Modest Style

Gaya Busana & Riasan untuk Ramadan

,

Fashionista muslimah YazTheSpaz berbagi tips kecantikan dan fesyen untuk Ramadhan.

[Not a valid template]

Konon, untuk membangun sebuah kebiasaan perlu waktu 30 hari. Ini menjadi satu lagi alasan untuk merasa bersyukur akan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan pengampunan, bulan berkah, dan bulan persatuan. Ramadhan juga bulan untuk memurnikan jiwa kita, pikiran kita, dan tubuh kita.

Selama Ramadhan, kita semakin mendekatkan diri kepada Allah dan memperkuat iman. Oleh karena itu, kebiasaan positif yang kita wujudkan pada bulan ini mulai menjadi bagian alami dari kehidupan kita – atau setidaknya, itulah niat kita. Jadi marilah kita manfaatkan bulan ini sebaik-baiknya, insya Allah. Daripada membuat resolusi Tahun Baru, mengapa kita tidak membuat resolusi Ramadhan? Mari kita semua belajar untuk mengendalikan emosi kita. Mari kita menahan diri dari menghakimi orang lain. Marilah hindari saling menjatuhkan, mari saling menghormati dan belajar untuk memaafkan.

Untuk membangun semua ini, tentu saja kita harus tetap dekat dengan sesama muslim. Bulan ini memberi kesempatan besar untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan saudara dan saudari seiman, juga dengan keluarga Anda. Saya mengerti bagaimana Ramadhan dapat membuat kita sibuk di luar agenda kita sehari-hari. Dari mulai bergegas setelah hari yang panjang di tempat kerja, sampai memasak atau membantu memasak menu buka puasa, dari pergi salat Tarawih sampai memenuhi undangan berbuka puasa bersama teman-teman, bulan suci dapat menjadi waktu yang sibuk.

‘Bagaimana caranya kamu bisa berwudhu, kemudian memakai makeup, dan masih bisa salat?’

Di atas semuanya, ada perubahan gaya berpakaian. Sebagai seorang fashionista muslim, saya ingin berbagi beberapa tips yang dapat membantu Anda tetap sederhana dan bergaya sepanjang bulan.

Riasan ‘Ramah Wudhu’

Mari kita mulai dengan penggunaan makeup dan proses wudhu. Juga dikenal dengan bersuci, wudhu adalah ritual bersuci dengan air sebelum salat. Banyak wanita bertanya kepada saya, ‘ Bagaimana caranya kamu bisa berwudhu, kemudian memakai makeup, dan masih sempat salat?’

Jawaban saya kepada mereka: gunakan riasan seminim mungkin.

Sebagai wanita, ada yang suka memakai makeup, ada pula yang tidak. Secara pribadi, pada umumnya saya memilih untuk tidak memakai riasan tebal karena saya ingin kulit saya dapat bernapas. Ada saat-saat ketika saya menjalani pemotretan fesyen dengan wajah dirias lengkap yang menyebabkan mata saya berair, hidung saya mampat, dan wajah terasa ketat. Jika Anda berencana untuk memakai alas bedak setiap hari, riasan Anda jelas akan luntur saat Anda berwudhu.

Jadi, daripada ber-makeup lengkap dengan alas bedak, bedak, maskara, eyeshadow, eyeliner, concealer, perona pipi, bedak alis, dll, cobalah memberikan kulit Anda istirahat. Setelah saya melakukan rutinitas kulit yang biasanya seperti mencuci wajah, memakai toner, mengoleskan SPF dan pelembap, saya hanya menggunakan concealer dasar dan perona pipi, serta memulas alis saya. Saya memilih untuk memakai hanya tiga jenis riasan ini karena semuanya mudah dicuci dan mudah dipakai kembali, sehingga wudhu saya sah, insya Allah. Pedoman ini kunci saat berwudhu. Jaga agar wajah Anda segar, lembap dan bersinar untuk bulan ekstra barokah!

Gaya Busana Ramah Ramadhan

Hal lain yang ingin saya bagi dengan Anda adalah cara beralih dari pakaian sehari-hari Anda ke busana Tarawih. Pada hari-hari biasa, kita mengenakan jeans, celana panjang, blus dan hijab, baik dalam gaya lilit tradisional atau gaya turban.

Busana paling dasar yang dapat Anda pakai ke masjid adalah abaya dan kerudung. Abaya adalah pakaian luar hitam panjang yang mudah untuk dipakai di atas pakaian Anda sebelum memasuki masjid. Abaya berkisar dari yang warnanya hitam polos sampai yang dirancang indah dengan kristal dan hiasan. Jika Anda memiliki abaya hitam polos, ada banyak cara untuk menghiasnya. Misalnya, coba kenakan kerudung berbagai warna dan corak untuk mengubah tampilan abaya Anda setiap malam! Atau tambahkan cincin lucu atau kalung keren supaya lebih semarak! Tergantung pada budayanya, beberapa wanita mungkin juga mengenakan pakaian tradisional, seperti shalwar kameez. Wanita lain mungkin memilih memakai pakaian yang longgar, seperti rok berbahan lembut dan blus. Sekali lagi, pokoknya asal nyaman dan tertutup! Juga, jika Anda biasanya tidak mengenakan kerudung, pastikan untuk membawanya dari rumah sehingga Anda tidak perlu menggunakan mukena yang telah disimpan di masjid selama bertahun-tahun. Cukup bungkus kepala Anda dengan kerudung, pastikan untuk menutupi leher dan rambut Anda. Saya punya banyak gaya kerudung di akun YouTube saya yang dapat menunjukkan cara-cara berkerudung yang berbeda jika Anda ingin mengubahnya setiap malam!

Pada akhirnya, mari kita bersatu untuk mencoba memperbaiki diri baik batin maupun lahir!

Leave a Reply
<Modest Style