Modest Style

Kiat Atasi Rasa Takut Berbicara di Depan Umum

,

Jika ada satu hal yang lebih ditakuti orang daripada kematian, itulah berbicara di depan penonton. Fatimah Jackson-Best menawarkan tujuh tips untuk membantu melewati kecemasan dan rasa gugup.

Saatnya memegang mikrofon (Gambar: Photl)
Saatnya memegang mikrofon (Gambar: Photl)

Telapak tangan berkeringat, jantung berdetak kencang, dan sesak napas.

Ini bukanlah deskripsi serangan jantung, melainkan sebagian di antara gejala kegelisahan yang dirasakan banyak orang ketika harus berbicara di depan umum. Berdiri di hadapan orang untuk berbicara bisa menjadi pengalaman yang sulit, tak peduli seberapa besar audiens kita, atau seberapa siap kita. Kesadaran bahwa semua mata tertuju pada kita dapat menyebabkan kita tergagap, rasa takut itu saja sudah dapat menghalangi kita untuk berbicara di depan umum.

Berbicara di depan umum dapat menjadi pengalaman menarik dan Anda bahkan dapat bersenang-senang saat melakukannya, tapi pertama-tama Anda harus bisa mengatasi rasa takut itu. Tips ini telah membantu saya mengatasi kecemasan saya dalam berbicara di depan umum:

1 . Anda-lah ahlinya, dan jangan lupakan hal itu

Jika Anda diminta untuk berbicara mengenai suatu subjek di tempat kerja, sekolah, atau tempat lainnya, Anda mungkin diminta karena penyelenggara yakin akan kemampuan Anda dan apa yang akan Anda katakan. Jika Anda meragukan diri sendiri atau kemampuan Anda, ingatlah dan resapi bahwa Anda dianggap menguasai informasi yang Anda akan sajikan.

Para hadirin tertarik pada apa yang Anda katakan, dan mereka hadir untuk mendengarkan Anda. Pikirkan diri Anda sebagai seorang ahli agar bisa meningkatkan rasa percaya diri, dan hal itu akan terpancar dalam presentasi Anda.

2. Tampak luar biasa, merasa luar biasa

Orang-orang tertawa ketika saya memberitahu mereka bahwa rahasia saya untuk berbicara di depan umum adalah mengenakan kalung yang keren, tapi saya serius. Ketika Anda akan berbicara di depan umum, hal terakhir yang harus Anda khawatirkan adalah apakah penampilan Anda oke, maka pikirkanlah hal ini sebelumnya.

Kenakan sesuatu yang akan mempercantik Anda, tetapi tidak menyita perhatian dari pesan yang Anda sampaikan. Tidak harus berupa perhiasan atau pakaian tertentu yang membantu Anda merasa percaya diri, tapi dengan terlihat rapi dan serasi akan menjadi pemandangan yang menyenangkan untuk audiens.

3. Latihlah pidato Anda

Pepatah lama “alah bisa karena biasa” sungguh tepat sekali. Bila Anda telah selesai menyusun pidato atau presentasi, mintalah teman atau anggota keluarga untuk mendengarkan Anda. Mereka tidak perlu memahami apa yang Anda bicarakan (kadang-kadang lebih baik seperti itu).

Mintalah pendapat jujur mereka ​​dan dengarkanlah umpan balik mereka sehingga Anda dapat memperbaiki presentasi Anda. Saya melakukan ini setidaknya sekali sebelum tampil, dan saya juga berlatih keras sendiri beberapa kali sebelum presentasi.

4. Jangan membaca dari presentasi visual Anda

Pernahkah Anda hadir dalam presentasi yang pada dasarnya hanya pembicara yang membaca langsung dari slide PowerPoint atau Prezi? Membosankan!

Cobalah mengembangkan garis besar gagasan utama Anda dan setiap rincian spesifik yang ingin Anda sertakan dalam presentasi. Garis besar akan bertindak sebagai panduan tapi mata Anda tidak akan terpaku pada layar atau catatan, yang akan menghasilkan pidato yang lebih pribadi dan dinamis.

5. Menghitung sampai 10 dan bernapas

Hari besar pun tiba, dan semua orang sedang menunggu untuk mendengar apa yang Anda katakan. Sebelum Anda mulai, hitunglah sampai 10 untuk membantu Anda rileks dan fokus pada apa yang Anda akan lakukan. Di setiap hitungan, hirup dan hembuskanlah napas sehingga pernapasan dan denyut jantung menjadi teratur. Saya juga mengatakan bismillah untuk memusatkan saya dan membantu saya ingat bahwa Allah menyertai saya.

6 . Tersenyum dan membuat kontak mata

Pidato yang paling diingat dan efektif adalah pidato yang pembicaranya benar-benar berinteraksi dengan audiens mereka. Cara termudah untuk melakukannya adalah dengan tersenyum dan membuat kontak mata dengan orang-orang di dalam ruangan.

Jika Anda tidak dapat melakukannya, maka tujukanlah pandangan Anda ke salah satu objek di ruangan (yang bisa jadi seseorang atau bahkan sebuah kursi). Para penonton akan merasa Anda berinteraksi dengan mereka, dan mereka akan lebih responsif terhadap apa yang Anda katakan.

7. Bersenang-senanglah!

Ini sudah jelas! Anda telah diberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan informasi, maka nikmatilah dan sadarilah hak istimewa itu untuk berinteraksi dengan orang lain dalam cara yang bermakna.

Berbicara di depan umum adalah semacam seni, dan semakin sering Anda melakukannya semakin jago Anda jadinya. Semua orang bisa merasa agak gugup dan banyak orang yang pemalu, tapi menaklukkan rasa takut ini akan membuka banyak kemungkinan dan peluang untuk Anda.

Leave a Reply
<Modest Style