Modest Style

Misteri gaya rambut wanita berhijab

,

Apa yang ada di balik kerudung saya penting bagi saya, ujar para wanita Muslim dengan potongan rambut dan gaya berbusana funky. Elest Ali adalah satu di antara mereka.

2201-WP-Hijab-by-Elest-02
Hanya karena Anda tidak dapat melihat rambutnya, bukan berarti gaya rambutnya biasa saja. (Gambar: Fotolia (kiri) dan Gerald Streiter / Flickr)

Entah Anda setuju atau tidak, tren fashionista berhijab dan panduan rias untuk perempuan berhijab tampaknya akan bertahan lama. Namun dengan begitu banyaknya perhatian yang tertuju pada apa yang tampak dari luar, adakah yang bertanya-tanya apa kiranya yang tersimpan di balik itu semua? Tidak ada maksud saya untuk menyarankan agar tidak tampil layak maupun tampil menarik dan santun, namun saya hanya sekadar bertanya: saat lapisan rias dihapus dan kerudung ditanggalkan, apakah kita akan terlihat anti klimaks seperti burung merpati yang bulu-bulunya tercerabut?

Moto saya: jangan pernah meremehkan potongan rambut wanita berhijab. Dan saya tidak sekadar mengatakan hal tersebut karena saya punya potongan rambut mohawk hingga bulan lalu. Saya pernah sekali ditanyai, saat sedang berjuang memasang perhiasan telinga tribal (yang terdiri dari cangkang kayu dan sedikit ranting) mengapa saya repot-repot padahal tidak akan ada yang melihat ke balik kerudung saya.

“Saya melakukan ini untuk diri saya,” jawab saya waktu itu. Dan itu pulalah yang menjadi alasan banyak wanita keren yang saya kenal yang memiliki selera gaya alternatif yang tidak tampak di luar lingkup pribadi mereka.

Untuk artikel ini, saya mengadakan wawancara santai dengan salah seorang di antaranya dan mengajukan pertanyaan yang sama padanya. Sarah (nama belakang disamarkan, tempat tinggal: London, Abu Dhabi) adalah seorang teman dari zaman perkuliahan, dan merupakan satu-satunya Muslim gotik lain di kampus saat kami sama-sama mempelajari sastra di King’s College. Sepanjang mengenalnya, ia biasanya berambut merah muda atau biru.

“Saya melakukan berbagai hal untuk diri saya sendiri dan bukan untuk orang lain,” ujarnya. “Saya menikmati gaya saya, sebagaimana wanita non-hijabi mana pun menikmati gaya mereka. Gaya saya adalah soal membuat diri saya bahagia dan jujur pada diri sendiri. Meminta pengakuan atau penerimaan orang lain tidak pernah jadi hal penting bagi saya, jadi saya sebenarnya lebih suka warna-warna rambut saya tidak diketahui. Tidak ada yang menanyakan hal semacam itu pada seseorang yang memiliki tato di tempat tertutup, jadi menarik sebenarnya betapa wajarnya menanyakan pilihan gaya rahasia wanita berhijab.”

Sebagai seorang gadis bergaya rock dengan sedikit sentuhan vintage, Sarah kini adalah ibu dari dua anak. Sebelum memiliki anak, ia terbiasa menggunakan pensil mata tebal-tebal, sepatu bot rock, dan jubah Lolita gotik. “Kini saat waktu terbatas dan pakaian entah bagaimana selalu penuh tumpahan makanan anak-anak, benda gaya andalan saya adalah celana jins hitam, Converse hitam, dan cincin-cincin tebal saya.”

Hijabi keren lainnya yang menginspirasi artikel ini adalah Asli (nama belakang disamarkan, tempat tinggal: Istanbul), gadis berkerudung pemalu yang jadi satu-satunya orang yang mengangkat tangan di kelas berbahasa Inggris saat saya bertanya siapa di antara teman sekelas yang memiliki tato. Anda harusnya melihat kepala-kepala yang menengok. Alis-alis berkerut saat puluhan lelaki berusaha menyandingkan citra gadis muda pemalu ini dengan wanita agresif bertato.

Jelas muncul komentar kikuk, “Tapi tato ‘kan haram!” Asli membuat tato sebelum mengetahui soal ini; sebelum mulai melaksanakan agamanya dan memilih mengenakan hijab. Di balik kesantunan luarnya, ia masih gadis hippy funky dengan mahkota bunga dan celana bepotongan lonceng. Pada saya ia menunjukkan tatonya – yang lumayan keren.

