Modest Style

Hidup Dalam Warna

,

Sebuah festival cahaya tahunan yang mengguyur Sydney dengan aneka warna mengingatkan Amal Awad tentang pentingnya menyelami suatu permukaan lebih dalam dan berpikir besar.

2802-WP-Amal-Life-in-Colour-sm

Setiap tahun, Sydney bermandikan warna sepanjang Vivid Festival. Dengan berbagai peralatan, gambar-gambar diproyeksikan pada gedung dan monumen terkenal, dan seluruh kota berubah menjadi pusat perayaan malam-hari yang semarak, bahkan sepanjang hari kerja. Sebuah godaan yang memikat bagi pekerja pukul 9-6 yang senantiasa berada di kantor sepanjang hari. Kebanyakan dari kita terkurung dalam kehidupan kantoran di gedung pencakar langit, elevator yang naik-turun, dan kedai kopi favorit yang sudah hafal betul pesanan kita.

Rutin, mudah, membosankan.

Vivid Festival selalu mencuri perhatian saya karena sangat kontras dengan kehidupan sehari-hari warga Sydney, tidak hanya penduduk kota ini. Seperti sebuah kembang api yang disulut, agar binar warnanya menyelimuti kota ini dalam sebuah festival cahaya yang sulit diabaikan. Luar biasa antusias dan semarak, layaknya berpindah dari hitam-putih menjadi penuh warna. Sebuah Kota Idaman yang sebenarnya.

Ini bukan sekadar tentang perspektif. Di hari-hari biasa, kita tak akan melihat pantulan gambar sekelompok kuda berpacu melompati dinding-dinding monumen bersejarah. Gedung-gedung yang kita lewati setiap hari memiliki wajah yang hidup dan tiba-tiba seperti bercerita, tak hanya sekadar tempat bekerja. Dan, mungkin yang paling populer adalah pantulan gambar yang bergonta-ganti pada gedung terkenal Opera House, Sydney.

Ada nuansa sinematik atau bahkan magis di sana. Sebuah pengalaman mewah bagi indra – namun ini bukan hanya soal apa yang kita lihat, tapi juga apa yang kita rasa. Saat kamera dikeluarkan dan dipasang di atas tripod untuk menangkap gambar cahaya, kita akan mendapatkan perasaan yang berbeda seperti kita telah keluar dari sesuatu yang biasa menuju sesuatu yang istimewa. Persis seperti menukar Louis Vuitton imitasi untuk mendapatkan yang asli.

Kiranya kita membutuhkan hal-hal seperti itu, paling tidak sesekali. Keluar dari keseharian untuk mencicipi sesuatu yang membutuhkan upaya dan imajinasi yang dahsyat. Namun apa yang kita anggap mewah seringkali ada di luar jangkauan kita, terlalu mahal, atau bahkan sama sekali tak layak untuk dibayar mahal. Sebagian dari kita semakin tenggelam dalam hidup yang sederhana dan kesenangan dalam hal-hal sederhana, tanpa menyadari bahwa di dalamnya pun terkandung elemen kemewahan untuk dinikmati.

Vivid membawa keduanya, kemewahan sekaligus kemudahan dalam satu paket. Bagi saya, sebuah kota yang bermandikan berjuta warna bisa menjadi pusat energi positif dan dorongan untuk berinteraksi. Vivid memantulkan kembali segala sesuatu ke arah orang yang menikmatinya. Ini bukan sekadar pertunjukan indah yang merangsang seluruh indra –warna-warni dan seni itu membangkitkan sesuatu dalam diri kita. Imajinasi kita, dalam kondisi kreatif dan liar, merespons setiap sajian keindahan.

Saya menyebutnya sebagai kemewahan, karena di hari-hari ‘normal’, kita hanya meluangkan sedikit waktu, kalaupun ada, untuk kreativitas serupa itu. Dan saya berharap hal itu menjadi bahan refleksi lebih mendasar dalam kehidupan sehari-hari kita. Ketika menyaksikan sesuatu yang biasa kita lihat dalam perspektif yang berbeda, segala kerumitan dan cara kerja karya yang kelihatannya biasa itu mendadak hidup penuh warna dan karakter. Apa yang terlihat membosankan dan datar bisa berubah dalam sekejap.

Lebih dari itu, perbedaan perspektif juga mengubah sesuatu dalam diri kita, memaksa dan mengubah kita untuk berpikir lebih dalam dan kreatif, dan menguak sesuatu  yang tersembunyi di dalam diri kita, sehingga kita bisa menikmati hidup dalam detail yang lebih kaya.

Ini sesuatu yang saya renungkan lebih dalam belakangan ini karena, seiring usia saya yang bertambah (dan saya menerima kenyataan ini), saya menyadari bahwa begitu banyak hal-hal yang saya pikir adalah ‘nyata’ ternyata hanyalah artifisial, atau sebuah pelajaran yang tersimpan di balik kebenaran.

Vivid mengingatkan saya akan semua hal itu. Kemewahan untuk bisa berpikir besar, yang seringkali hilang bersama kesibukan sehari-hari. Kemewahan untuk bisa mendapat inspirasi melampaui pekerjaan sehari-hari. Kesempatan untuk meleburkan diri dalam kreativitas dan keahlian yang membuat hidup menjadi lebih kaya, lebih bervisi dan membahagiakan.

Saya yakin saya tak sendirian merasakan ini. Tiba-tiba sudut pandang kita terbolak-balik. Kita menyadari bahwa kita sedang menatap pecahan dari sebuah gambar yang utuh, sehingga mengubah apa yang terlihat biasa sebagai sekadar bermanfaat, ketimbang menangkap potensi keindahan dan kegunaan yang jauh lebih besar.

Inilah yang terjadi pada kita dalam kehidupan sehari-hari. Kita mengendalikan hidup dalam fungsi autopilot. Kita melupakan gairah menemukan sesuatu yang baru, gairah mendekonstruksi semua hal di sekeliling kita sehingga lebih bermakna, dan melihat sesuatu dalam perspektif yang berbeda.

Gairah itulah kemewahan yang sebenarnya. Kemampuan untuk melangkah keluar dari keseharian dan mengajak potensi tertinggi diri sendiri untuk melihat dunia dalam sudut pandang yang baru –yang penuh dengan potensi. Ini adalah kemewahan karena kita tak harus memiliki waktu untuk melibatkan diri dengan dunia sekeliling kita untuk mendapatkannya. Namun bukan hal yang mustahil dicapai bagi siapa pun.

Warga Sydney sangat menyukai kota mereka disinari cahaya setiap tahunnya. Namun frekuensi yang terbatas dan periode pelaksanaan yang pendek membuat momen ini semakin berharga. Jika saja perayaan ini diselenggarakan lebih sering, maka rasanya tidak lagi seperti mendapatkan tas tangan mewah idaman yang tidak mampu kita beli kecuali saat diobral. Namun keindahan yang didapat dari inspirasi perayaan Vivid ini adalah bahwa kreativitas dapat muncul kapan saja.

Lagi pula, imajinasi dan pikiran tersimpan dalam kotak-simpanan kita, dan yang dibutuhkan hanyalah meluangkan waktu yang kita punya.

Leave a Reply
<Modest Style