Modest Style

Pelajaran Kecantikan bagi Anak Perempuan Saya dan Saya

,

Konsep kecantikan seperti apa yang kita inginkan untuk anak-anak perempuan dan gadis-gadis remaja kita? tanya Mariam Sobh.

Belajar dari cerminan diri (Gambar: SXC)
Belajar dari cerminan diri (Gambar: SXC)

Beberapa hari lalu, saya menyaksikan anak perempuan saya, yang hampir berusia 7 tahun, memperhatikan dirinya sendiri di cermin dan memoleskan pelembab bibir berwarna. Dia mengecap bibirnya lalu berkata kepada dirinya sendiri: “Sekarang aku cantik.”

Hati saya hancur.

Pengalaman ini membuat saya bertanya-tanya, apa yang sedang saya ajarkan padanya? Apakah itu karena sesekali saya mengenakan makeup sebelum pergi?

Saya memutuskan untuk mengubah ini menjadi “waktu mendidik” yang saya ulangi secara teratur. Saya mengatakan kepadanya,”Sayang, kamu sudah cantik, makeup itu digunakan ketika kita ingin berdandan dan tampil ‘wah’, tetapi kita tidak benar-benar membutuhkannya,”

Dia menatap saya dengan wajah skpetis — mungkin karena informasi ini masih terlalu rumit di dalam kepalanya. Rencana saya semula adalah untuk mengatakan sesuatu saat itu juga, agar dia tidak mulai membangun pikiran negatif dalam kepalanya tentang konsep kecantikan.

Beberapa orang mungkin berkata, biarkan saja dia, dia sedang bersenang-senang, dia sedang bermain, dan itu baik-baik saja. Tetapi, saya memperhatikan bahwa ia ingin membawa pelembab bibir  ini dan memakainya sepanjang waktu. Setelah sedikit menggali, saya menemukan bahwa salah satu teman sekelasnya membawa dompet dan makeup ke sekolah setiap hari.

Mungkin saya ketinggalan zaman. Tetapi anak kelas satu mengenakan makeup? Apakah saya juga sudah menyebutkan bahwa dia juga memiliki kuku palsu yang kadang-kadang dipakainya? Saya menggali lebih dalam dan menemukan bahwa gadis ini memiliki empat saudara yang lebih tua, sehingga hal-hal ini mulai masuk akal. Dia meniru kakak-kakaknya yang lebih tua dan, pada gilirannya, dia mempengaruhi putri saya.

Ini membuat saya sadar bahwa apa yang kita lakukan pada tahap berbeda dalam hidup kita sering kali memiliki sedikit pengaruh pada mata-mata kecil yang menyaksikan kita, dan ingin menjadi seperti kita. Teman sekelas anak saya ingin menjadi seperti kakaknya yang remaja, dan karena anak perempuan saya tidak memiliki kakak perempuan, dia meniru temannya.

Saya tidak memiliki masalah jika anak perempuan saya mengenakan makeup saat dia berusia lebih tua, karena saya percaya ada waktu dan tempat untuk itu. Saya hanya tidak ingin ia mulai berpikir, di usia muda, bahwa itu adalah satu-satunya jalan untuk diterima di masyarakat.

Saya tidak yakin apa cara paling benar untuk mendekati topik seperti ini. Saya tidak ingin dia memberontak sebagai remaja karena saya tidak “cukup keren”. Tetapi saya juga ingin memberikan pikiran positif baginya mengenai gambaran dirinya sendiri.

Saya pikir ini sesuatu yang tidak cukup kita dapatkan sebagai perempuan, dan sebagai perempuan Muslim, khususnya.

Mungkin kita bisa mulai mengubah wacana dan merayakan bakat dan prestasi mereka secara teratur, dan bukan hanya ketika kita ingin memamerkan, “Oh, perempuan Muslim yang itu adalah seorang ilmuwan dan mengenakan hijab. Lihat, Muslim juga bisa keren, bukan?”

Saya tidak mengklaim bahwa saya memiliki jawaban yang sempurna untuk situasi seperti ini, karena dulu saya sendiri adalah remaja yang cukup memberontak.

Ketika saya berusia 14 tahun dan pertama kali mulai menggunakan makeup, saya akan menyelinap ke kamar mandi dengan pensil mata ibu saya dan memakainya, mencoba untuk mencari tahu bagaimana menggunakannya.

Ibu saya jarang menggunakan makeup di luar rumah, jadi saya tidak memiliki seseorang untuk mengajari saya tentang hal ini di samping majalah kecantikan. Dan saya ingin menyesuaikan diri. Saya satu-satunya gadis di seluruh sekolah yang mengenakan jilbab, dan saya merasa seperti terjebak. Mungkin kosmetika akan membuat saya merasa lebih baik, saya pikir.

Ketika saya melihat ke belakang, saya ingin tertawa. Karena saya yakin saya bahkan lebih terjebak. Saya tidak punya keterampilan makeup apapun, dan salah satu teman saya mencoba secara baik-baik memberi tahu saya bahwa saya tampak seperti seseorang yang baru saja ditonjok di mata.

Saya tahu bagaimana rasanya menjadi muda dan mudah dipengaruhi, dan saya mencoba untuk tidak melupakan sisi itu. Karena begitu mudah untuk menjadi orangtua yang dengan keras menegur putrinya karena mengenakan makeup. Dan pada gilirannya, hal ini bisa menggerogoti tingkat kepercayaan antara keduanya.

Keputusan pribadi saya adalah bahwa saya harus memilih pertempuran saya dengan hati-hati. Saat ini, makeup bukan masalah terbesar kami. Tapi saya ingin memberi contoh yang baik dengan membiarkan dia tahu bahwa perempuan tidak harus menjadi putri dengan wajah sempurna yang dibuat-buat.

Kita bisa tampil berantakan, kita bisa jadi tabah, dan kita bisa menjadi apa adanya.

Leave a Reply
<Modest Style