Kucing: Sahabat Wanita

,

Seekor hewan super berbulu telah benar-benar memikat hati Dina Toki-O.

WP-sushi-torkia1

Orang bilang ‘sahabat terbaik manusia adalah anjingnya.’

Well, saya bilang ‘sahabat wanita adalah kucingnya – apalagi kucing Persia!’

Hal ini berlaku setidaknya bagi saya dan para perempuan di lingkaran keluarga dan teman-teman saya.

Hampir dua tahun yang lalu, kami dengan senang hati mengambil kucing paling cantik yang pernah saya temui. Dia membutuhkan rumah baru dan kami membutuhkan hewan peliharaan untuk membuat rumah kami di Mesir lebih… ‘membuat betah’.

Dia adalah bola bulu besar berwarna krem ​​– ya, bulu, bukan rambut. Pada awalnya, dia sedikit pemalu dan penakut, tapi dengan cukup cepat, ia mapan dan menjadi karakter terbesar dalam rumah kami. ‘Dia’ dipanggil Sushi – Sushi Torkia.

Ya, itu sungguh-sungguh namanya. Bahkan, bagi anda yang mengikuti v/blog, Facebook, dan Instagram saya pasti sudah menyadari kecantikan kucing ini! Frekuensi saya berbagi fotonya dengan dunia jejaring sosial sungguh sulit dipercaya, karena jujur saja, saya bisa mengambil fotonya sepanjang hari.

Sushi benar-benar telah mengubah saya menjadi wanita gila kucing yang sekarang ini

Sayangnya, saya tidak tinggal dengan kucing saya di Mesir saat ini. Namun, ketika saya berkunjung, saya beritahu ya, sebagian besar waktu saya dihabiskan dengan Sushi. Dia bahkan akan menghubungi saya lewat Skype (dengan bantuan kakak saya) dari waktu ke waktu!

Berikut ini ucapan yang diserukan teman serumah saya hari ini sementara kami mempertimbangkan untuk memelihara kucing bersama-sama:

“Dinaaa, saya ingin kucing! Saya ingin sesuatu yang bisa mencintai saya!”

Itulah perkataannya yang saya kutip dengan persis. Sejujurnya, saya tahu apa yang ia maksud! Saya mencintai kucing saya Sushi begitu dalam dan saya benar-benar percaya ia mencintai saya juga.

Oke, Anda mungkin berpikir ini mendekati aneh sekarang, tapi izinkan saya untuk berbagi beberapa cerita dengan Anda tentang kucing saya dan bagaimana dia telah menjadi sahabat yang sempurna.

Sushi tidak seperti kucing lainnya. Tidak ada – dan benar-benar tidak ada – yang membuatnya takut. Dia adalah ratu di rumah kami, berjalan angkuh dengan kepala terangkat tinggi, pinggulnya bergoyang dari sisi ke sisi. Ibu saya bahkan membandingkan cara Sushi berjalan dengan Beyonce!

[Not a valid template]

Sejujurnya, saya dulu bukan penyuka kucing. Saya selalu takut pada cakar mereka dan menganggap mereka tidak benar-benar menikmati dipegang-pegang oleh manusia. Dalam 22 tahun usia saya, saya belum pernah bertemu kucing di mana pun yang seramah anjing – justru sebaliknya, benar! Sushi dengan baik dan benar-benar telah mengubah saya menjadi wanita gila kucing seperti sekarang.

Sushi senang berada di sisi saya. Dia akan mengikuti saya dari dapur ke kamar mandi, bergerak secepat kaki saya melangkah. Dia akan memberitahu saya ketika saya sudah menghabiskan terlalu banyak waktu di laptop dengan duduk di atasnya dan menjaga layarnya tertutup. Dia tidak pernah gagal membangunkan saya untuk shalat subuh, dengan menepuk-nepuk wajah saya dengan cakar berbulunya dan kemudian menempelkan hidungnya pada hidung saya sampai saya bangun dengan menatap mata tajamnya yang memberitahu saya untuk ‘bangun dan shalat, awas kalau tidak!’ Begitu lembut, namun tegas dengan perintahnya.

