Hana Tajima: Pengembangan kreativitas dimulai dari usia dini

,
WP-hana-tajima-03

Edisi Ied 2014 kami (kini tersedia gratis) menampilkan Hana Tajima, mantan perancang untuk Maysaa, pada sampul dan dalam sebuah wawancara. Di sini, ia berbagi pandangannya tentang kreativitas masa kecil, inspirasi, dan rencana masa depannya setelah pindah ke New York. Ia berbincang dengan Meaghan Seymour.

Meaghan Seymour: Bagaimana Anda memulai perjalanan karir kreatif Anda?

Hana Tajima: Sebetulnya merupakan proses kelanjutan yang alami dari hal yang memang biasa saya lakukan. Saat Anda masih kecil, memiliki dua orangtua seniman merupakan hal terbaik yang pernah ada. Terlibat dalam proses kreatif dari usia dini, dan melihat kenyataan dibalik ‘karir kreatif’ membantu saya memahami cara menjelajahi kreativitas sebagai alat untuk hidup. Saya juga belajar banyak dari rekan bisnis pertama saya. Ia kreatif dalam hal bisnis dan ia bersikeras kami harus memulai Maysaa.

Dengan tumbuh di dalam rumah yang mengedepankan kesenian, apakah Anda memiliki kenangan masa muda (anak-anak hingga remaja) tentang pengembangan kemampuan kreatif Anda?

Saya belajar banyak dengan menonton cara ayah melakukan pendekatan terhadap karyanya. Pada dasarnya saya merasa seakan satu-satunya hal yang Anda butuhkan untuk menjadi kreatif adalah dengan selalu bertanya-tanya. Ia datang ke Inggris sebagai pelukis minyak dan kemudian menjadi pengrajin keramik dan terkadang pemahat. Ia bisa membuat segalanya. Ia membuatkan saudari saya tempat bermain yang dilengkapi listrik dan jendela-jendela berbentuk aneh – karena dibangun dari apapun yang ia temukan – di taman. Saya duduk di hadapan mesin tik dan membuat koran dan majalah; saya menggunting seprai dan pakaian tua dan mengubahnya menjadi baju-baju aneh untuk boneka hewan saya. Yang terpenting, saya ingat pernah mengenakan kimono sebagai gaun dan menjadikan lengannya sebagai korset. Mengetahui bahwa satu-satunya peraturan adalah bahwa pada akhirnya hal tersebut akan sukses. Itu membuat prosesnya menjadi terbuka dan terus ada.

Selain menjadi perancang dan penata mode, adakah hal kreatif lain yang Anda lakukan, atau gelar kreatif lain yang diberikan pada Anda?

Saya suka mengetahui cara kerja benda-benda dan mempelajari “bahasa” kreatif lain. Saya kesulitan membeda-bedakan media pada tahap proses pembuatan, jadi saya merasa mengalir saja berpindah dari desain ke film ke ilustrasi. Sejak pindah ke New York saya mengerjakan proyek video musik dengan beberapa musisi hebat – Port St. Willow dan The Antlers (video di atas), dan beberapa pekerjaan lainnya. Saya memiliki keterikatan dengan mode dengan cara yang sama dengan keterikatan saya dengan seni dan musik. Jadi selama saya membuat sesuatu, bagi saya sama saja.

 

Apakah Anda memiliki bahan favorit dalam mengerjakan sesuatu, atau gaya/desain/pengaruh yang berulang kali menarik Anda sepanjang karir?

Saya selalu menggilai serat alami, terutama karena jauh lebih nyaman saat dikenakan. Anda dapat membuat gaun polyester tampak seperti gaun sutra, namun saat Anda benar-benar sedang membuatnya, sutra jauh lebih baik dalam pengerjaannya. Yang selalu menarik saya adalah hasrat untuk menemukan sesuatu yang baru. Sebagaimana dalam sains dan kebanyakan hal lainnya, semakin banyak Anda tahu, semakin banyak kemungkinan yang terbuka. Saat Anda mengembangkan teknik semakin banyak hal yang menjadi mungkin, jalan-jalan yang belum pernah dilalui terbuka, dan bagi saya itulah intinya.

Inspirasi apa saja yang terdapat pada pernyataan kreatif Anda?

Saya terinspirasi oleh permulaan non-visual. Paling sering dengan merasakan ‘sesuatu’ sebelum mengetahui artinya. Merancang membuat saya dapat menjelajahi perasaan tersebut, dan cara saya menerjemahkannya. Begitu pula dengan musik. Saya selalu tertarik dengan bagaimana seni – maksud saya musik, dan seni visual, dan film – menerjemahkan keadaan sebuah generasi.

Proyek apa yang akan Anda kerjakan?

November tahun lalu saya mengalami gegar otak dan saat ini masih dalam masa pemulihan, jadi segala hal memakan waktu lebih lama dari yang saya inginkan. Saya sempat tidak dapat melakukan apa-apa selama berbulan-bulan. Hal tersebut benar-benar menguji saya, namun saya mulai membaik dan kembali mengerjakan berbagai hal. Saya merasa bersemangat. Saya hanya perlu kembali bergerak perlahan.

Saya sedang mengerjakan sebuah koleksi kecil, dan di saat bersamaan ada proyek video yang tidak dapat saya tolak – tidak mau saya tolak. Saya juga bekerja sama dengan ibu dalam merevisi buku yang ia tulis saat seusia saya. Buku tersebut tentang tembikar Jepang dan merupakan proyek yang sangat berarti untuk saya, sangat luar biasa dapat mengerjakan buku tersebut bersamanya.

 

Baca selengkapnya di majalah Aquila Style edisi Ied Juli 2014 kini tersedia – gratis – di Apple Newsstand dan Google Play

Leave a Reply
Aquila Klasik