Modest Style

Dilema “Unfriend” Facebook

,

Sedang musim unfriend-kah di Facebook? Lain waktu Anda diputuskan di Facebook, ingat: bukan Anda yang bermasalah; melainkan mereka, tulis Amal Awad.

Masih menantikan tombol dislike itu. Gambar: SXC
Masih menantikan tombol dislike itu. Gambar: SXC

Kita dapat bertahan melalui berbagai hal dalam hidup — patah hati, kehilangan, dan kegagalan kapitalisme. Namun dalam satu hal kita amat payah, bila hal tersebut berkaitan dengan penolakan di Facebook. Kita semua pernah merasakan dijadikan teman atau memjadikan orang lain teman, untuk kemudian di-unfriend begitu saja. Kadang Anda tahu hal itu akan terjadi, karena adanya kemunculan sebuah status yang memancing sisi negatif kita yang kemudian secara pasif agresif mengunggah berbagai mim dan menuliskan pesan emosional yang berujung pada salah satu di antara kita mengklik tombol unfriend.

Yang lebih sering terjadi adalah orang tersebut merupakan orang yang hampir tidak pernah kita temui di dunia nyata dan hanya sesekali saling me-like postingan. Studi oleh University of Colorado Denver Business School menunjukkan bahwa hal ini lebih terkait dengan frekuensi postingan dan kesamaan pandangan politik dan agama, serta, bagi kebanyakan orang, rasisme.[i]

Namun tetap saja rasanya menyakitkan bila mereka menghapus Anda. Anda menjadi frustrasi karena penghapusan yang terasa tidak adil, dan Anda bisa saja merasakan bahwa Andalah yang seharusnya menghapus mereka.

Penting Anda ketahui bahwa Anda tidak sendirian. Terdapat forum online yang dapat memberi Anda dukungan dalam menghadapi kebingungan dan kesedihan Anda. Forum ini sangat mirip dengan pertemuan AA (Alcoholic Anonymous) dengan teh yang tidak enak, meja penuh cemilan, dan orang-orang yang menangis membasahi baju.

Meski tidak akan sampai mendaftarkan diri saya ke kelompok korban unfriend FB yang mirip AA tersebut, saya akui saya juga merasa sedih saat mengalami penolakan. Beberapa bulan lalu saya ingin menuliskan pesan kepada seseorang yang, meski hanya seorang kenalan, pernah saya temui lebih dari sekali di Dunia Nyata.

Saya terkejut saat mengetahui bahwa kami tidak lagi berteman. Belum apa-apa, anak gendut rendah diri berumur 12 tahun yang ada dalam diri saya kembali muncul. Untungnya, akal sehat saya kembali cukup cepat dan saya dapat mengambil pelajaran dari hal tersebut. Meski tidak sebelum menulis posting merendahkan tentang kejadian ini, karena begitulah cara kita para manusia modern bersikap.

Ada beberapa hal yang penting diingat saat berurusan dengan masalah unfriend Facbeook. Pertama, hal tersebut mungkin dilakukan oleh seseorang yang hampir, atau sama sekali, tidak pernah Anda temui di dunia nyata maupun hubungi secara online. Semua masalah putus yang biasa tidak hanya berlaku, namun juga diperjelas: bukan Anda yang bermasalah; namun mereka. Beberapa orang mengoleksi teman Facebook seperti mereka mengoleksi perangko.

Angkat tangan, siapa saja yang pernah setidaknya sekali melihat seorang teman menulis status bahwa ia sedang melakukan pembersihan daftar teman dan bila kita masih ingin berada dalam daftar Orang-Orang Istimewa maka kita harus me-like status tersebut? Hal ini tidak hanya menunjukkan sisi narsisistik orang tersebut, namun juga keangkuhan atau keputusasaannya.

Status tersebut bisa jadi hanya cara mencari perhatian. Jika si unfriender adalah orang yang berhubungan dengan Anda baik secara online maupun di dunia nyata, bisa saja disimpulkan bahwa ia sebenarnya tidak menginginkan interaksi dengan Anda. Namun bisa juga ia hanya menginginkan perhatian Anda dan dengan adanya kemungkinan dihapus, Anda jadi merasakan keharusan untuk mendekati dan menenangkannya.

Bagaimanapun, kemungkinannya adalah orang ini tidak memiliki pertemanan yang berarti di Facebook. Dan bila pertemanan tersebut juga berlanjut ke dunia nyata, mungkin itulah satu-satunya bentuk hubungan yang paling berarti di antara Anda.

Tentu tetap saja menyebalkan rasanya saat Anda dihapus begitu saja. Akan ada masa bertanya-tanya, keraguan, dan introspeksi diri sebelum mencapai tahap kesedihan berikutnya.

Dan tentu, meski kita tahu betapa tidak enaknya di-unfriend, kita seringkali menjadi yang menghapus orang lain karena mereka menyebalkan, karena kita tidak menyukai foto cover mereka yang berisi simbol kesukuan/budaya/lainnya, atau karena kita tidak benar-benar berteman.

Dalam rangka memberi solusi pada rasa trauma unfriend, saya ingin menyarankan pada para pengembang Facebook untuk menciptakan beberapa pilihan menyangkut soal ini. Misalnya, pengadaan pilihan untuk dapat memperingatkan seseorang bahwa Anda akan menghapus mereka dari dunia maya Anda (dan mengapa).

Pilihan ini akan sangat berguna khususnya bila Anda adalah tipe orang yang menyenangi kejujuran, atau jika Anda termasuk ke dalam daftar teman yang tidak akan disadari kehilangannya. (Alasan terakhir ini sangat sulit diterima karena rasanya sangat menyebalkan.)

Pada dasarnya, Facebook dapat membuat proses ini menjadi lebih baik/mudah/ramah – yang rasanya sama dengan menerima pelukan hangat setelah Anda diputuskan atau, lebih buruk lagi, diblok begitu saja.

Jika Anda pernah menjadi orang di atas dan menyadari, di kemudian hari, bahwa Anda memiliki 850 teman, akan lebih mudah – dan bijak – untuk tidak merasa terlalu personal saat seseorang me-unfriend Anda. Anda juga tidak perlu berlarut-larut berpikir tentang me-unfriend seseorang yang bermasalah dengan Anda, yang tidak Anda sukai, atau yang tidak memiliki kesamaan lain selain beberapa teman yang sama dan kesukaan pada keju brie.

Dunia media sosial tempat di mana membuat cheesecake dan mendokumentasikan prosesnya dapat memancing kekaguman yang serupa dengan kekaguman terhadap penemuan dunia baru mungkin memusingkan dan penuh rekaan. Namun Anda telah memilih untuk ikut ambil bagian di dalamnya. Maka bersikaplah realistis. Jangan menanggapi perilaku pasif agresif seseorang dan jangan samakan dunia media sosial sebagai dunia nyata.

Dan ingat: memilih unfriend bisa jadi pilihan yang tepat.

NB: Jika Anda merasa ragu untuk unfriend seseorang, jangan lupakan fungsi “unfollow” Facebook yang sangat berguna. Pilihan ini menghindarkan Anda dari masalah maya yang disebabkan oleh menghapus seseorang sekaligus memberi Anda ketenangan saat sedang bermain di dalamnya.

[i] ‘Business School student finds top reasons for Facebook unfriending’, University of Colorado Denver Business School, tersedia di sini.

Leave a Reply
<Modest Style