Modest Style

Di Tengah Kekacauan IMFW, Solidaritas Umat Bersinar

,

Seiring berbagai reaksi yang muncul atas terjadinya pembatalan Internasional Muslimah Fashion Week, semangat persaudaraan yang sesungguhnya muncul di masa-masa yang dirundung kesedihan ini. Oleh Afia R Fitriati.

WP-IMFW-2014

Menindaklanjuti kekacauan yang disebabkan oleh pembatalan mendadak International Muslimah Fashion Week (IMFW) pekan lalu, beragam reaksi bermunculan.

Sebagian memilih menyalahkan para korban, dengan alasan bahwa mereka yang datang jauh-jauh ke Hershey pantas terlantar karena dukungan yang diberikan pada perilaku yang dianggap haram. Meski begitu, di tengah komentar negatif semacam itu (dan kekacauan pembatalan), terdapat reaksi yang lebih menyolok: orang-orang menawarkan berbagai bantuan yang dapat mereka berikan untuk meringankan beban para korban.

Beberapa Muslimah telah membuka laman Facebook dalam rangka membantu para korban yang terkena dampak IMFW – mulai dari mengatur kendaraan untuk ditumpangi ke bandara, menyediakan tempat menginap, mencari informasi, atau sekadar untuk menyemangati.

Kadijah Michelle Kastriba, salah satu penggagas laman tersebut, menyebutkan bahwa sebagian besar korban melakukan perjalanan internasional untuk mencapai Hershey dan sekarang terpaksa berurusan dengan pengeluaran tidak terduga untuk mencari tempat menginap baru dan makanan hingga jadwal kepulangan mereka tiba. Pada laman tersebut ia menuliskan, “Inilah saat bagi kita untuk bersatu atas nama Allah dan menyingkirkan segala prasangka. Paling tidak, saya harap kita dapat memahami dan memaafkan kesalahan orang lain dan mengukuhkan niat untuk membantu mereka yang mengalami kesusahan dalam situasi ini.”

Omer J Mirza dari label Australia Acacia sepaham dengan Kadijah. Dalam sebuah surel kepada Aquila Style ia menulis, “Banyak yang sibuk menghakimi. Menurut saya pribadi, hal ini terjadi lebih karena pengaturan yang buruk dan bukan sebuah upaya penipuan. Saya berusaha tidak menjelek-jelekkan siapapun karena hanya akan memperburuk situasi.”

Dengan bantuan polisi setempat, Omer menyatakan bahwa ia telah mendapatkan kembali baju-bajunya dari Shea Bates, penyelenggara IMFW. Omer juga menambahkan bahwa ia berhasil membantu seorang saudari dari Indonesia mendapatkan kembali baju-bajunya.

Informasi terbaru dari tempat kejadian tampak menunjukkan bahwa pembatalan IMFW terjadi karena pengaturan acara yang buruk dan bukannya sebuah penipuan. Shea Bates menyatakan ia terpaksa membatalkan acara karena kurangnya angka penjualan tiket. Surel yang meminta komentar Shea atas kejadian ini tidak mendapat tanggapan cepat. Sementara informasi mengenai kejadian ini masih terus berkembang, sejumlah vendor berinisiatif mengadakan acara sendiri untuk menjual koleksi mereka sebagai upaya menutupi sebagian pengeluaran. Hal ini juga menunjukkan kekuatan dan solidaritas dari sesama umat Muslim.

“[Kamis lalu] merupakan hari di mana setiap orang merasakan rasa persatuan,” ujar Omer. “Saya tidak tahu seberapa banyak yang terkenak dampak dari kejadian ini namun kami disatukan oleh masalah yang sama – kemudian berbagai hal yang menguntungkan, baik para pengunjung dan vendor, terjadi secara mengejutkan.”

Leave a Reply
<Modest Style