Ketika saya akhirnya menyeret diri dari tempat tidur untuk shalat, saya menemukan dia berbaring, santai seperti di pantai, pada sajadah tempat kepala saya sujud!

Sushi benar-benar membuktikan komitmennya dan peduli pada saya ketika saya berdebat dengan adik saya pada suatu malam. Saya meninggikan suara saya dalam adu teriak dengan adik saya, dan saya bersumpah, segera setelah dia mendengar suara marah saya, ia datang menghampiri, duduk di pangkuan saya, langsung mendekati wajah saya dan menatap mata saya seolah-olah mengatakan: “Tolong hentikan.” Saya sangat terkejut sampai-sampai tak bisa melakukan apa pun selain tertawa, dan begitu pula adik saya, meskipun kami benar-benar saling kesal tentang apa pun itu yang kami perdebatkan!

Tentu saja, karena penasaran, saya menguji Sushi hari berikutnya dengan meninggikan suara saya lagi. Benar saja, dia naik ke pangkuan saya lagi, hidungnya menempel di hidung saya, ‘mengatakan’ kepada saya untuk tenang, dan lagi-lagi yang bisa saya lakukan adalah tertawa terbahak-bahak melihat betapa lucunya dia!

Pada suatu malam, saya harus begadang lebih lambat dari biasanya untuk mempersiapkan pekerjaan untuk hari berikutnya. Tanpa mengeluh atau cemberut, Sushi tinggal di sisi saya dan menemani sepanjang malam, memastikan saya tidak sendirian.

Kadang-kadang saya melihat wajahnya dan bertanya-tanya: apa yang dipikirkannya?

Sushi tidak pernah meminta untuk berjalan-jalan tapi suka berjemur di taman dengan kami. Kadang-kadang dia mencoba untuk menyelinap keluar ke padang gurun tetapi segera setelah saya memanggilnya, dia akan berada tepat di tumit saya lagi.

Tidak sekali pun Sushi pernah mencakar atau membentak salah satu dari kami, meskipun kami sering mengenakannya bermacam-macam pakaian! Jika dia marah, dia hanya berjalan pergi – dia memang berkelas.

Suatu hari, saya sedang mengepak koper, siap untuk meninggalkan Mesir setelah tinggal di sana selama empat bulan, Sushi menolak untuk membiarkan saya pergi. Dia duduk di dalam koper saya sampai dia tertidur, untuk menghentikan saya dari berkemas-kemas dan meninggalkannya. Saya sangat tersentuh.

Saya tidak tahu apa itu tepatnya, tapi ketika kucing telah melekat pada pemiliknya, mereka memiliki begitu banyak kasih sayang dan cinta. Saya tidak pernah merasa sendirian di Mesir saat rumah kosong karena Sushi selalu ada.

Kadang-kadang saya melihat wajahnya dan bertanya-tanya: apa yang dipikirkannya? Ekspresi wajahnya dapat menyerupai manusia – cukup aneh!

Sushi telah tampil dalam beberapa video saya (atau ‘bideos’ seperti yang sebut di YouTube), dan jujur saja, dia nampak alami di depan kamera. Bagaimana ibunya begitulah anaknya, ya?

Berbicara tentang ibu, Sushi telah menjadi seorang ibu di musim panas yang lalu. Saya amat bangga padanya.

Nah, sudah cukup saya memuja-muja kucing saya Sushi. Apakah Anda memiliki kucing? Apa hal yang istimewa tentang mereka?

PS: Jangan tanya saya mengapa kami memanggilnya Sushi, karena saya tidak tahu! Tetapi Anda tidak dapat menyangkal bahwa nama itu sesuai dengan wajah mungilnya yang tembam dengan sempurna, kan?!

Leave a Reply
Aquila Klasik