Modest Style

Ketika Orang yang Kita Kasihi Mengidap Kanker

,

Sakit yang dialami seorang anggota keluarga terkadang bisa membuat sebuah keluarga semakin dekat, tulis Afia R Fitriati.

Image: Photl
Image: Photl

Hanya beberapa hari setelah Idul Fitri tahun ini, bibi saya mengirimi saya SMS dengan berita mengejutkan: dokter telah mendiagnosis dirinya terkena kanker rahim. (Operasi untuk mengangkat rahimnya telah dijadwalkan selagi saya menulis artikel ini.)

Pemberitahuan ini rasanya seperti mimpi, karena saya menghabiskan hari setelah Idul Fitri di rumahnya, mengisi perut saya dengan porsi besar seafood panggang dan aneka kari yang ia masak dengan senang hati. Meskipun bibi bukanlah orang pertama di keluarga saya yang  didiagnosis kanker, pemberitahuan seperti ini selalu datang sebagai kejutan yang tidak diinginkan.

Beberapa tahun yang lalu, nenek saya meninggal akibat kanker payudara. Seorang teman dekat saya salah satu ovariumnya diangkat untuk menyelamatkannya dari kanker ovarium. Dari pihak ayah saya, seorang paman meninggal setelah sempat berjuang melawan kanker paru-paru.

Bahkan dengan begitu banyaknya orang yang saya cintai mengidap kanker, saya masih tak mampu berkata-kata ketika saya mendengar ada lagi orang yang dekat dan saya sayangi menderita penyakit mematikan itu. Apa yang harus saya lakukan? Apa yang harus saya katakan? Saya berharap dapat membantu membuat mereka merasa lebih baik, tapi saya benar-benar tidak tahu caranya.

Tapi minggu lalu, ketika saya duduk di meja makan bibi untuk kedua kalinya dalam satu bulan – meskipun dalam suasana yang sama sekali berbeda dari kunjungan pertama saya – paman saya yang sedang bersedih mengatakan sesuatu yang merangkum hal yang perlu saya lakukan dalam situasi seperti itu: ‘Cukup dengan berada di sini bersama kami, mengobrol di meja makan seperti ini, membuat kami merasa lebih baik.’

Ketika saya menjelajahi Internet untuk mempelajari lebih lanjut tentang penyakit bibi dan prosedur perawatannya, saya jadi mengetahui bahwa dukungan emosional memang merupakan salah satu hal terpenting yang dibutuhkan pasien kanker. Ketika dunia tampaknya berhenti dan secara bertahap menelan mereka dalam rasa sakit dan ketidakpastian, doa dan ungkapan cinta dari keluarga dan teman-teman dapat memberikan pasien kanker kekuatan dan keberanian untuk menjalani perawatan dan belajar untuk hidup dengan penyakit ganas ini.

Pengobatan kanker biasanya juga berat secara fisik dan finansial bagi pasien kanker. Oleh karena itu, membantu mereka dengan tugas-tugas rumah tangga, mengurus keluarga dan membereskan tagihan mereka juga merupakan sikap yang sangat mereka hargai.

Berjuang melawan kanker acapkali bisa menjadi perjalanan panjang dan sulit. Tapi sering kali, penyakit yang diderita seorang anggota keluarga dapat menjadi hal yang menyatukan suatu keluarga. Peristiwa ini mengingatkan kita pada kerapuhan hidup dan bahwa setiap saat yang kita miliki dengan orang yang kita cintai harus dihargai dan disyukuri. Bibi saya mungkin akan menghadapi jalan yang gelap, tapi sama halnya seperti kami telah bercakap-cakap dan tertawa di meja makannya, kami juga akan mendampinginya untuk memegang tangannya dan berdoa bersamanya sepanjang jalan.

Leave a Reply
<Modest Style