Merupakan sesuatu yang indah, misteri tersebut dan momen pengungkapannya

“Konsep gadis berkerudung dengan gaya serupa dan pasif sebenarnya cukup mengakar,” ujar Sarah saat saya bertanya apakah orang juga terkesima saat ia melepas kerudung. “Saya senang mendapat tantangan semacam itu. Biasanya orang akan terkejut, namun untungnya hal ini tampak seperti kejutan yang menyenangkan!”

Sepertinya ini memang masalah umum. Beberapa teman pria non-Muslim yang tidak tahu aturan berhijab pernah dengan iseng menanyakan seperti apa penampilan saya tanpa kerudung. “Saya membayangkan kamu memiliki rambut ikal lebat seperti Putri Arab” ujar satu orang. Tanggapan pura-pura antusias saya adalah, “Saya juga punya dua telinga!”

Yang disambut dengan tertawaan, namun bagi saya rasa penasaran semacam ini tidak membahayakan. Anda dapat menc0ba membayangkan bagaimana penampilan seorang gadis berhijab tanpa hijabnya, namun kemungkinan besar Anda akan gagal dan mengalami keterkejutan kecil (semoga positif) saat ia membuka hijabnya. Saya pernah mengalaminya – dan saya adalah seorang wanita berhijab. Beberapa kali saya sadar sedang memandangi sambil ternganga dengan tidak sopannya pada para wanita yang membuka kerudung di ruang shalat untuk berwudhu, karena dari balik abaya mereka muncul sosok seseorang yang menawan. Merupakan sesuatu yang indah, misteri tersebut dan momen pengungkapannya.

Yang sedikit mengingatkan saya pada iklan kontroversial Diesel awal tahun ini. Anda akan ingat iklan tersebut memperlihatkan seorang wanita dalam balutan burka denim dengan tangan dan pinggang penuh tato yang yang sangat terekspos. Tatapan penuh keberaniannya menantang para pengintip. Tulisan iklannya “Saya tidak seperti kelihatannya.” Hal tersebut dimaksudkan untuk memancing reaksi dan memang itulah yang terjadi. Para wanita dari berbagai agama menyampaikan protes panjang dan puitis tentang segala sesuatu yang salah dari iklan tersebut.

hijab

Terlepas dari kekurangsukaan saya pada orang-orang di belakang iklan tersebut (mantan desainer Lady Gaga) dan penolakan saya terhadap keberterimaan budaya, saya tidak merasa tersinggung (Ya, memang iklan ini membuat saya memutar mata, namun saya tidak dipenuhi rasa marah seperti saat mengetahui soal “jilboobs”). Iklannya memang menggelitik, namun lebih karena kulit terbuka yang tampak dari sela-sela cat terlihat seperti kulit terbuka di sela cat leher Geisha.

Jika ada pesan yang terlewatkan, mungkin iklan tersebut mengingatkan saya pada elemen misteri yang dijaga oleh hijab. Fungsinya bukan untuk mencemari keindahan seorang wanita maupun menutupi seksualitas femininnya, namun untuk melindungi dan menjaga keduanya. Wanita Muslim bukanlah biarawati. Kita adalah wanita yang memiliki banyak sisi, menarik, cantik, dan sensual yang memiliki kepercayaan diri dan kecerdasan untuk memilih menyimpan seksualitas kita. Dan karenanya, mengapa kita tidak bersikap dan bertindak sebagaimana mau kita? Saya memilih untuk menikmati misteri dan keindahannya. Bersikap lepaslah. Jadilah diri Anda tanpa mencari pengakuan.

Saya bertanya pada Sarah, “Gaya rambut tergila apa yang pernah Anda punya?” Ia mengomeli saya karena ia sama sekali tidak merasa rambutnya “gila”.

“Yang paling berani adalah saat warnanya merah muda, ungu, dan biru sekaligus,” ujarnya, dan menambahkan, “Sebenarnya saya memotong miring rambut saya saat berusia lima tahun, jadi mungkin itu lumayan gila!” Saya juga pernah begitu. Sayangnya teman pria saya di atas tidak tahu bahwa saat ia bertanya, gaya rambut saya sedang asimetris seperti miliknya.

Sekarang saya sedang berpikir: perlukah saya mengecat putih rambut berpotongan pixie saya…

Leave a Reply
<Modest Style