konsentrasi saya selama sembahyang. Alih-alih pikiran saya mengembara, seperti yang kadang-kadang terjadi, kini diserap dalam mengingat ayat-ayat baru bersama dengan artinya.

Seseorang yang lebih baik setelah shalat

Shalat seharusnya membuat kita menjadi individu damai yang membawa harmoni dengan lingkungan kita. Jika saya tidak merasa lebih damai setelah melakukan shalat, saya member perhatian khusus bahwa ada sesuatu yang mungkin salah dengan shalat saya. Untungnya, saya merasa bahwa hati dan pikiran saya lebih ringan dan lebih bahagia hampir setiap waktu. Meskipun saat saya terus mencoba untuk memperbaiki shalat saya, hal-hal buruk masih terjadi dan rencana saya mungkin tidak selalu berhasil. Tetapi dengan keadaan batin yang lebih kuat, saya lebih tahan ketika menghadapi tantangan, insya Allah.


[i] Dituturkan oleh Abdullah, dalam Bukhari, di sini

Leave a Reply
<Modest Style