Dari hobi menjadi bisnis

,

Melakukan hal yang disukai dapat memberi makna pada hidup. Afia R Fitriati berbincang dengan tiga wanita yang menjadikan hobi mereka sebagai bisnis.

WP-Pleasure-Doing-Business-sm

Saat kita ditanya mengenai hobi saat kecil, mudah sekali kita menyebutkan satu, bahkan mungkin dua atau tiga hobi sekaligus. Namun seiring pertambahan usia, hobi kita seringkali digantikan oleh kepentingan “orang dewasa” yang lebih mendesak. Secara perlahan, hobi tersebut menjadi kenangan masa lalu, tidak tersentuh meski anehnya masih terasa dekat di hati. Padahal, riset menunjukkan bahwa memiliki hobi di tengah-tengah gaya hidup yang sibuk sebenarnya justru bermanfaat bagi kesehatan. Sebuah studi di New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa hobi yang menstimulasi mental seperti mengerjakan teka-teki silang, membaca dan bermain kartu, dapat mencegah atau mengurangi kepikunan pada orang lanjut usia.

Bahkan mereka yang berada di luar kelompok usia lanjut juga perlu melakukannya. Dr John Milton, profesor bidang neurologi di University of Chicago, dalam sebuah wawancara dengan ABC News menyebutkan, “Penting bagi otak [kita] untuk dapat berada dalam kondisi autopilot, karena kondisi ini membebaskan otak dan memberikan waktu bagi otak untuk mengikuti perkembangan yang terjadi”. Selain manfaat kesehatan, hobi juga membuka kesempatan bagi kita untuk bertemu teman baru, menemukan bakat tersembunyi, dan banyak lagi. Aquila Style berbincang dengan tiga wanita mengenai bagaimana hobi mereka menambah semangat dan keceriaan hidup – sekaligus tambahan penghasilan.

Aisha Shaharuddin, pengusaha mode

Tujuh tahun lalu, wanita berkebangsaan Malaysia Aisha Shaharuddin pindah mengikuti suaminya yang ditempatkan di Indonesia. Jauh dari negara asalnya, ia beralih pada internet untuk berhubungan dengan rumah. Internet menjadi sumber referensi utamanya untuk hampir segala hal. “Pokoknya saya tidak dapat membayangkan hidup tanpa internet,” akunya. Aisha menggunakan internet utamanya untuk menjelajahi segala sesuatu yang berkaitan dengan ekspresi kreatif, entah mode, makanan, maupun seni.

Ketertarikannya yang semakin besar pada dunia seni dan kreativitas mendorong mantan pengacara ini untuk mulai mengikuti kelas fotografi.

Aisha dan kameranya – “Saya merasa banyak sekali momen di Indonesia yang perlu diabadikan.”
Aisha dan kameranya – “Saya merasa banyak sekali momen di Indonesia yang perlu diabadikan.”

“Ketertarikan saya pada fotografi muncul saat saya merasa banyak momen di Indonesia yang perlu diabadikan dalam gambar,” ujarnya. Kesadaran ini akhirnya membawa Aisha pada sebuah ide yang telah lama ada di depan matanya.

“Di Malaysia, saya selalu ditunjuk sebagai personal shopper (pembelanja pribadi) oleh teman-teman dan keuarga saya. Berada di Indonesia memungkinkan saya memiliki akses ke kumpulan perancang berbakat dan kreatif. Semakin banyak saya mempelajari tren mode di Indonesia dan Malaysia, semakin saya merasakan adanya pasar besar bagi pakaian Indonesia untuk diekspor ke Malaysia. Saya pikir, ‘Saya ada di sini, sebagai penghubung kedua negara. Mengapa ini tidak dijadikan bisnis?’”

Berkat hobinya, butik mode online milik Aisha yang bernama Ayou meledak di kalangan teman-teman Malaysianya. “Penjelajahan di internet memungkinkan saya belajar tentang dunia bisnis online, tren mode terbaru dan berpikir secara berbeda, sementara keahlian fotografi memungkinkan saya menyampaikan perasaan saya tentang pakaian tersebut kepada pelanggan.”

Aisha di belakang panggung sebelum peragaan busana
Aisha di belakang panggung sebelum peragaan busana

Dengan tiga putera berusia di bawah 10 tahun, bagaimana ibu rumah tangga-pengusaha ini mengalokasikan waktu untuk melakukan hobi sekaligus menjalankan bisnisnya yang sedang berkembang?

“Saya biasanya menyelipkan waktu pribadi saat anak-anak sedang di sekolah atau tidur. Saya juga memiliki sistem pendukung yang luar biasa: suami yang selalu sabar dan pengasuh anak terbaik yang merupakan hadiah dari Tuhan untuk saya.”

Selain keuntungan dari bisnis online-nya, Aisha merasa hobinya juga meningkatkan kesejahteraan pribadinya.

“Menjadi ibu rumah tangga membuat kita tidak memiliki banyak kesempatan bergaul. Jadi saya dapat katakan dengan yakin bahwa keuntungan yang paling tak ternilai dari hobi saya adalah teman-teman baru. Menyenangkan sekali bertemu orang dengan ketertarikan yang sama dan dapat bertukar ide serta belajar dari satu sama lain.”

Leave a Reply
Aquila Klasik